INFO PERJALANAN KE BANYUWANGI


Info Perjalanan Ke Banyuwangi - Traveler yang sedang merencanakan liburan ke Banyuwangi perlu membuat perhitungan yang cermat. Ada dua alasan untuk ini. Pertama, menyangkut luasnya wilayah Kabupaten Banyuwangi. Sekedar tahu, Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah paling luas di Pulau Jawa dibandingkan kabupaten lain, yaitu 5.782 km2 atau sekitar 578.250 Ha. Selain itu, tempat-tempat wisata yang terletak di Banyuwangi selatan, jaraknya cukup jauh dari kota Banyuwangi.

Alasan kedua, ada beberapa pilihan jalur dan moda transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai Banyuwangi, tergantung lokasi asal traveler. Hal ini berarti traveller dituntut memiliki perencanaan perjalanan yang matang agar waktu liburan yang biasanya tidak lama, dapat dimanfaatkan secara efisien.

Untuk mencapai Banyuwangi, traveller dapat menempuhnya dengan menggunakan moda transportasi darat, laut dan udara.

RUTE PERJALANAN DARAT KE BANYUWANGI

Traveller yang berkunjung ke Banyuwangi dengan jalur darat, bisa masuk lewat Kecamatan Bangsring dari jalur pantura melalui Kabupaten Situbondo atau masuk lewat Kecamatan Kalibaru dari jalur selatan melalui Kabupaten Jember.

Baik lewat jalur pantura maupun jalur selatan, dengan menggunakan jalur transportasi umum, perbedaan jalur baru terjadi di Kabupaten Probolinggo. Artinya jika traveller berangkat dari Surabaya, sampai di Probolinggo jalan yang dilalui adalah sama. Setelah sampai di Probolinggo baru terjadi pemisahan jalur.

Yang lewat jalur pantura akan melanjutkan perjalanan melalui kota Kraksaan - Paiton - Besuki - Situbondo - Asembagus - Wongsorejo/Banyuwangi.

Rute perjalanan ke Banyuwangi lewat jalur pantura via Situbondo.

Sedangkan jika lewat jalur selatan, setelah Probolinggo akan melanjutkan perjalanan melalui kota Leces - Tanggul - Bangsalsari - Rambipuji - Jember - Sempolan - Garahan - Gumitir - Kalibaru - Glenmore  - Genteng - Rogojampi - Kabat - Banyuwangi.

Rute perjalanan ke Banyuwangi lewat jalur selatan via Jember

Dilihat dari jaraknya, dengan mengambil titik keberangkatan dari Surabaya, jika lewat jalur pantura jaraknya memang lebih jauh dibandingkan dengan lewat jalur selatan. Perbedaannya sekitar 38 km.

PERBANDINGAN JARAK SURABAYA - BANYUWANGI

Jarak Surabaya - Banyuwangi via pantura adalah 310 km 
Jarak Surabaya - Banyuwangi via Jember adalah 272 km

Dengan jarak sejauh itu, waktu tempuh menggunakan mobil pribadi dari Surabaya ke Banyuwangi sekitar 7 jam dalam kondisi jalanan normal. Meskipun lewat jalur pantura lebih jauh namun kenyataannya jalur ini adalah jalur yang padat hampir sepanjang hari dengan kendaraan besar dan truk antar pulau. Jalan di sepanjang jalur ini relatif mulus dengan spot menarik seperti pembangkit listrik Paiton, pantai Pasir Putih dan hutan Baluran. Kebanyakan yang menggunakan jalur pantura ini mereka yang akan menuju ke Bali dan sebaliknya yang berasal dari Bali menuju berbagai kota di Pulau Jawa atau luar Jawa.

Sedangkan traveller yang memilih menempuh jalur selatan kebanyakan didominasi mobil pribadi dan truk ukuran besar-sedang. Sama seperti jalur utara, jalur selatan juga cukup padat walau tidak seramai jalur utara, terutama sepanjang jalur Probolinggo - Lumajang banyak dilalui kendaraan besar. Selepas pertigaan Wonorejo ke arah Jatiroto, frekuensi lalu lintas mulai berkurang, apalagi di malam hari. Memasuki Rambipuji sampai Jember lalu lintas kembali ramai. Selepas Jember sampai memasuki Kecamatan Genteng-Banyuwangi, lalu lintas relatif sepi, kecuali di titik tertentu. Spot yang menarik sepanjang jalur selatan ini, antara lain dam Belanda di Jatiroto, kota Jember, dan hutan Gumitir.

Dam Belanda di jalan raya Jatiroto, Lumajang.
Dam Belanda di sisi jalan raya Jatiroto (sumber : Skyscrapercity.com)

TITIK RAWAN PERJALANAN DARAT KE BANYUWANGI

Satu hal yang harus diperhitungkan, baik lewat jalur pantura maupun jalur selatan, traveler akan menghadapi tantangan berupa medan jalan yang rawan kecelakaan. Terdapat sejumlah titik rawan di dua pintu masuk menuju Banyuwangi, yaitu di perbatasan Jember-Banyuwangi dan perbatasan Situbondo-Banyuwangi. 

Jalur pantura di Situbondo merupakan jalur terpanjang di Jawa Timur, yaitu sepanjang 114 km. Dibutuhkan kewaspadaan tinggi ketika melintasi jalur ini, terlebih bagi traveler yang belum mengenal dan melintas kawasan ini.

Titik rawan di jalur ini terdapat di jalan raya Desa Banyuglugur atau di kilometer 159 dari arah Surabaya, dimana kondisi jalan sempit, banyak tikungan, berbatasan dengan tepi pantai disertai tanjakan dan turunan.

Di perbatasan Situbondo-Banyuwangi, traveler harus mewaspadai pada saat memasuki hutan jati di kawasan Taman Nasional Baluran sepanjang sekitar 30 km, khususnya di malam hari, karena suasananya sangat gelap gulita, tiada rumah penduduk dan umumnya kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi.

Hutan Baluran
Hutan di Baluran merangas di musim kemarau (sumber : Skyscrapercity.com)

Di kawasan yang merupakan jalur trans Surabaya-Banyuwangi-Bali ini selalu dipadati kendaraan tronton, trailer dan bis. Sepanjang jalan yang sempit ditumbuhi pepohonan jati nan lebat, banyak tikungan serta jalan menanjak, sering memicu terjadinya kecelakaan dan kemacetan. Sehingga muncul istilah "jalur tengkorak" untuk kawasan ini. Belum lagi keberadaan sebuah tebing curam dengan kedalaman lebih dari 18 meter yang dikenal sebagai "curah tangis" yang menambah keangkeran suasana hutan Baluran.

Saat masuk Kecamatan Wongsorejo ada tikungan jembatan Kramasan yang juga rawan kecelakaan lalu lintas. Begitu juga saat memasuki jalur Watudodol di pantai utara Banyuwangi, traveler juga dituntut kewaspadaan karena kawasan ini dikenal sebagai jalur maut (black spot).

Sedangkan bagi traveler yang menggunakan jalur selatan, ada 6 titik di jalan di Kabupaten Jember-Banyuwangi yang harus diwaspadai. Keenam titik itu adalah Jalan Desa Klatakan Tanggul di kilometer (KM) 28, Jalan Desa Petung Bangsalsari di KM 18 Jember. Kemudian di kawasan kota Jember antara lain Jalan Mohammad Seruji Patrang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro dan Jalan Trunojoyo.

Salah satu wilayah yang paling rawan kecelakaan di jalur Jember-Banyuwangi adalah Gunung Gumitir (kadang disebut juga Kumitir) yang berada di ketinggian 620 m dari permukaan air laut. Kawasan yang paling rawan kecelakaan ini berada di Kecamatan Silo-Jember hingga Kecamatan Kalibaru-Banyuwangi. Walaupun jalannya terbilang mulus dan di sejumlah titik telah terpasang lampu jalan, jalur ini cukup rawan karena memiliki banyak tikungan tajam dan tanjakan. Di daerah yang menjadi tapal batas kabupaten Jember-Banyuwangi itu, terdapat lebih dari 54 tikungan tajam yang menanjak dengan kemiringan antara 10 hingga 40 derajad dalam rentang jalan sepanjang 12 kilometer.

Tikungan di gunung Gumitir
Salah satu tikungan di Gumitir (sumber : Bakulkangkungjpr1.com)

Di kanan kiri jalan sepanjang lokasi yang berjarak 26 Km arah timur Kota Jember ini adalah hutan belukar dan kawasan perkebunan. Jalan ini cukup padat dengan kendaraan besar, seperti bus antar kota dan truk-truk angkutan barang. Meski cukup padat, jalur ini cukup jauh dari perumahan penduduk. Menjelang senja hingga pagi hari hari, biasanya kawasan ini diliputi kabut tebal. Di kalangan para supir yang biasa melintas, kawasan ini dikenal sebagai jalur rawan macet dan kecelakaang lalu lintas, terutama di titik kilometer 31 sampai 38 di puncak Gunung Gumitir.

Kabut di gunung Gumitir perbatasan Jember-Banyuwangi.
Kabut di Gumitir (sumber : Pasangmata.detik.com)

Di musim hujan jalur ini sangat rawan longsor dan pohon tumbang. Hujan yang deras juga mengakibatkan kabut tebal yang sangat menghalangi pandangan  ke depan. Pada jalur ini juga sering terjadi truk dengan muatan berat yang mengalami kerusakan mesin dan mogok di tengah jalan.

Jika terjadi kecelakaan di jalur Gumitir ini bisa dipastikan akan terjadi kemacetan berjam-jam, karena jalannya cukup sempit dan di satu sisi jalan terdapat jurang yang cukup dalam. Sebelum keluar dari hutan Gumitir terdapat tikungan yang juga rawan terjadinya kecelakaan, jadi traveler benar-benar dituntut ekstra waspada saat melewati Gumitir. Sebaiknya hindari melakukan perjalanan di malam hari bagi yang belum mengenal medannya.

Jalur rawan di gunung Gumitir di perbatasan Jember-Banyuwangi.

Ketika memasuki Kecamatan Glenmore, traveler kembali dituntut kehati-hatian saat melewati jalan raya Tulungrejo, karena ini termasuk salah satu jalur maut di Banyuwangi.

Selain titik rawan kecelakaan, saat memasuki wilayah perkotaan, ada titik pasar tumpah yang harus diwaspadai, terutama pasar tumpah di Genteng Wetan dan pasar tumpah di Kecamatan Rogojampi. 

ALTERNATIF TRANSPORTASI DARAT KE BANYUWANGI
Bagi traveler yang akan menuju ke Banyuwangi bisa menggunakan berbagai moda transportasi umum seperti bis umum, travel dan kereta api.

NAIK BIS KE BANYUWANGI 
Jika naik bis umum ke Banyuwangi, traveler bisa berangkat kapan saja, karena tersedia bis dengan rute Banyuwangi selama 24 jam, baik dari arah Surabaya, Malang, maupun kota lainnya. Prinsipnya, dari arah mana pun traveler berangkat, titik temunya di terminal Bayu Angga Probolinggo.

Jika traveler berasal dari luar Jawa Timur, maka tujuan awal adalah Terminal Bungurasih atau juga dikenal sebagai Terminal Purabaya. Dari Terminal Bungurasih tersedia bis ekonomi atau Patas yang menuju Banyuwangi. Jika traveler naik bis ekonomi sebaiknya jangan membeli tiket langsung ke Banyuwangi, waktunya bisa sangat lama karena bis akan melakukan pemberhentian cukup lama di terminal Probolinggo dan Jember. Sebaiknya turun di Terminal Bayu Angga Probolinggo, lalu ganti bis lagi jurusan Jember, turun di Terminal Tawang Alun, lalu ganti lagi bis jurusan Banyuwangi. Dengan cara estafet ini waktu tempuh bisa lebih cepat. Tapi jika traveler naik bis Patas dari Terminal Bungurasih bisa langsung turun ke Jember dengan tarif Rp 60 ribu (tahun 2015), lalu ganti bis ke Banyuwangi.

Jika berangkat dari Malang, traveler bisa naik bis Patas dari Terminal Arjosari ke Probolinggo. Dari terminal Bayu Angga Probolinggo, traveler bisa ganti bis jurusan Jember dan selanjutnya ke Banyuwangi. Jika ingin cepat, sebaiknya pilih bis Patas turun di terminal Tawang Alun Jember, baru ganti bis lagi ke jurusan Banyuwangi. Dari Jember ke Banyuwangi bis Patas frekuensi keberangkatannya agak lama.

Sebetulnya dari Terminal Bayu Angga Probolinggo, untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi, traveler punya 2 pilihan, bisa memilih lewat jalur pantura via Situbondo atau jalur selatan via Jember. Menurut pengalaman seorang blogger, naik bis via jalur pantura waktu tempuhnya sekitar 6,5 jam, lebih cepat 2 jam dibandingkan jika via jalur selatan yang memakan waktu sampai 8,5 jam. Keputusan ditangan traveler.

NAIK TRAVEL KE BANYUWANGI
Jika traveler berasal dari Surabaya atau Malang dan memiliki saudara atau teman sebagai tempat transit atau menginap selama berada di Banyuwangi, tidak ada salahnya menggunakan Travel yang menyediakan jasa antar-jemput dari tempat tinggal kita langsung turun di tempat tujuan. Travel biasanya jadi pilihan bagi wanita atau yang bepergian seorang diri karena pertimbangan faktor keamanan.
Umumnya jadwal keberangkatan travel pada malam hari dengan menggunakan mobil berkapasitas kecil-sedang. Ongkos travel dari Malang/Surabaya ke Banyuwangi sekitar Rp 150 ribu (2015).

KE BANYUWANGI NAIK KERETA API
Salah satu kelebihan jika traveler ke Banyuwangi naik kereta api adalah mendapat bonus pengalaman yang unik pada saat memasuki perbatasan Banyuwangi-Jember, yaitu merasakan sensasi ketika melewati terowongan sebanyak dua kali dan melintasi rel kereta yang berada di atas ketinggian puluhan meter di wilayah Mrawan.
Kereta api melintas di atas rel di wilayah Mrawan, Banyuwangi.
Kereta api sedang melintas di rel kereta api di wilayah Mrawan (sumber : Tempokini.com)

Jika Anda berangkat dari Surabaya, sebaiknya Anda naik dari Stasiun Surabaya Gubeng. Ada pilihan kereta api Mutiara Timur untuk kelas eksekutif dan bisnis, atau kereta api Probowangi untuk kelas ekonomi. Kalau Mutiara Timur punya jadwal keberangkatan dua kali sehari, pagi dan malam hari, sedangkan Probowangi hanya sekali sehari.

Jika lokasi Anda di Malang dan sekitarnya, Anda bisa naik Kereta Api Tawang Alun yang berangkat setiap hari sekali. Sedangkan jika Traveler berangkat dari Yogyakarta dan sekitarnya, tersedia kereta api Sri Tanjung yang menuju Banyuwangi.

Awas, jangan salah turun karena di Banyuwangi terdapat 6 stasiun kereta api. Berturut-turut saat memasuki wilayah Banyuwangi dari arah Jember, traveler akan melewati Stasiun Kalibaru, Stasiun Kali Setail, Stasiun Temuguruh, Stasiun Rogojampi, Stasiun Karang Asem, Stasiun Banyuwangi Baru.

Stasiun kereta api Banyuwangi Baru Kabupaten Banyuwangi
Stasiun Banyuwangi Baru (foto : Kopiwangi)

Keputusan akan turun di stasiun mana, sebaiknya didasarkan tujuan awal yang akan dicapai. Jika tujuan pertama adalah tempat wisata di wilayah Banyuwangi utara dan timur seperti Kawah Ijen, Pulau Tabuhan, Bangsring, atau Baluran, traveler bisa turun di Stasiun Karang Asem yang berada di dalam kota atau Stasiun Banyuwangi Baru yang dekat dengan Pelabuhan Ketapang. Namun jika traveler tiba di Banyuwangi sudah malam, sebaiknya turun di Stasiun Banyuwangi Baru karena tersedia angkot 24 jam menuju kota, kalau di Stasiun Karang Asem selepas maghrib sudah tidak ada angkot, kecuali naik ojek.

Traveler yang turun di stasiun Karangasem bisa memanfaatkan keberadaan rumah singgah yang terletak di depan stasiun. Arahnya, keluar dari stasiun tinggal belok 14 meter ke arah kiri akan menemukan rumah singgah yang dibangun Mas Meyhesa Rahmat. Rumah singgah ini memiliki fasilitas 4 kamar mandi, 6 kamar untuk tidur atau istirahat bagi perempuan dan 2 ruangan terbuka/tempat tidur lesehan untuk laki-laki.

Rumah singgah gratis di depan stasiun Karangasem Banyuwangi bagi backpacker
Rumah singgah didepan Stasiun Karangasem (sumber : Detik.com)

Di sini traveler bisa istirahat bahkan menginap secara gratis sambil mendapatkan banyak informasi tentang perjalanan menuju tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Banyak para backpacker yang berkumpul di sini untuk bersama-sama melakukan perjalanan keliling Banyuwangi dengan sistem sharing cost alias join trip. Dengan begitu lebih irit ongkos.

Jika tujuan pertama traveller adalah wisata yang terdapat di Banyuwangi selatan seperti Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade, atau Plengkung, maka traveler bisa turun di Stasiun Kalibaru. Kenapa Kalibaru? Karena letaknya di pinggir jalan raya. Dari sini traveler bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan dengan bis umum atau sewa mobil.

Lihat juga Info Kereta Api Ke Banyuwangi.

KE BANYUWANGI LEWAT JALUR LAUT
Bagi traveler yang biasa ke Bali, tentu tidak asing dengan Pelabuhan Ketapang yang merupakan tempat penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Pelabuhan Ketapang terletak di Kecamatan Kalipuro yang berjarak hanya sekitar 10 km ke arah utara dari kota Banyuwangi.

Pelabuhan penyeberangan Ketapang Banyuwangi
Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi (sumber : Aktualpost.com)

Letaknya cukup strategis karena berada di pinggir jalan yang dilalui kendaraan yang keluar-masuk ke Banyuwangi dari arah timur. Selain itu letak pelabuhan Ketapang ini berseberangan dengan Stasiun Banyuwangi Baru. Cukup 10 menit ditempuh dengan jalan kaki. Tak heran di wilayah ini selalu ramai dengan berbagai aktivitas dari pagi sampai malam. Terlebih pada masa-masa liburan, kepadatan lalu lintas di sekitar penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini meningkat drastis.

Kapal ferry di Pelabuhan Ketapang beroperasi selama 24 jam, karena itu angkot di Ketapang juga beroperasi 24 jam. Jadi traveler yang datang dari arah Pulau Bali tidak mengalami kesulitan naik angkot menuju kota Banyuwangi. Selain itu traveler juga bisa menggunakan transportasi taksi, sekarang sudah ada 3 perusahaan taksi yang beroperasi di Banyuwangi.

Selain Pelabuhan Ketapang, di Kabupaten Banyuwangi juga terdapat 3 buah pelabuhan lain, yaitu Tanjung Wangi, Muncar dan Boom, namun ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Pelabuhan Tanjung Wangi digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat dan peti kemas sekaligus melayani pelayaran ke kepulauan di bagian timur Madura (seperti Kep. Sapeken, Kep. Kangean dan Kep. Sapudi), pelabuhan Muncar sebagai pelabuhan ikan, dan Pantai Boom yang merupakan pelabuhan lama yang hanya digunakan oleh nelayan lokal. Saat ini pantai Boom sedang disiapkan menjadi pelabuhan Marina yang digunakan tempat bersandar kapal pesiar luar negeri.

Perkembangan terakhir, selain Pelabuhan Ketapang, traveler dari arah Bali dan Lombok bisa menggunakan jalur penyeberangan baru dari Dermaga Jimbaran-Pantai Boom dengan naik kapal cepat. (#updated : saat ini penyeberangan tersebut sudah tidak ada lagi karena kurangnya penumpang).




KE BANYUWANGI LEWAT JALUR UDARA

Kabupaten Banyuwangi memiliki bandara Blimbingsari yang terletak di Kecamatan Rogojampi, yang jaraknya sekitar 20 km dari kota Banyuwangi. Pada saat ini (2015) bandara Blimbingsari sedang dilakukan pengembangan, yaitu pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas 250 ribu penumpang yang dirancang dengan konsep green airport. Selain itu landasan pacunya juga ditambah menjadi 2.250 meter dari sebelumnya 1900 meter, sehingga nantinya bisa didarati pesawat sekelas Boeing.

Ada dua maskapai penerbangan nasional yang beroperasi di Bandara Blimbingsari, yaitu Wing's Air dan Garuda Indonesia yang melayani 3 rute penerbangan setiap hari dengan rute Surabaya-Banyuwangi Pergi-Pulang.

Sampai akhir  2016, rute Surabaya-Banyuwangi dilayani Garuda dengan 2x penerbangan setiap hari dengan jadwal keberangkatan ke Banyuwangi pukul 05.50 WIB  dan pukul 11.45 WIB dengan lama penerbangan sekitar 60 menit.

Sedangkan Wings Air membuka penerbangan dari Surabaya ke Banyuwangi 1x sehari dengan jadwal keberangkatan ke Banyuwangi pukul 12.00 WIB dengan lama penerbangan 50 menit.

Untuk penerbangan dari Denpasar ke Banyuwangi yang pernah ada sebelumnya, saat ini masih belum dibuka lagi. Sebaliknya pada April 2017 akan dibuka penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi yang dilayani maskapai Sriwijaya Air.

Selengkapnya lihat Jadwal Penerbangan ke Banyuwangi.





TIPS MELAKUKAN PERJALANAN  KE BANYUWANGI

- Bagi traveller yang akan melakukan perjalanan ke Banyuwangi lewat darat menggunakan mobil pribadi, sebaiknya berangkat pada pagi hari dari tempat asal. Sehingga bisa sampai di Banyuwangi sebelum malam hari. Mengendarai mobil di malam hari baik lewat jalur pantura maupun jalur selatan lebih beresiko, terutama bagi yang baru pertama mengenal medannya.
- Jika traveller harus berkendara di malam hari, melalui jalur selatan lebih direkomendasikan. Pertimbangannya adalah sepanjang jalan di jalur ini lebih padat penduduknya, sehingga jika mengalami masalah di tengah jalan lebih mudah mendapatkan bantuan.
- Jangan memaksakan diri menyetir dalam kondisi badan capek dan mulai mengantuk, lebih baik istirahat sejenak di tempat-tempat tertentu seperti pom bensin. Jika melintas di jalur pantura, terdapat rest area di sejumlah titik, yaitu di Paiton, Pasir Putih, rest area di hutan Baluran km 5, dan Masjid Bintang Bangsring-Banyuwangi. Jika melalui jalur selatan, rest area Gumitir dapat menjadi pilihan untuk beristirahat sambil mengisi perut.
loading...

38 komentar

Mantab gannn :D

www.semangatbanyuwangi.com

saran dong gan , saya dr bandung pengen coba wisata ke banyuwangi baik nya pake KA atau pesawat?

Unt menghemat waktu sebaiknya naik pesawat. Tp sepertinya harus terbang ke Juanda dulu, baru ganti penerbangan ke Bwi dg Garuda atau Wings. Kalau brkt dr Bandung pagi msh keburu jadwalnya. Siang pk 12.15 sdh sampai Bwi. Bisa city tour dulu, malamnya naik ke Ijen.

Mohon info penginapan terdekat dengan red island gan. Trims

Di Pulau Merah banyak terdapat homestay.
http://www.banyuwangibagus.com/2015/05/info-homestay-di-banyuwangi.html

Sedangkan untuk penginapan/hotel ada di wilayah Kec. Jajag, sekitar 25 km sebelum Pulau Merah.
http://www.banyuwangibagus.com/2015/03/daftar-hotel-online-di-banyuwangi.html

Tks mas infonya..
Sangat membantu..
Btw boleh minta ulasan kalo seandainya dari bandara banyuwangi / stasiun karang asam menuju baluran berapa lama? Tks

Kalau tujuannya ke Baluran, naik kereta api TURUN di Stasiun Banyuwangi Baru, jangan Karang Asem. Terus ganti bus umum jurusan Banyuwangi-Situbondo, bilang ke kondekturnya Anda akan turun di Taman Nasional Baluran. Jarak Sta. Banyuwangi Baru sampai pintu gerbang Baluran sekitar 30km.

Kalau naik pesawat, dari Bandara Blimbingsari jaraknya sekitar 57 km ke Baluran. Tidak ada transportasi langsung menuju Baluran. Alternatifnya naik taksi.

mohon informasi : kl kereta smpai karang asem jam 3 sore, kl mau ke ijen (rencana sewa motor) lebih baik jalan jam berapa ya? apa kalau malam aman dan jalan mudah dicari? atau sore saja? adakah home stay di dekat pos pendakian?
- dari ijen rencana ke tn. baluran kemudian ke bangsring / tabuhan. waktu 1 hari apa cukup?
- hari berikutnya rencana ke green bay kemudian ke pulau merah.
pertanyaannya , efektifkah? atau kebalik balik? terima kasih.

- Dari Sta Karang Asem sebaiknya langsung ke Ijen. Tidak direkomendasikan jalan malam ke Ijen tanpa pemandu lokal. Jika ada masalah di tengah jalan Anda akan kesulitan meminta pertolongan karena jalanan sepi, kecuali Anda datang berombongan. Untuk homestay ada di sekitar Paltuding.
- Ijen-Baluran-Bangsring bisa 1 hari tp sebetulnya tidak efisien karena dari Ijen ke Baluran akan melewati Bangsring. Berarti rutenya memutar.
- Jika dari pantura, rute yg ideal adalah : Baluran, bangsring, Ijen. Besuknya dari Ijen-Pulau Merah-Teluk Hijau.
- Jika dari arah Jember : Teluk Hijau-Pulau Merah-Ijen. Besuknya Ijen-Bangsring-Baluran.

Makasih atS informasi yang sudah diberikan disitus.. Sangat membantu sekali bagi saya.. Boleh minta rekomendasi? Saya berdua dengan istri rencana dari jogja ke banyuwangi, rencana explore total 3hari ke Ijen, ke Baluran (bekol, bama), ke Songgon, ke Pulau Merah (pulau merah, green bay), Pulau Tabuhan (Tabuhan, Bangsring underwater).. Saya mau tanya 1. rekomendasi untuk turun di stasiun mana dan saya explore lebih dulu mana? Awalnya saya mau ke karang asem lanjut ke ijen, tapi katanya tidak disarankan karena sampai banyuwangi malem 2. Saya juga ingin ke sadengan, bagaimana caranya? Bisakah dengan motor?

Dengan asumsi Anda dtg naik KA dan akan mengeplore Bwi dengan motor, maka yg tepat adalah turun di Stasiun Karangasem. Ini opsinya.
Jika ingin sampai Bwi pagi hari, Anda bisa naik Mutiara Timur Malam berangkat pk 22.00 & sampai pk 04.25 WIB. Di sekitar Sta Karangasem ada beberapa persewaan motor, Anda bisa bandingkan. Sewanya 75 ribu/hr belum bensin. Dari sini langsung ke Ijen sekitar 1 jam perjalanan. Ini berarti Anda tidak melihat Api Biru. Dari Ijen usahakan pk 10.00 sudah turun Paltuding, selanjutnya ke Bangsring sejauh 50 km, dg tujuan Rumah Apung & Tabuhan. Lalu ke Baluran sebleum pk 15.00 dg waktu tempuh sekitar 1 jam. Bermalam di Baluran/pantai Bama. Hari kedua, ke Sadengan di Kec. Tegaldlimo yg berjarak 110 km dr Baluran. Usahakan sblm pk 12.00 sdh sampai. Selanjutnya ke Teluk Hijau yg berjarak 72 km. Dr Teluk Hijau lalu ke Pulau Merah (30km) menikmati sunset dan bermalam di homestay disana. Hari ketiga, Pulau Merah ke Songgon (62km) menikmati rafting. Sore balik ke Banyuwangi kota dan sempatkan menikmati wisata kota (Pantai Boom, Taman Sritanjung,dll) sebelum kembali ke Sta Karangasem dan mengembalikan motor sewaan. Balik Yogya via Mutiara malam pk 22.15 dr Sta Karangasem.

Jika Anda ingin ke Ijen malam hari, maka hari 1 rutenya : Sta Karangasem > Baluran > Bangsring/Tabuhan > Ijen. Tapi ini akan sangat menguras energi. Hari 2 : Ijen > Sadengan > Teluk Hijau > P Merah. Hari 3 : PM > Songgon > Bwi Kota. Saran: Di Sadengan jgn tergoda ke tempat lain di Alas Purwo krn akan menyita waktu. Semoga bermanfaat.

Wah infonya sangat lengkap.. Amat sangat berterima kasih, dan informatif, jauh lebih mudah hehehe.. Kalau boleh tanya lagi, 1. jalan ke sadengan dengan motor sudah bisa dilalui motor dengan lebih mudah berarti? 2. Kalau dibalik, hari kedua main disonggon dan bwi baru hari ketiga ke sadengan, dgn pertimbangan efisiensi tenaga bagaimana?
Rencana baru oktober, paling lambat november karena menunggu ramadhan, tapi sudah kebayang-bayang pengen banget kesana..

1. Ke Sadeng & lokasi lain di Alas Purwo bisa dilalui motor, kecuali Plengkung tidak boleh.
2. Bisa ke Songgon hari 2, rute : Baluran-Songgon-AIR TERJUN JAGIR/KEMIREN-City tour. Bermalam di Bwi kota. Tp rencana hari 3 berubah, yaitu dr PM langsung balik ke Stasiun Karangasem.

Info nya manfaat sekali...

Saya jg mau tanya, saya dari jakarta rencana mau naik pesawat bareng orang asing..

Baiknya turun di surabaya (Juanda) atau Bali (Ngurah Rai)

Klo di surabaya naik apa ?
kalo di bali naik apa ?

Rencana klo turun di bali/surabaya melalui jalur darat...

Thanks

Mas, saya tgl 5-7 mei mau ke bwi. Rencana mau naik motor explore bwi: ijen, teluk hijau, p. merah, baluran, menjangan. Sampai bwi tgl 5 mei sore lbh baik saya kmna dlu, kemudian hr berikutnya? Tgl 7 mei sore saya hrs blk sby lg. Terima kasih.

Kalau dari Sby ke Banyuwangi via darat sebaiknya naik KA Mutiara Timur pagi atau malam. Kalau dari Ngurah Rai bisa naik travel atau bis.
Kenapa tidak terbang langsung dari Jakarta ke Banyuwangi ?
Setiap hari ada penerbangan dari Jakarta ke Banyuwangi dengan Lion Air atau Garuda Indonesia. http://bit.do/tiket-promo-garuda

Tgl. 5 sore sampai Banyuwangi langsung sewa motor ke Ijen
tg 6 pagi dari Ijen ke Teluk Hijau, dilanjut Pulau Merah, langsung ke Baluran, menginap di wisma di sana.
tg 7 pagi dari Baluran ke Bangsring/Grand Watu Dodol naik perahu PP ke Menjangan, sore balik ke Stasiun Karangasem.

Infonya sangat membantu sekali kami mau tanya tmpat istrhat smntra yg nyaman sblum smpai banyuwnagi dri arah gresik enkany dimana ya pak?
Klo dri hotel watudodol ato ketapang kearah pulau merah butuh waktu brpa jam.
Sbenarny klo qta 2 hari d banyuwangi lbih baik mngunjungi wista mna sja trmksih.

Dari arah Gresik sebaiknya masuk Banyuwangi dari Jember, bisa istirahat sejenak di Cafe Gumitir, tempatnya luas, pemandangan bagus dan fasilitas toilet dan tempat ibadah ada. Tapi kalau dari arah Pantura, bisa istirahat di Wongsorejo. Ketapang ke Pulau Merah jaraknya 75 km bisa ditempuh dalam 2 jam.
Banyak lokasi wisata di Banyuwangi dan sebarannya cukup berjauhan. Tergantung minat kita. Jika waktunya 2 hari agar mendapat pengalaman yg banyak, rutenya harus searah. Hari 1 : Bangsring, Tabuhan, Grand Watu dodol, city tour, air terjun Kampung Anyar/perkebunan kalibendo, malamnya naik Kawah Ijen. Hari 2 : Alas Purwo (Sadengan dan 1-2 pantainya), Teluk Hijau, Pulau Merah. Semoga membantu.

Info nya lengkap bgt.sgt brmbfaat.
Siang nanti rencana mau ke banyuwangi dg mobil pribadi.saya dr indramayu dan baru prtma x ni saya akan mlakukan pjlanan dan blm mengenal medan.sebaiknya lewat mana dan urutan jalur dari kota ke kota,agar nanti bisa baca plang /petunjuk arah lbh mudah.trims atas fast responya. Urgent

Karena posisi Indramayu di Pantura, jadi rutenya lewat pantura dari Indramayu sampai Probolinggo. Indramayu-Cirebon-Tegal-Pekalongan-Semarang-Tuban-Surabaya-Probolinggo.

Dari Probolinggo ini untuk ke Banyuwangi ada jalur, yaitu tetap lewat pantura (Probolinggo-Kraksaan-Besuki-Situbondo-Wongsorejo/Banyuwangi) dan masuk Banyuwangi dari arah timur.

Kedua lewat jalur selatan (Banyuwangi-Leces-Lumajang pinggiran-Jatiroto-Rambipuji-Jember-Kalibaru/Banyuwangi) dan masuk Banyuwangi dari arah barat. Jika Anda bersama keluarga, saya sarankan setelah sampai Probolinggo lewat jalur selatan. Karena jalannya lebih rindang, bisa lebih santai dan banyak tempat persinggahan spt Pom bensin unt istirahat, mengingat perjalanan Indramayu-Banyuwangi sekitar 22 jam. Semoga bermanfaat.

mau tanya ini bang, saya akan melakukan perjalanan ke Banyuwangi menggunakan KA mutiara timur malam dari Surabaya gubeng. sampe di stasiun Banyuwangi baru jam 04.25, apakah disana sudah ada taxi atau ojek? terimkasih

Biasanya transportasi yang ngetem di stasiun justru menunggu kedatangan kereta api, karena pada saat itu bisa diharapkan akan mendapatkan penumpang.

Halo kak. Sekarang saya lg ada di Situbondo.
Rabu siang nnt rencananya mau terus k Banyuwangi.
Naik bis lalu langsung singgah di Baluran.
Sy mau tanya untuk d Baluran nanti, di sekitar jalan besar Pantura dan pintu masuk nya apa banyak rumah penduduk?
Atau setidaknya aman untuk perempuan sendiri?
Lalu sore atau malamnya saya langsung lanjut bis ke Bwi.
Ada rekomendasi gak untuk pemberhentian/rumah singgah dan penyewaan motor di Bwi, karena kalau sempat sy maulgsung k Ijen dan besoknya k Bangsring lalu kembali k Malang. Dari hasil baca2, 3tempat itu yg paling memungkinkan. Atau mungkin rekomendasi tempat lain yang bisa dikunjungi, Nambah satu hari d Bwi mgkin bsa sy pertimbangkan lg hehe. Terima kasih

Halo Inkaa. Usahakan dari Situbondo pagi shg ngatur waktunya lebih leluasa. Misalnya pk 08 sdh sampai di pintu gerbang Baluran yg jaraknya hanya sekitar 200mtr dr jalan raya pantura.

Trus sewa ojek keliling Baluran. Sampai Bama ongkosnya 70rb PP atau 35rb sekali jalan. Pk 12 siang lanjutkan ke Bangsring, jgn lupa pesan kondekturnya turun di jalan menuju pantai Bangsring spy tidak kelewatan.

Dari Bangsring lanjut naik bis turun di terminal Sritanjung, dekat pelabuhan Ketapang. Lanjut angkot ke stasiun Karangasem. Disekitar stasiun cari info sewa motor. Perjalanan ke Paltuding sekitar 1jam. Usahakan sblm maghrib sdh sampai krn jalan sendiri.

Hari 2 dr Ijen ke Rajekwesi/Teluk Hijau dan Pulau Merah, balik Banyuwangi kota, city tour (pantai Boom, Taman Sritanjung, Taman Blambangan, beki oleh2), kembali ke Sta Karangasem. Menginap di homestay di sekitar situ. Esok paginya pk 05.00 naik KA Tawangalun tujuan Malang. Semoga membantu.

Selamat pagi. Saya dari kalimantan ingin ekslplore banyuwangi saya membawa istri dan 1 orang anak berusia 7 tahun. Untuk eksplore banyuwangi bagusnya nyewa motor atau mobil yah? Nah kalo mobil ada persewaan juga disana?

Apakah bagus jika hanya menginap di hotel di tengah kota, tanpa menginap di sekitar lokasi wisata?

Kira2 saya akan esksplore di bulan desember dengan durasi 4 hari. Kemana saja rekomendasinya jika saya sewa mobil?

Kalau bawa istri dan anak kecil sebaiknya sewa mobil. Jika Anda datang ke Banyuwangi naik kereta api bisa turun di stasiun Karangasem, lalu cari info sewa mobil di sekitar stasiun. Disitu ada beberapa persewaan mobil/motor.

Untuk penginapan bisa menyesuaikan dengan tujuan, tapi karena Anda punya cukup banyak waktu di Banyuwangi saya menyarankan sebaiknya untuk penginapan tidak terpatok di satu hotel, tapi bisa berpindah-pindah tempat sesuai dengan tujuan wisata. Misalnya sore hari sampai di Pulau Merah, maka Anda bisa menyewa homestay di sekitar lokasi untuk tempat bermalam. Begitu seterusnya. Jika Anda menetapkan menginap di hotel yg sama, konsekuennya Anda harus kembali ke lokasi hotel tsb.

Wah, sangat mwmbantu sekali informasinya. Besok saya akan ke Ijen. Apakah di Banyuwangi ada rental peralatan camping yang bisa cod di karangasem?

Sejauh yg saya ketahui belum ada rental camping di daerah Karangasem.

maaf, kereta mutiara timur malam . memangnya dr jogja ada mas?
bukannya sri tanjung saja ya yg dr jogja? mohon pencerahannya

Tks banyak info2nya...
Sangat2 membantu n sangat jelas.
Semoga bln ini terwujud ke banyuwangi. Aminnnn

Selamat siang mas
Mas saya dari denpasar bali saya berencana mau liburan ke bwi selama 3 hari...saya berencana menyewa travel dari denpasar dan nyebrang dari gilimanuk ke ketapang. Pertanyaan saya :
1. Setelah sampai di ketapang kira2 ada ojek tidak ya yg bsa anterin ke penginapan?
2. Penginapan yg murah dan hemat itu di daerah mana ya mas mengingat saya ingin mengunjungi hari 1 : kawah wurung,air terjun kali pait, air terjun niagara mini, dan air terjun gentongan dan hari ke 2 : pantai wedi ireng, pantai parangkursi, pantai Grand New Watudodol, dan bukit watudodol yang ada ikon tari gandrungna di sitobondo
3. Rencana nya jika ingin ke tempat wisata itu saya ingin menyewa motor, lokasi tempat menyewa motor yg bagus dan deket penginapan yg mas saranin sblumnya di no 2 dmn ya

sebelumnya terima kasih atas jawaban nya mas

Melihat rute perjalanan Anda sebaiknya memang sewa motor. Sebaiknya dari Denpasar naik travel yg bisa mengantarkan/turun di stasiun Karangasem, lalu cari info sewa motor di sekitar stasiun. Saya asumsikan Anda sampai di Banyuwangi pagi hari.

Untuk rutenya, saya sarankan :
Hari 1 : Kawah wurung,air terjun kali pait, air terjun niagara mini, dan air terjun gentongan. Jika waktunya sempat, mampir ke air terjun Jagir, sebelum kembali ke Stasiun Karangasem, cari tempat penginapan disana.

Hari 2 : Dari sta. Karangasem ke Pantai Bangsring, New Grand Watudodok, Watudodol+bukitnya (searah jalurnya), Wedi Ireng, Parangkursi, malamnya menginap di homestay Pulau Merah.

Hari 3 : Menikmati sunrise Pulau Merah, ke sta Karangasem untuk mengembalikan motor. Dari sini bisa naik KA Probowangi pk 11.30 menuju sta Banyuwangi Baru. Selanjutnya tinggal nyeberang jalan ke Pelabuhan Ketapang , kembali ke Denpasar. Selamat berlibur.

KA Mutiara Timur rutenya Surabaya-Banyuwangi PP. Dalam konteks jawaban saya diatas, agar bisa sampai di Banyuwangi pagi hari dg KA, maka yg tepat adalah naik KA Mutiara Timur Malam yg berangkat malam hari dr Surabaya, sampai Bwi pagi hari.

Selamat sore. Saya dan teman2 berencana utk ke Banyuwangi 17-20 Agustus besok. Start Sby 17 malam dg ka mutiara timur, sampai karangasem subuh. Kami menyewa motor utk keliling2. Rencananya hari 1 (18/8) ke daerah selatan dulu (pulau merah & teluk ijo), kemudian malam menginap di Banyuwangi kota. Hari kedua ke Baluran & Ijen. Tp jika masih ada waktu pengen ke tempat lain. Apakah ada rekomendasi? Hari 3 setelah turun ijen pengennya muter2 banyuwangi kota sbelum kembali ke karang asem utk pulang dg kereta jam 13.45. Apa itinerary tersebut efektif? Atau ada rekomendasi lain? Terimakasih sebelumnya

Pada dasarnya rencana perjalanannya sudah baik, namun saya sarankan sedikit perubahan& penambahan obyek wisata.
Hari 1 : Rajekwesi/Teluk Hijau - Wedi Ireng - Pulau Merah. Saya sarankan bermalam di homestay Pulau Merah drpd balik ke Banyuwangi kota, dg pertimbangan lebih banyak kesempatan beristirahat sekaligus menikmati sunset Pulau Merah dan paginya berkesempatan menikmati sunrisenya.
Hari 2 : Baluran (sejauh 115km) - Pantai Bangsring/Grand Watudodol/Watudodol - Air terjun Jagir - Paltuding/Ijen. Ada beberapa jam waktu istirahat sambil menunggu pendakian tengah malam.
Hari 3 : Bukit Kawah Wurung - city tour (pantai Boom, Taman Sritanjung, Taman Blambangan) sesuaikan waktu yg masih tersedia. Semoga bermanfaat.

Kak, jum'at malam saya mau ke Bwi dr arah sby naik KA mutiara timur. Dan minggu sore harus sampai SBY lagi.
Boleh minta info destinasinya ke mana aja mengingat waktu yang sedikit. yang penting bisa ke Baluran.

thanks kak.

Naik KA Mutiara Timur Jum'at malam dari Sby sampai Banyuwangi subuh hari Sabtu. Praktis waktumu berlibur di Banyuwangi hanya sehari pada hari Sabtu.

Sebaiknya kamu turun di Stasiun Karangasem (jangan Banyuwangi Baru), selanjutnya sewa motor di sekitar stasiun sekaligus bisa cari penginapan disini, ini akan memudahkan waktu pulangnya.

Tujuan pertama adalah Baluran yg berjarak sekitar 50km yg dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Di Baluran batasi sampai pk 12.00, selanjutnya ke Bangsring underwater menikmati Rumah Apung sembari snorkeling.

Dari Bangsring lanjutkan perjalanan ke Grand Watu Dodol, Pantai Watudodol (jangan lupa naik bukit selfie diseberangnya). Diperkirakan masuk kota Banyuwangi sudah sore. Kamu bisa menuju Pantai Boom dan atau Taman Sritanjung, selanjutnya kembali ke penginapan.

Malam hari kamu bisa city tour, keliling kota Banyuwangi sekaligus menikmati kuliner khas seperti Sego Tempong, Rujak Soto, Rawon Pecel.

Karena Minggu sore sudah harus sampai Sby, kamu bisa balik naik KA Sritanjung yg berangkat pk 6.45 atau Mutiara Timur pagi pk 09.15 dr Stasiun Karangasem, sebaiknya pilih yg kedua agar persiapan pulang tidak terburu-buru. Selamat berlibur.

Back To Top