LOMBA NGEMEK IWAK, CARA BANYUWANGI MEMBUDAYAKAN BUDIDAYA IKAN MINA PADI


Lomba Ngemek Iwak - Pemkab Banyuwangi punya cara unik untuk membudayakan budidaya ikan di sawah melalui mina padi. Caranya dengan mengadakan lomba Ngemek Iwak. Yaitu menangkap ikan dengan tangan kosong.

Lomba Ngemek Iwak, Songgon, Banyuwangi
Suasana lomba Ngemek Iwak (via Twitter.com/DISPERIPANGANBW)

Sebanyak 500 ribu ikan tombro dan nila beraneka ukuran ditebar oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi  di sawah yang digenangi air. Lokasinya di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Minggu (12/2/2017). Untuk ikan ukuran besar sengaja ditebar di sawah yang dijadikan tempat lomba.

Ratusan warga dari berbagai usia ikut beramai-ramai menyeburkan diri ke sawah, saling berlomba menangkap ikan-ikan tersebut tanpa menggunakan alat apapun. Kedua tangan yang boleh digunakan untuk menangkap ikan-ikan itu.
Lomba Ngemek Iwak
Lokasi lomba Ngemek Iwak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon (via Banyuwangikab.go.id)

Lumpur sawah bercampur air kubangan membuat suasana lomba meriah oleh pemandangan para peserta yang berebut ikan belepotan bermandi lumpur. Hiruk pikuk bercampur gelak tawa warga terdengar sepanjang lomba Ngemek Iwak ini.

Hore aku dapat! (via Twitter.com/DISPERIPANGANBW)

Ikan besar yang berhasil ditangkap ini lalu dibakar atau digoreng dan dinikmati bersama. Ruang silaturahmi pun tercipta melalui lomba tersebut.  


Melalui lomba Ngemek Iwak ini, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi mendorong warga desa untuk membudidayakan ikan di sawah melalui mina padi.

Mina (ikan) dan padi, merupakan bentuk usaha tani gabungan (combined farming), yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar.

Jenis tanaman padi yang membutuhkan kubangan air, bisa dimanfaatkan untuk ditaburi benih ikan. Selain bisa membantu menyuburkan padi, petani juga bisa panen ikan yang dibudidaya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang sedang menggalakkan program Gema Pamili atau Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari. Tujuannya untuk mewujudkan kemandirian pangan hingga tingkat rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pertanian untuk budi daya ikan air tawar.

Dalam pemikiran Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pangan merupakan sektor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat dan program Gema Pamili merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan fondasi pangan, yakni melalui produktivitas sektor pertanian.

"Produktivitas ini kami giatkan, salah satunya lewat pertanian terpadu, yang dikenal dengan sistem mina padi, yakni memadukan teknik budi daya padi dan peternakan ikan yang dilakuan bersamaan dalam satu sawah," katanya.

Selain mina padi, Gema Pamili juga mencakup sistem diversifikasi lain, seperti mina jeruk ((pemeliharaan ikan bersama jeruk), mina naga (pemeliharaan ikan bersama buah naga), serta pemanfaatan lahan lain, termasuk memanfaatkan keramba sungai sebagai tempat budi daya ikan, agar produktivitasnya meningkat. 

Ada enam kecamatan di Banyuwangi - yang dikenal sebagai sentra penghasil buah jeruk, buah naga dan padi -  yang siap untuk melakukan gerakan Gema Pamili ini, salah satunya Songgon.

Lomba Ngemek Iwak murni inspirasi warga Desa Bayu sendiri, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi hanya membantu bibit ikannya.

Di Desa Bayu di Kecamatan Songgon terdapat kelompok Bayu Pangan Mina Lestari (Pamili), dengan 50 hektare sawah yang siap untuk budidaya ikan tawar melalui mina padi.

Selain itu, terdapat 20 hektare sawah yang diproyeksikan untuk menjadi ekowisata. Nantinya akan dibangun kafe di tengah sawah, agar bisa menjadi destinasi ekowisata di desa ini.

Di kafe tengah sawah tersebut, selain menikmati hijaunya sawah, wisatawan juga bisa menangkap ikan dan langsung dimasak.

Dengan cara seperti ini, warga desa setempat memiliki dua keuntungan. Selain bisa memanen padi, mereka juga bisa memanen ikan untuk kebutuhan sehari-sehari atau dijual. Ada keuntungan lain, dengan mina padi, membuat tanaman aman dari serangan hama.

Selain itu, di Desa Bayu yang juga dikenal sebagai kampung sayur, terdapat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Banyak rumah warga desa yang ditanami aneka macam sayuran seperti sawi, seledri dan sayuran lain.

Dengan potensi alam yang indah dan seni budaya yang dimiliki, Kecamatan Songgon pantas menjadi salah satu tujuan wisata di Banyuwangi.  

Anda bisa eksplorasi berbagai potensi wisata Songgon dengan menikmati wisata hutan pinus, berarung jeram di sungai Badeng, menjelajahi wana wisata Rowo Bayu, atau menyusuri berbagai gua yang masih alami.

Kecamatan Songgon juga memiliki wisata air terjun yang menarik, seperti air terjun Lider, Selendang Arum, Giri Asih, Telunjuk Dewa Raung dan Pertemon yang masih butuh penanganan lebih lanjut.

Jangan lupa, Songgon juga merupakan satu dari sedikit sentra durian merah di Banyuwangi. Tahun ini potensi  durian merah Songgon masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2017. Catat ya, tanggal 20 Mei 2017 ada Festival Durian Merah Songgon

Ayo ke Songgon! 



loading...

Back To Top