BANYUWANGI FESTIVAL 2017 SIAP DIGELAR, AGENDA LEBIH PADAT, KAYA RAGAM BUDAYA DAN KREATIVITAS RAKYAT


Banyuwangi Festival 2017 atau B-Fest 2017 siap digelar. Rangkaian jadwal kegiatan yang terangkum dalam kalender tahunan Banyuwangi Festival, untuk tahun ini menampilkan lebih banyak even festival dibandingkan tahun sebelumnya.

Banyuwangi Festival 2017 secara resmi dirilis Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (25/1) di desa Banjar, Kecamaan Licin Banyuwangi. Jadwal lengkap Banyuwangi Festival 2017 dapat dilihat dibagian bawah.

Launching Banyuwangi Festival 2017


Bersamaan dengan pembukaan B-Fest, digelar pula Festival Sedekah Oksigen dan Festival Jeding Rijig (toilet bersih) sebagai even pembuka di tempat yang sama.
"Banyuwangi Festival kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Berbagai even anyar terus kami sajikan karena rakyat Banyuwangi terus berkreasi mengeksplorasi potensi dan talenta seni budayanya. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat," kata Anas.
Agenda Banyuwangi Festival 2017 memang lebih padat. Jika Banyuwangi Festival 2016 mengusung 58 even, maka pada gelaran Banyuwangi Festival 2017 ada 72 even dalam berbagai kategori yang bakal disuguhkan untuk masyarakat lokal dan para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi sepanjang tahun.

Seperti diketahui, Banyuwangi Festival adalah acara rutin tahunan yang menampilkan beragam pertunjukan seni budaya dan sekaligus mengangkat potensi wisata Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi Festival merupakan agenda tetap setiap tahun yang sudah berlangsung selama 6 tahun sejak digelar pertama kali pada 2010 lalu.

Dari waktu ke waktu Banyuwangi Festival selalu menunjukkan peningkatan, baik dari segi kuantitas maupun keragaman acara. Secara penyelenggaraan pun semakin terorganisir dengan baik. Setiap even dapat dituntaskan sesuai jadwalnya.

Bahkan mulai tahun 2017 Pemkab Banyuwangi ingin menyuguhkan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada pada tahun-tahun sebelumnya.

Banyuwangi Festival 2017 tetap akan menyajikan event besar yang telah menjadi ikon daerah, seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September) Banyuwangi Ethno Carnival (11 November), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober).

Banyuwangi Ethno Carnival 2016.
Banyuwangi Ethno Carnival, salah satu andalan Banyuwangi Festival.  
Tahun 2017 membawakan tema Majestic Ijen. (foto by  Franky Marcellinus Triawan)

Selain itu, ada deretan event anyar yang diharapkan akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi. Di antaranya adalah Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September) dan Festival Bambu (12-13 Mei).

Salah satu strategi Banyuwangi untuk menarik wisatawan adalah dengan memberi ruang bagi komunitas-komunitas. Rangkaian agenda disiapkan untuk menampung berbagai komunitas yang ada.
Upaya ini ditempuh mengingat tahun ini Banyuwangi menargetkan kunjungan 3,5 juta wisatawan domestik, dan 75.000 wisatawan mancanegara.

Salah satu komunitas yang memiliki jaringan dan jumlah anggota yang besar adalah komunitas penggemar olahraga. Maka berbagai even olahraga yang dikemas sebagai Sport Tourism disiapkan untuk mereka.

Seperti untuk memenuhi hasrat komunitas sepeda, tahun ini Banyuwangi menggelar dua even, Banyuwangi International BMX pada 22-23 April dan balap sepeda Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, yang telah menjadi ikon Banyuwangi, pada 27-30 September.

Untuk komunitas berbagai pencinta olahraga air, Banyuwangi Festival 2017 juga menyiapkan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus), serta Banyuwangi Ijen Green Run (23 Juli) untuk para penggemar olahraga lari.

Selain olahraga, Banyuwangi juga menampung pecinta musik jazz. Seperti Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September), Jazz Ijen (6-7 Oktober), dan Student Jazz (25-26) Agustus.

Diluar jazz, masih ada festival musik seperti Festival Angklung Caruk Pelajar (24-25 Februari), Marching Band Festival (29 April) dan Lalare Orchestra Concert (22 Juli). Kelompok kesenian orkestra asli Banyuwangi ini pada tahun 2016 pernah meraih penghargaan Heritage and Culture dari PATA (Pasific Asia Travel Association).

Banyuwangi Festival yang digelar setiap tahun bukan hanya untuk mendongkrak sektor wisata, tetapi sekaligus upaya untuk mewadahi dan menumbuhkan kreativitas rakyat Banyuwangi. Salah satunya melalui Festival Tekonologi Inovatif (19-22 Juli) yang memamerkan karya-karya teknologi inovatif dari anak-anak muda Banyuwangi.

Di bagian lain, Banyuwangi Festival juga menjadi wadah bagi pemberdayaan anak muda dan ekonomi masyarakat.

Tampilnya even-even baru yang menjadi wadah bagi kreativitas anak muda dan mendorong sektor ekonomi kreatif akan menyemarakkan Banyuwangi Festival 2017. Seperti Festival Video Kreatif (26 Juli) yang menampilkan potensi tiap desa, Festival Film Pendek (25 November),  dan Banyuwangi Painting & Photography (4-10 Desember).


Potensi ekonomi kreatif desa ditampilkan dalam Festival Bambu Gintangan (12-13 Mei) dan Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus) yang menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak.

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga difestivalkan antara lain Barong Ider Bumi (26 Juni), Seblang (30 Juni & 5 September), Tumpeng Sewu (24 Agustus), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober).

Beragam produk pertanian dan perikanan unggulan Banyuwangi ditampilkan melalui Agro Expo (13-20 Mei), Festival Durian (20 Mei), dan Fish Market (3 Oktober). Pecinta durian pasti sudah bersiap berburu Durian Merah yang menjadi buah khas Banyuwangi.

Untuk menjawab tantangan lapangan kerja yang kian kompetitif sekaligus menciptakan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda dihadirkan Banyuwangi Goes to Entrepreneur (1-30 April) dan Job Fair (6-8 September).

Untuk semakin menggugah minat generasi muda terhadap literasi, Banyuwangi juga akan menggelar Festival Sastra (26 -30 April) yang akan mengajak para pelajar berlomba membaca dan membuat karya-karya sastra. Selain itu potensi dunia pendidikan di Banyuwangi diperkenalkan melalui Festival Pendidikan (27 April).

Untuk menunjukkan sebagai daerah penghasil kopi sekaligus untuk mewadahi para pecinta kopi, Banyuwangi juga menggelar Coffee Processing Festival (18 Oktober), dan Ngopi Sepuluh Ewu (21 Oktober).

Selain itu, B-Fest 2017 tetap mengangkat tema lingkungan sebagai wujud kongkrit komitmen Pemkab Banyuwangi terhadap kelestarian lingkungan hidup. Ini ditunjukkan melalui Festival Toilet Bersih, Festival Sedekah Oksigen, dan Festival Kali Bersih & Merdeka Dari Sampah yang digelar sepanjang tahun. 

Banyuwangi Festival 2017 juga akan menjadi ajang istimewa bagi industri fesyen daerah.
Tahun ini ada 5 pagelaran fesyen untuk memamerkan potensi desainer daerah, mulai dari ajang Indonesia Fashion Week (4 Februari), Green & Recycle Fashion Week (25 Maret), Kebaya Festival (22 April), Banyuwangi Batik Festival (29 Juli), dan Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober).

Melalui festival fesyen tersebut Pemkab Banyuwangi ingin para pelaku industi fesyen Banyuwangi semakin maju, mampu meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperluas jangkauan pasarnya.
Bagi pecinta kuliner tentu tidak akan melewatkan Festival Banyuwangi Kuliner (12 April) dan Festival Kopi (18 Oktober).

Tahun ini festival kuliner mengangkat Pecel Pithik, salah satu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi. Kuliner khas Banyuwangi diangkat agar makin dikenal dan wisatawan bisa bertamasya rasa di depot-depot Banyuwangi.


Demikian juga dengan komunitas-komunitas lainnya seperti urban farming, pecinta wayang dan lainnya juga telah disiapkan berbagai even. Lengkap!


TIADA HARI TANPA AGENDA KESENIAN DI BANYUWANGI


Melengkapi agenda Banyuwangi Festival, sepanjang tahun 2017 di Banyuwangi bakal meriah, karena setiap hari akan digelar kegiatan seni dan budaya.

Banyuwangi Festival 2017 memang tidak digelar setiap hari, namun wisatawan yang datang setiap saat ke Banyuwangi dijamin tidak akan garing.

Kapan pun wisatawan yang datang ke Banyuwangi masih bisa menyaksikan pertunjukan budaya dan seni asli Banyuwangi yang digelar 365 hari tanpa putus di tengah kota Banyuwangi. Atraksi ini untuk melengkapi kegiatan Banyuwangi Festival (B-Fest) yang berlangsung sepanjang tahun, mulai Januari sampai Desember 2017.

Pertunjukan seni di Rumah Kreatif Banyuwangi.
Pertunjukan di Rumah Kreatif Banyuwangi (sumber : Twitter.com/banyuwangi_mall)

Pertunjukan tersebut nantinya akan menampilkan berbagai kesenian dan budaya lokal yang dimiliki oleh Banyuwangi. Tidak hanya tarian Gandrung, tapi juga semua seni dan budaya lokal yang ada di desa-desa. 

Selain menjadi atraksi wisata, pertunjukan seni yang digelar setiap hari ini menjadi media unjuk kebolehan para siswa sekolah se-Banyuwangi. Karena mereka inilah yang akan dilibatkan sebagai pengisi pertunjukan seni dan budaya daerah.

Penonton pertunjukan seni di Rumah Kreatif Banyuwangi (sumber : Twitter.com/banyuwangi_mall)

Wisatawan bisa datang ke Rumah Kreatif di Jalan Ahmad Yani no. 97 Banyuwangi, yang letaknya di samping Disperindag Banyuwangi. Setiap malam mulai pukul 19.00-21.00 WIB selama setahun penuh akan ditampilkan berbagai kesenian dan budaya lokal yang dimiliki oleh Banyuwangi. Tidak hanya tarian Gandrung, tapi juga semua seni dan budaya lokal yang ada di desa-desa.

Banyuwangi Festival 2017 memang festival yang padat agenda, penuh kreativitas dan kaya warna-warni budaya khas daerah Banyuwangi.

Ayo ke Banyuwangi, Banyuwangi Festival 2017 siap menyambutmu sepanjang tahun.
Ayo ke Banyuwangi, sekali datang kamu pasti ingin kembali!

JADWAL LENGKAP BANYUWANGI FESTIVAL 2017


Jadwal Banyuwangi Festival 2017.
Jadwal lengkap Banyuwangi Festival 2017.

#updated

Banyuwangi Festival 2017 Resmi Dimulai

Agenda wisata tahunan Banyuwangi Festival 2017 resmi dirilis Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (25/1) di tengah hamparan sawah di Desa Banjar, Kecamatan Licin Banyuwangi.

Di atas panggung sederhana dari jerami dan bambu dengan latar para petani yang sedang menanam padi, serta iringan harmoni angklung paglak, Banyuwangi Festival 2017 yang mengusung 72 even secara resmi dimulai.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, launching B-Fest 2017 sengaja digelar di desa dan di tengah sawah karena orientasi B-Fest adalah untuk kemajuan desa. 

“Tahun ini, pengembangan Banyuwangi Festival sengaja kami arahkan ke desa, kami ingin mengambil spirit desa dan para petani yang tidak kenal lelah, pantang menyerah di cuaca apapun.  Kami ingin semangat ini menular  ke dalam penyelenggaraan Banyuwangi Festival,” kata Bupati Anas.

Desa Banjar dipilih sebagai lokasi peluncuran, karena Desa ini mewakili desa-desa di Banyuwangi yang telah tumbuh semangat kemandirian dan giat berinovasi. Bahkan, warga desa Banjar tahun lalu mampu menggelar sebuah festival yang berangkat dari adat setempat yakni Osing Culture Festival yang mengangkat potensi gula nira dan nasi lemang.


"Pemilihan desa Banjar karena selalu ada inovasi baru dari desa ini dan semoga menjadi contoh desa-desa lain untuk meniru semangat dari desa Banjar. Masyarakat desa harus bangga dengan desanya," jelasnya.

Pembukaan Banyuwangi Festival 2017.
Pembukaan Banyuwangi Festival 2017 dilakukan bersama oleh para petinggi di Banyuwangi
(foto : Ira Rachmawati, Bwi medsos)
Bupati Azwar Anas membuka Banyuwangi Festival 2017 (sumber : Beritalima.com)

Peluncuran Banyuwangi Festival 2017 di Desa Banjar.
Peluncuran Banyuwangi Festival 2017 dilakukan ditengah sawah (foto : Ira Rachmawati)

Tarian pembuka Banyuwangi Festival 2017 (foto : Ira Rachmawati)

Pembuatan gula nira oleh warga Banjar, meramaikan pembukaan Banyuwangi Festival 2017 (foto : Ira Rachmawati)

Petani sedang menanam padi sebagai latar peluncuran Banyuwangi Festival 2017. (foto : Ira Rachmawati)



loading...

Back To Top