WISATA HUTAN PINUS SONGGON, SPOT SELFI TERKINI DI BANYUWANGI


Wisata Hutan Pinus Songgon – WOW! Ini kata pertama yang muncul saat mengunjungi lokasi Hutan Pinus di Kecamatan Songgon, lokasi tepatnya di Desa Sumberbulu, minggu siang (13 November 2016).
Wisata Hutan Pinus Songgon.
Salah satu spot selfi yang wajib di Hutan Pinus Songgon.
Benar-benar pemandangan wow, melihat lautan kendaraan bermotor – mayoritas roda dua – mengular di sepanjang jalan masuk hutan pinus Songgon. Sangat luar biasa untuk ukuran tempat wisata yang terbilang baru berumur sebulan - diperkenalkan awal Oktober 2016 lalu, dan bahkan belum dibuka secara resmi!

Petugas dari pengelola wisata Hutan Pinus ini dibuat kewalahan mengatur arus kedatangan pengunjung yang tak henti berdatangan. Butuh waktu cukup lama untuk mendapat giliran masuk, mengingat jalan yang ada saat ini kurang lebar untuk menempung arus berlawanan, sehingga harus dibuat sistem buka-tutup.

Tempat parkir yang kewalahan menampung ratusan mobil yang meluber hingga rumah warga.

Alhasil tempat parkir didalam hutan pun penuh sesak, bahkan terlihat mobil-mobil diparkir meluber di rumah-rumah penduduk sekitar yang berjarak hampir 1 km dari hutan. Benar-benar fantastis!

Pantas saja pihak pengelola kewalahan menampung arus pengunjung,  karena sebenarnya wisata Hutan Pinus Songgon belum tuntas pengerjaannya, masih banyak PR yang belum selesai, termasuk menyiapkan jalan masuk yang memadai, penataan tempat parkir yang lebih rapi, fasilitas toilet yang selain minim jumlahnya juga kondisinya masih darurat, termasuk fasilitas beribadah yang belum ada (?).

Namun karena terlanjur sempat dipublikasi di beberapa media online, dishare ke media sosial yang lantas jadi viral, Hutan Pinus Songgon pun seketika booming. Sebagai tuan rumah, tidak mungkin menolak pengunjung yang sudah datang jauh-jauh.

Keistimewaan Hutan Pinus Songgon ini rupanya membuat penasaran warga lokal Banyuwangi maupun yang dari kota tetangga. Buat kalian yang belum sempat datang, berikut ini gambaran wisata Hutan Pinus Songgon.

1. Alih Fungsi Lahan

Dulunya, lokasi ini merupakan hamparan pohon pinus yang dimanfaatkan untuk bertani warga secara tumpangsari. Dari pohon pinus diambil getahnya, dibawah pohon ditanami aneka komoditas seperti cabai, jahe dan jagung.

Setelah pohon pinus makin besar, sudah tidak bisa untuk tumpangsari lagi, kecuali diambil getah pohonnya saja. Akhirnnya muncul ide untuk dikembangkan jadi lokasi wisata. Apalagi di tengah hutan mengalir sungai Badeng yang sejak beberapa tahun lalu sudah dimanfaatkan untuk wisata rafting maupun tubing.

Pinus Songgon
Hutan pinus Songgon, tidak bisa lagi untuk cocok tanam, gantinya buat wisata selfi. Setuju ya?

Dari total areal Hutan Pinus Songgon seluas 97 hektar, yang dikembangkan sebagai wisata sebanyak 7 hektar, sehingga tidak mengganggu fungsi hutan sebagaimana mestinya. Tapi tetap harus jaga kelestarian lingkungan ya.

2. Lokasi Hutan Pinus yang indah

Harus diakui, lokasi di sekitar Hutan Pinus Songgon sangat strategis, karena berada di kaki Gunung Raung, hawanya sejuk dan udaranya segar. Lokasi yang cocok untuk refreshing. Berada di bawah pepohonan pinus yang menjulang tinggi membuat suasana adem plus udara yang kaya oksigen, dijamin nyaman dan bikin betah deh.

Pemandangan yang memanjakan mata di Wisata Hutan Pinus Songgon : gunung Raung dikejauhan, sungai Bedeng yang membelah hutan, bendung, dan pohon pinus di sekeliling Anda (sumber : Sirius-light-id.blogspot.co.id)

Salah satu view hutan pinus Songgon. Bendungan dikejauhan.

Ditambah lagi, adanya aliran Sungai Badeng yang memiliki arus cukup deras nun jauh dibawah, menambah daya pesona tersendiri panorama hutan pinus. Pengunjung akan dipaksa turun oleh naluri untuk mendekati sungai. Apalagi, dari arah hutan, pengunjung melihat ada jembatan gantung yang membentang di atas sungai. Ini nih yang bikin adrenalin bergejolak memaksa selfi! Nantinya jika jembatan ini dicat dengan warna lebih mencolok, gak kebayang seperti apa ramenya orang rebutan foto-foto diatasnya.

Jembatan diatas Sungai Badeng Songgon.
Jembatan yang membentang di Sungai Badeng, rasakan sensasi goyang-goyangnya.

3. Spot Foto Selfi

Yak, ini dia poin penting dari Hutan Pinus Songgon. Pihak pengelola tahu benar, hutan pinus ini harus punya poin plus plusnya. Jika dijual apa adanya, orang mungkin tidak terlalu tertarik datang, karena di wilayah utara Banyuwangi banyak hutan pinus sejenis. Jadi, keindahan lokasi pinus harus didukung fasilitas yang menarik, yang menimbulkan greget orang mau berdatangan. Terbaik dan terefektif tentu saja membuat spot foto selfi yang sedang digandrungi dimana-mana.

Rumah pohon di Hutan Pinus Songgon.
Rumah pohon, salah satu fasilitas yang banyak diminati pengunjung. Yang ini maksimal untuk 5 orang. Sayang harus bayar untuk menaikinya.

Rumah pohon tipe lain untuk maks. 2 orang.

Dibuatlah area spot foto selfie yang tersebar merata di berbagai lokasi hutan pinus. Ada yang berupa rumah pohon dalam berbagai ukuran dan bentuk, ada lampion warna-warni, payung merah yang digantung diantara pepohonan secara menarik, daun pintu dengan bunga-bunga cantik, ayunan sampai bingkai foto dari kayu. Semua ditujukan untuk memuaskan nafsu foto selfi. Dan berhasil! Netizen tergoda, masyarakat pun berduyun-duyun datang ke Hutan Pohon Pinus Songgon.

Spot foto prewedding, mestinya buat yang berpasangan ya dek! Sabar ngantre ya....

Spot selfi dibawah payung di hutan pinus Songgon.
Salah satu spot wajib foto selfi. Setuju kan?

Lantas, godaan semakin sempurna dengan kehadiran hammock yang bisa dipasang diantara dua pohon. Hammock adalah tempat tidur gantung seperti ayunan yang terbuat dari kain warna-warni dan beragam ukuran yang digantung pada kedua ujungnya.

Wilayah wajib selfi.

Gaya selfi di hutan.
Mana gayamu? Ini gayaku

Saat ini ber-hammock sudah menjadi tren selfi dimana-mana, khususnya di lokasi wisata yang memiliki pepohonan untuk memasang hammock. Pohon pinus adalah tempat menggantung hammock yang pas, karena diameter pohon tidak terlalu besar dan bisa tumbuh tegak lurus menjulang tinggi.

Dengan karakter seperti itu, orang bisa memasang hammock secara bertingkat bahkan sampai belasan di pohon pinus. Tentu dibutuhkan nyali ekstra untuk melakukan hal tersebut. Namun mayoritas pengunjung sudah puas memasang hammock setinggi 1 meter dari tanah. Sudah keren kok!

Hutan Pinus Songgon, lokasi selfi terbaru di Banyuwangi.
Ayo kakak, kita selfie dulu, jangan main sms mulu. Protes si adek.

Nah, cerita admin yang pasang hammock di Hutan Pinus Songgon, mengundang banyak pengunjung lain yang antri ingin berfoto ria, dikira hammock tersebut fasilitas dari pihak pengelola! Yah, hitung-hitung berbagi kesenangan lah.

Wisata Pinus Songgon
Gaya kakak emang juara.

Gara-gara Pohon Pinus Songgon, bukan tidak mungkin lo, tren kepemilikan hammock di Banyuwangi meningkat drastis! Apalagi sekarang hammock mudah didapatkan secara online dengan harga kurang dari Rp 100 ribu. Ayo buruan beli gih!

4. Fasilitas Pengunjung, Sudah Oke Tapi Belum Maksimal

Seperti disebut tadi, wisata hutan pinus ini belum final pengerjaannya. Meskipun begitu, pihak pengelola sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk pengunjung. Dan pasti mereka ingin segera merealisasinya dengan cepat, karena makin lengkap fasilitas, berarti sama dengan memanjakan pengunjung. Imbasnya tingkat kunjungan jelas makin banyak.

Bangku kayu sederhana yang menyatu dengan alam sekitar. Kayaknya pas deh kalo sambil ngopi-ngopi gitu.

Beberapa fasilitas ada yang gratis ada yang bayar. Yang bayar seperti rumah pohon, tenda camping, safari kuda dan safari jeep. Yang gratis seperti bangku kayu, ayunan dan beberapa spot selfie (lampion dan payung).

Kalau ayunan ini gratis.
Wisata pinus Banyuwangi.
Capek jalan kaki, naik kuda saja.

5. Tiket Masuk Murah, Parkir Gratis

Untuk menikmati wisata Hutan Pinus Songgon, pengunjung saat ini hanya ditarik tiket masuk Rp 5 ribu per orang, parkirnya gratis. Pilihan yang bagus daripada sebaliknya, karena hasilnya tentu saja lebih banyak daripada hanya mendapatkan pemasukan dari parkir kendaraan. Bisa dipastikan pengunjung perorangan sangat sedikit, kebanyakan pasti berdua, bertiga atau bersama rombongan !

Pinus Songgon.
Salah satu tempat parkir motor yang disiapkan pengelola.

Menjadi pertanyaan, apakah kebijakan ini akan terus dipertahankan atau akan ada perubahan setelah berjalan sekian lama? Belajar dari pengalaman tempat wisata lain di Banyuwangi yang makin berkurang pengunjungnya karena dikenakan biaya yang makin mahal, sebaiknya pengelola lebih bijaksana memutuskan. Yang enak tentu saja tiket masuk tetap murah, parkir tetap gratis, dan pengunjung makin melimpah! Semua senang! Horee!

6. Urusan Perut, Dijamin

Salah satu kelebihan tempat wisata hutan pinus ini, pengunjung dijamin anti kelaparan. Pasalnya, pihak pengelola menyiapkan banyak warung penjual makanan-minuman di zona tertentu, yang dikelola masyarakat setempat. Menu variatif dan harga sangat bersahabat, bahkan Anda bisa menemukan roti bakar dan fried chicken di tempat ini! Sueerrr!
Ada fried chicken di tengah hutan pinus. Traktir dong kakak!
Mungkin jika warung-warung ini ke depan bisa diseragamkan dan ditata eye cathching, bisa makin laris dagangannya karena sekaligus berfungsi menjadi lokasi selfi yang unik!

Tapi tentu saja tidak ada salahnya jika Anda menyiapkan camilan sendiri dari rumah. Yang penting, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Pihak pengelola sudah mewanti-wanti dengan tulisan “Malu Buang Sampah Sembarangan” dan sudah menyiapkan tempat sampah di beberapa titik. Ayo ikut jaga lingkungan ya kakak.

7. Cara menuju Wisata Hutan Pinus Songgon

Sayangnya, seperti kebanyakan tempat wisata lain di Banyuwangi, belum ada transportasi langsung menuju ke wisata Hutan Pinus Songgon. Namun jangan kuatir, kabar baiknya, lokasi wisata tidak jauh dari jalan raya dan jalan menuju lokasi hampir seluruhnya muluss beraspal. Kecuali sebagian kecil mendekati lokasi, yang aspalnya belum ditambal lagi. Mestinya jalan menuju wisata Hutan Pinus Songgon menjadi prioritas Pemkab Banyuwangi, mengingat potensinya yang sangat besar. 

Ada dua cara untuk mencapai Hutan Pinus Songgon, tergantung dari arah mana pengunjung datang. Jika Anda berasal dari Banyuwangi kota atau arah Situbondo (pantura), Anda harus menuju ke Rogojampi terlebih dahulu yang berjarak sekitar 14 km. Setelah sampai di Kantor Telkom Rogojampi, Anda akan menemukan jalan pertigaan, belok ke kanan lalu ikuti saja jalan menuju ke arah Songgon sejauh 14 km melewati jalan yang relatif lurus dan mulus.

Setelah sampai di Pasar Songgon, masih sekitar 6 km lagi untuk mencapai tujuan. Dari Pasar Songgon Anda akan menemukan percabangan jalan dengan petunjuk arah, jika ke kanan Anda akan sampai di Perkebunan Bayu Lor. Jadi Anda harus pilih jalan ke kiri ke arah Sragi/Genteng.

Ke arah Hutan Pinus ambil jalan ke kiri (sumber : Google Street View)

Berikutnya setelah melewati Kantor Pos Songgon, Anda akan bertemu percabangan jalan lagi. Jika lurus Anda akan sampai ke Wana Wisata Rowo Bayu. Jadi Anda harus ambil jalan ke kiri karena Anda akan ke Wisata Hutan Pinus Songgon yang lokasinya searah dengan Karo Adventure. 

Arah ke lokasi Hutan Pinus Songgon.
Belok kiri ke lokasi Hutan Pinus Songgon. Kalau lurus ke Wana Wisata Rowo Bayu. (sumber : Google Stree View)

Selanjutnya jangan segan bertanya arah yang tepat pada penduduk setempat jika menemukan percabangan jalan lagi. Setelah kira-kira kurang 3 km dari lokasi hutan pinus, sudah banyak petunjuk arahnya.

 
Rute Banyuwangi kota - Hutan Pinus Songgon

Sedangkan jika Anda datang dari wilayah timur Banyuwangi, seperti Jember, maka untuk menuju ke lokasi wisata Hutan Pinus Songgon, Anda bisa mengambil patokan dari Terminal Lama (atau Pasar Genteng Kulon) Kecamatan Genteng. Berbeda dari arah Banyuwangi kota yang tidak terlalu banyak belokan menuju lokasi tujuan, jika Anda berangkat dari arah Genteng, jalan yang ditempuh banyak berbelok, terutama setelah Pasar Gendoh, karena itu jika Anda malu bertanya, kemungkinan sesat di jalan.

Dari Genteng ke lokasi wisata hutan pinus jaraknya sekitar 24 km dengan melewati jalan Gajah Mada ke arah Genteng Wetan, lalu sampai pertigaan jl. Hasanudin, belok kiri jl. Hasyim Asyari terus sampai Pasar Hewan, jl. Temuguruh hingga mencapai Pasar Gendoh. Selanjutnya Anda akan belok ke kiri melalui jl. Aruji Karta Winata, dari sini jalan mulai banyak belokan, karena itu jangan sungkan bertanya pada orang yang ditemui arah jalan menuju Kecamatan Songgon. 

Setelah sampai di Pasar Songgon, selanjutnya ikuti petunjuk seperti arah rute dari Banyuwangi kota.

Rute Genteng - Hutan Pinus Songgon via Google Map.


Nah, bagaimana perasaan kamu sehabis melototin foto-foto barusan? Sudah penasaran pengin cepat-cepat berangkat ke tempat Wisata Pinus Songgon ya? Jangan lupa siapkan perlengkapan selfi kalian. Penuhin baterei HP, sekalian siapkan memory card yang besar ya. Selamat berwisata kakak.

Tambahan Bonus foto-foto, dibuang sayang.

Sungai Badeng Songgon.
Bale di pinggir sungai Badeng.
Sungai Badeng yang membelah hutan pinus Songgon, dimanfaatkan untuk rafting dan tubing.
Santai di pinggiran sungai Badeng oke juga loh, apalagi rame-rame. Kebersihan tetap dijaga ya guys.
Wisata pinus songgon.
Hutan pinus dilihat dari seberang sungai Badeng.

Sekarang pantengin video serunya wisata Hutan Pinus Songgon.



loading...

Back To Top