KE BANYUWANGI ENAK LEWAT JALUR PANTURA ATAU JALUR BARAT VIA JEMBER YA?


Ke Banyuwangi Lewat Jalur Mana - Kalau berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi naik mobil, sebaiknya lewat jalur Pantura atau jalur Barat via Jember? Demikian inti pertanyaan dari Sherli Dewi Kusumah yang dikirim lewat email.
Ke Banyuwangi enak lewat jalur pantura atau jalur barat via jember
Rute menuju Banyuwangi dari Probolinggo. Warna biru melalui jalur Pantura, warna merah melalui jalur Barat via Jember.
Sherli dari Bandung, ia berencana berlibur ke Banyuwangi pada tanggal 19 Juni 2018 bertepatan libur lebaran. Dari Bandung dia naik kereta api, turun di Stasiun Gubeng Surabaya. Sebenarnya sih mau nerusin naik kereta api sampai Banyuwangi, tapi rupanya pada tanggal tersebut tiketnya sudah sold out. Sehingga pilihannya adalah naik mobil, tentunya dia bersama rombongan.

Selain Banyuwangi yang menjadi tujuan utama, Sherli juga ingin singgah dulu di tempat wisata di kota-kota yang dilewati sepanjang perjalanan menuju Banyuwangi. Mlipir tipis-tipis gitulah. Ibaratnya perjalanan ke Banyuwangi cukup jauh, kenapa tidak sekalian menikmati wisata di sekitar jalan yang dilewati.

Saya pikir banyak wisatawan dari luar Jawa Timur khususnya yang bermaksud berwisata ke Banyuwangi punya pemikiran yang sama, namun kurang mengetahui lokasi wisata mana saja yang bisa singgahi dalam waktu yang singkat. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu kamu merencanakan perjalanan ke Banyuwangi dengan sebaik-baiknya.

Untuk mudahnya saya mengambil titik awal dari Surabaya, tepatnya dari Tugu Pahlawan. Dan titik awal Banyuwangi dari Kantor Pemkab Banyuwangi di jalan Ahmad Yani. Menurut Google Maps dari Surabaya ke Banyuwangi jaraknya adalah 309 km, yang dapat ditempuh dengan mobil sekitar 7 jam.

Surabaya-Banyuwangi lewat jalur pantura.
Seperti diketahui, perjalanan darat menuju Banyuwangi dapat ditempuh melalui dua jalur. Yaitu Jalur Pantura yang melewati pantai utara dan Jalur Barat yang melewati Kabupaten Jember.

Yang menarik Google Maps mengarahkan perjalanan ke Banyuwangi melewati jalur Pantura. Hal ini sesuai dengan cara kerja Google Maps yang mencarikan rute terdekat untuk mencapai lokasi yang dituju. Ini berarti bahwa jalur menuju Banyuwangi lewat Pantura lebih dekat daripada lewat Jember.

Ke Banyuwangi via jalur Barat

Versi Google maps, jarak Surabaya-Banyuwangi lewat Jember adalah 316 km. Atau selisih 7 km lebih jauh daripada lewat Pantura. Padahal pada artikel Info Perjalanan ke Banyuwangi, data dari Google menunjukkan hasil sebaliknya, yaitu jarak Surabaya-Banyuwangi via Jember adalah 272 km, atau berbeda 44 km.

Karena Google Maps adalah aplikasi yang selalu diperbaui algoritmanya, maka bisa dikatakan versi terbaru inilah yang bisa dijadikan patokan. Kenyataannya, perbedaan jarak tempuh maupun waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi tidak terlalu banyak. Artinya, wisatawan mau lewat Pantura maupun lewat Jember tidak menjadi masalah.

Dengan perbedaan jarak yang tidak terlalu banyak, berarti keputusan ke Banyuwangi apakah akan melewati jalur Pantura atau Jalur Barat via Jember bisa berdasarkan pertimbangan lain. Apa itu?





LOKASI WISATA TUJUAN UTAMA YANG AKAN DIKUNJUNGI DI BANYUWANGI


Kamu tentu tidak hanya akan ke satu lokasi wisata di Banyuwangi. Ada beberapa tempat yang akan kamu tuju, tapi tentu ada satu-dua tempat wisata yang menjadi tujuan utamamu selama di Banyuwangi. Sama-sama suka pantai bisa beda interest.

Yang hobi snorkeling misalnya, tentu tidak akan melewatkan Pantai Bangsring atau Grand Watu Dodol. Anda mungkin ke Pulau Merah juga, tapi disana kamu tidak bisa melakukan snorkeling, tapi bisa melakukan surfing.

Misalnya kamu akan menjelajahi wisata di wilayah selatan Banyuwangi, seperti Pantai Sukamade, Teluk Hijau, Pantai Rajekwesi, Pantai Pulau Merah, dan sekitarnya. Dengan titik pusat Teluk Hijau, maka jarak tempuhnya adalah 338 km jika melewati jalur Barat via Jember.

Surabaya-Teluk Hijau via jalur barat.
Surabaya-Teluk Hijau via jalur barat

Namun jika perjalanan menuju ke Teluk Hijau ditempuh melalui jalur Pantura, maka jarak tempuh yang harus dilalui menjadi 387 km. Atau selisih 49 km lebih jauh.

Surabaya-Teluk Hijau via jalur pantura.
Surabaya-Teluk Hijau via jalur pantura.

Ini artinya, jika kamu akan menyusuri wisata di sekitar Banyuwangi selatan, sebaiknya datang lewat jalur Barat atau lewat Jember agar jarak tempuhnya lebih dekat.

Sekarang bandingkan jika tujuan pertama kamu adalah Pantai Bangsring. Apakah kamu akan lewat jalur Pantura atau Jalur Jember? Kita buktikan saja.

Jika kamu dari Surabaya akan ke wisata Pantai Bangsring yang terkenal dengan Bangsring Underwaternya lewat jalur Barat via Jember, maka kamu harus menempuh jarak sejauh 339 km atau sekitar 8 jam 30 menit dengan kondisi perjalanan normal.

Surabaya-Bangsring via jalur barat
Surabaya-Bangsring via jalur barat.

Tapi kalau kamu lewat jalur Pantura, maka hanya menempuh jarak sejauh 287 km atau 6 jam 37 menit perjalanan normal. Alias lebih dekat dan lebih cepat sampai tujuan.

Ada perbedaan jarak sekitar 52 km untuk mencapai Pantai Bangsring antara jalur Pantura dan jalur Jember. Kira-kira kamu akan lewat jalur mana?

Surabaya-Bangsring via jalur utara
Surabaya-Bangsring via jalur utara
Faktor lokasi tujuan utama wisata menjadi penting karena Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah yang luas. Bukan hanya paling luas se Jawa Timur, tapi se Pulau Jawa.

Jika kamu masuk ke Banyuwangi dari sisi utara yang berbatasan dengan Situbondo lalu keluar lewat jalur Barat yang berbatasan dengan Jember, maka kamu harus menempuh jarak tak kurang dari 100 km melalui jalan terdekat.

Jarak antara pintu masuk Banyuwangi di jalur utara di Wongsorejo dan pintu masuk Banyuwangi di Kalibaru di jalur barat.

Atau jika kamu dari mendaki Kawah Ijen yang posisinya di wilayah utara Banyuwangi lalu menuju ke Teluk Hijau di wilayah selatan Banyuwangi, maka kamu harus menempuh perjalanan sejauh 111 km atau butuh waktu 3 jam perjalanan lebih untuk mencapainya. Ini belum sampai ke Pantai Sukamade yang letaknya lebih jauh lagi.

Jarak antara Paltuding di kawasan Ijen di utara Banyuwangi dan Teluk Hijau di selatan Banyuwangi.
Dengan mempertimbangkan faktor lokasi tujuan utama tadi, maka kamu sudah bisa menentukan sebaiknya ke Banyuwangi lewat jalur utara atau jalur Barat. Jangan sampai waktu kamu habis dijalanan karena salah merencanakan jalur perjalanan wisata.

Selain faktor obyek wisata di Banyuwangi yang akan dituju, kamu mungkin juga ingin mampir di beberapa obyek wisata yang dilewati di sepanjang perjalanan menuju Banyuwangi yang masih mungkin dijangkau.

Berikut tempat wisata yang berada di sepanjang perjalanan menuju Banyuwangi, baik yang lewat jalur Pantura maupun lewat jalur Barat via Jember. Pemilahan obyek wisata tersebut berdasarkan letaknya yang masih berada di sekitar poros jalan raya, akses jalan yang lancar, sehingga memungkinkan untuk disinggahi dalam waktu yang tidak terlalu lama, sekitar 30-60 menit.

Jika kamu memutuskan melewati jalur utara dalam perjalanan ke Banyuwangi, maka ada beberapa tempat wisata yang bisa disinggahi di sepanjang jalur Pantura. Diawali dari kota Probolinggo, karena perbedaan jalur menuju ke Banyuwangi dari Surabaya dimulai dari kota ini.



WISATA DI SEPANJANG JALUR PANTURA MENUJU BANYUWANGI


WISATA PROBOLINGGO


Kabupaten Probolinggo memiliki wisata unggulan seperti Gunung Bromo, Air terjun Madakaripura, namun umumnya lokasinya cukup jauh untuk dinikmati dalam waktu singkat. Berikut ini beberapa destinasi wisata Probolinggo yang bisa disinggahi dalam perjalanan menuju Banyuwangi lewat jalur pantura.

Bee Jay Bakau Resort
Wisata BJBR
Wisata mangrove BJBR di Probolinggo (via Youtube)
Lebih dikenal sebagai BJBR, merupakan wahana ekowisata bakau seluas 5 ha yang dilengkapi resort dengan pemandangan hutan bakau dan laut. Letaknya di Pelabuhan PPP Mayangan, kota Probolinggo. Dari jalan raya Probolinggo jaraknya hanya sekitar 4 km, BJBR pantas menjadi jujugan dalam perjalanan menuju Banyuwangi.

Lokasi BJBR DISINI


Taman Wisata Studi Lingkungan
wisata studi lingkungan di Probolinggo
TWSL Probolinggo memiliki beragam flora dan fauna (via Detik.com)
Letaknya di dalam kota, tepatnya di jalan Basuki Rachmad, Mangunharjo, Mayangan, kota Probolinggo, sehingga mudah dijangkau. Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) awalnya adalah ruang terbuka hijau sebelum akhirnya dikembangkan menjadi tempat wisata studi lingkungan.

Didalamnya tidak hanya terdapat pepohonan, namun juga memiliki koleksi binatang seperti komodo, singa, kera, buaya, reptil dan aneka burung yang seluruhnya sekitar 200 satwa. Keberadaan aneka flora dan fauna di lokasi ini membuat warga sering menyebutnya sebagai kebun binatang mini. Fasilitas yang tersedia di TWSL antara lain teater mini, areal berkemah dan fasilitas bermain. Fasilitas terbaru yang ada di TWSL adalah Cinema 6D yang baru pertama kalinya ada di Jawa Timur.

Lokasi TWSL DISINI


Pantai Bentar
Pantai Bentar Probolinggo
Jembatan di Pantai Bentar Probolinggo (via Tabloidwisata.com)
Dalam perjalanan menuju Banyuwangi lewat jalur pantura, kamu pasti akan melewati Pantai Bentar. Karena lokasinya memang tepat berada di tepi jalan raya pantura. Maka tidak ada ruginya kamu menyempatkan diri untuk berhenti sejenak di Pantai Bentar.

Spot menarik di tempat ini adalah jembatan kayu sepanjang 50 meter yang menjorok ke tengah laut. Dengan latar laut luas, jembatan ini memang menjadi spot favorit para pengunjung untuk berfoto selfie dan wefie.

Salah satu atraksi yang menjadi daya tarik Pantai Bentar adalah keberadaan hiu tutul di sekitar perairan pantai. Pengunjung bisa melihatnya dari dekat dengan menyewa perahu.

Namun sayangnya, atraksi langka tersebut tidak setiap saat bisa dilihat. Karena hiu tutul hanya mendatangi Pantai Bentar dalam waktu tertentu saja. Gerombolan hiu tersebut akan mendatangi Pantai Bentar bersamaan dengan musim hujan. Mamalia ini akan tinggal di laut Probolinggo sekitar 3-4 bulan, sebelum akhirnya bermigrasi ke perairan Australia.

Lokasi Pantai Bentar DISINI

Candi Jabung
Candi jabung Paiton
Candi Jabung di Paiton, Probolinggo (via http://sumargailham.blogspot.com)
Sesuai namanya, Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dari jalan raya Sukolilo di jalur Pantura jaraknya hanya sekitar 650 meter saja, sehingga tempat ini bisa jadi pertimbangkan untuk disinggahi.

Candi Jabung dibangun pada tahun 1354 Masehi pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Dari jauh candi ini tampak berwarna merah, hal ini berasal dari material bangunan candi berupa batu bata merah. Meskipun hanya dari batu bata, candi ini mampu bertahan ratusan tahun.

Di sekitar Candi Jabung pengunjung bisa menjumpai banyak pohon Maja dengan buahnya yang berwarna hijau, berukuran sebesar melon, dan rasanya yang pahit. Hal ini menegaskan asal-usul dan arti nama Majapahit, yaitu buah Maja yang pahit.

Lokasi Candi Jabung DISINI

WISATA SITUBONDO

Pantai Pasir Putih
Pantai Pasir Putih Situbondo
Pantai Pasir Putih Situbondo (via http://www.surabayaadventure.com)
Berwisata ke Banyuwangi lewat jalur pantura, jangan sampai lupa singgah di Pantai Pasir Putih yang letaknya di Situbondo. Lokasinya yang strategis di jalur pantura membuat Wisata Pasir Putih ini mudah untuk ditemukan.

Wisata ini sangat populer di Jawa Timur, dengan bentuk topografi yang melengkung ke arah laut lepas, Pantai Pasir Putih memiliki panorama yang menakjubkan.

Pantai ini memiliki bentangan pasir pantai yang putih dan airnya yang jernih. Keindahan pantai ini juga didukung oleh keberadaan hutan di pinggir pantai dengan barisan pepohonan cemara dan kelapa yang berjajar rapi di sepanjang garis pantainya.

Deretan perahu layar dengan beraneka warna menjadi pemandangan khas, kamu bisa menyewa untuk berkeliling pantai sambil menikmati panorama bawah lautnya yang dihiasi coral dan terumbu karang cantik dengan berbagai jenis ikan yang berenang disekitarnya.

Lokasi Pantai Pasir Putih DISINI

Waduk Bajulmati
Waduk Bajulmati
Waduk Bajulmati, miniatur Wajag Raja Ampat (via Sportourism.id)
Waduk Bajulmati berada diantara Situbondo dan Banyuwangi, sebagian areanya masuk wilayah Situbondo, sebagian lagi masuk wilayah Banyuwangi. Tapi bagi kamu yang berkunjung ke Banyuwangi lewat jalur Pantura, maka akan melewati waduk ini lebih dahulu sebelum memasuki wilayah Banyuwangi.

Keistimewaan Waduk Bajulmati karena memiliki spot berupa gundukan pulau-pulau kecil yang dikelilingi air yang tampak seperti Wayag di Raja Ampat. Karena itu tempat ini sering disebut sebagai replika atau miniatur Wayag Raja Ampat.

Lokasi Waduk Bajulmati DISINI

Taman Nasional Baluran
TN Baluran
Kawanan rusa sedang melintas di padang savana Bekol (photo by Ranta Midaswara)
Taman Nasional Baluran memang dilewati saat kamu ke Banyuwangi lewat jalur utara, namun tidak cukup waktu satu jam untuk menikmatinya. Dari pintu gerbangnya kamu masih harus menempuh perjalanan belasan KM untuk mencapai lokasi wisatanya seperti Bekol dan Pantai Bama.

Karena itu jika kamu memutuskan akan mengunjungi tempat yang dijuluki Afrika van Java atau Little Africa ini, sebaiknya dilakukan perencanaan yang matang. Beberapa wisatawan ke Banyuwangi menggabungkan rute Baluran dengan pendakian Kawah Ijen. Mereka mengunjungi Baluran pada siang hari, dan malamnya ke Kawah Ijen. Atau sebaliknya, ke Kawah Ijen dulu, baru esoknya ke Baluran dalam perjalanan pulang lewat pantura. Tapi jika kamu datang dari arah pantura, sebaiknya Baluran menjadi tujuan pertama di Banyuwangi.

Lokasi Taman Nasional Baluran DISINI

WISATA DI SEPANJANG JALUR BARAT VIA JEMBER MENUJU BANYUWANGI


Di sepanjang perjalanan melalui jalur Barat menuju ke Banyuwangi yang melewati 3 Kabupaten, sebenarnya terdapat banyak wisata yang populer, seperti Gunung Bromo, Air Terjun Madakaripura di Probolinggi, Puncak B29, air terjun Tumpak Sewu di Lumajang, serta Pantai Papuma dan Wisata Rembangan di Jember.

Namun lokasi wisata tersebut tidak memungkinkan dijangkau dalam waktu singkat karena tidak berada di jalur perjalanan ke Banyuwangi. Meski demikian, sejumlah destinasi berikut ini cukup menarik sebagai tempat persinggahan yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat.


WISATA PROBOLINGGO

Danau Ronggojalu
Danau Ronggojalu Probolinggo.
Danau Ronggojalu Probolinggo (via Sportourism.id)
Adalah sebuah wisata danau yang memiliki panorama alam yang sangat indah, sekaligus sebagai irigasi sawah dan sumber air bersih yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri penduduk setempat. Air danau yang jernih dan udaranya yang sejuk sangat menggoda siapapun untuk berenang.

Sedangkan untuk anak-anak tersedia kolam renang khusus anak-anak dan persewaan pelampung. Di tepi danau terdapat beberapa gazego dan warung makan khas Probolinggo. Untuk menuju Danau Ronggojalu, dari jalan raya Leces-Probolinggo jaraknya hanya sekitar 2,5 km.

Lokasi Danau Ronggojalu DISINI

WISATA LUMAJANG

Ranu Klakah
Danau Ranu Klakah, Lumajang.
Danau Ranu Klakah, Lumajang.
Ini merupakan sebuah danau yang cukup indah terletak di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.  Dari jalan raya Klakah yang menghubungkan Probolinggo - Lumajang, kamu hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi danau yang berjarak 2 km dari jalan raya ini.

Disini kamu bisa beristirahat sejenak di lokasi yang rindang ini, tapi jangan sampai terbuai dengan pesonanya, sehingga kamu terlambat sampai di Banyuwangi.

Lokasi Ranu Klakah DISINI.


WISATA JEMBER

Taman Botani Sukorambi
Taman Botani Sukorambi Jember (via http://www.tamanbotanisukorambi.com)

Taman Botani Sukorambi (TBS) Jember merupakan taman botani yang terletak di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, bukan sekedar tempat untuk berwisata, tetapi juga belajar, sekaligus tempat yang layak untuk melakukan kegiatan gathering komunitas, outbond, maupun kemping.

TBS yang memiliki luas 12 hektar ini dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari kolam renang, tanaman dan hewan untuk sarana edukasi. Bahkan untuk yang hobi berenang, tempat ini memiliki 4 kolam renang dengan luas dan kedalaman berbeda-beda, sehingga cocok untuk rekreasi keluarga.

Selain itu disini juga terdapat Kebun Hidroponik dengan aneka tanaman seperti selada hijau, selada merah, butter hit dan samhong. Dan yang terbaru, ada Taman Koi yang memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa belajar tentang budidaya ikan koi, atau sekedar ikut memberi makan ikan koi, bahkan menjadi lokasi foto selfi yang tak akan terlewatkan.

Ditunjang dengan sarana di TBS yang terbilang lengkap, mulai dari kamar mandi, tempat beribadah, gazebo, tempat parkir yang luas, pendopo, toilet, sampai mini futsal, tak salah bila Taman Botani Sukorambi Jember direkomendasikan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi yang menyenangkan. Letaknya hanya 3,5 km dari jalan raya Jember ke arah Banyuwangi, menjadikan TBS juga cocok menjadi salah satu persinggahan.

Lokasi Taman Botani Jember DISINI


Tiara Jember Park Waterboom
Tiara Waterpark Jember
Tiara waterpark (waterboom) Jember (via Tempat.me)

Sesuai namanya, Tiara Waterpark Jember merupakan wahana permainan air dengan berbagai sarana pendukungnya  seperti wahana Bianglala, perahu ayun, kolam playground, kolam zat air mancur, kolam sport, kolam race bowl, outbound , dan dilengkapi taman bermain, gazebo dan stand kuliner  yang bakal membuat betah para pengunjung.

Letaknya dekat dengan kampus Unej Jember, dari jalan raya Jember-Banyuwangi, jarak menuju lokasi Tiara Waterpark hanya sekitar 3,2 km melewati jalan Karimata.

Lokasi Tiara Jember Park Waterboom DISINI

Pecel Garahan

Garahan adalah sebuah sebuah desa paling ujung timur di Kabupaten Jember yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi. Garahan identik dengan nasi pecel pincuknya. Dan ini memiliki sejarah panjang. Konon sebelum kemerdekaan, makanan ini sudah dikenal.

Saat itu masyarakat sekitar menjual makanan yang menggunakan bahan baku yang berasal dari alam tersebut kepada nonik-nonik Belanda yang tinggal di wilayah tersebut. Perlu diketahui daerah sekitar Garahan merupakan kawasan perkebunan dan hutan, yang di era itu dikuasai penjajah Belanda.

Selain itu, wilayah Garahan yang dilintasi jalur kereta api memiliki sebuah stasiun kecil yang hanya dilewati kereta api ekonomi. Pada saat kereta api lansir atau berhenti di Stasiun Garahan, banyak penjaja makanan yang menawarkan pada para penumpang lewat jendela kaca, salah satunya para penjual nasi pecel.

Nasi pecel itu disajikan dalam bentuk pincuk daun pisang, sehingga siap disantap. Mungkin banyak penumpang yang sudah menempuh perjalanan jauh merasa kelaparan, sehingga nasi pecel tersebut laris. Mungkin hal ini yang akhirnya mendorong para penjual makanan yang umumnya para ibu-ibu beralih menjual nasi pecel. Nasi pecel pun menjadi trade mark Garahan, sehingga muncul sebutan Pecel Garahan.
Warung pecel pincuk Garahan (via Foursquare.com)
Seiring perkembangan jaman, kereta ekonomi mulai jauh berkurang, sehingga penghasilan masyarakat Garahan dari berjualan pecel saat kereta berhenti pun turun drastis. Sebagai jalan keluarnya, masyarakat beralih menjual nasi pecel di warung-warung pinggir jalan raya. Berkat image pecel Garahan yang kuat, kehadiran warung pecel Garahan tersebut cepat mendapat tempat di hati para pengendara yang melintas baik dari arah Jember ke Banyuwangi atau sebaliknya.

Kini pemandangan puluhan warung pecel di sepanjang jalan raya Garahan sudah menjadi ciri khas daerah tersebut dan menjadi jujugan para pelintas yang kangen dengan pecel Garahan. Penasaran seperti apa nikmatnya Pecel Garahan? Jangan sungkan mampir jika kamu melintasinya.

Lokasi Warung Pecel Garahan DISINI


Rest Area Gumitir
Rest area dan cafe gumitir
Panorama Rest area & cafe Gumitir
Setelah melewati Garahan, kamu akan memasuki kawasan hutan Gumitir sepanjang 8 km dengan kontur jalan khas pegunungan yang berkelok-kelok. Wilayah ini juga menjadi perbatasan antara kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Nah, ditengah hutan tersebut terdapat rest area Gumitir yang didalamnya terdapat sebuah cafe dengan aneka makanan dan minuman serta taman bermain yang luas.

Suasana yang nyaman untuk melepas kepenatan, udara yang segar dan sejuk, plus panorama hijau yang menawan, menjadi alasan tempat ini layak sebagai persinggahan setelah menempuh perjalanan yang jauh. Sekaligus persinggahan terakhir sebelum kamu memasuki Banyuwangi dari arah Jember, karena setelah ini perjalananmu akan segera sampai di Kecamatan Kalibaru yang merupakan pintu gerbang Banyuwangi dari arah barat. Sebuah patung penari Gandrung menjadi tanda kamu sudah berada di wilayah Banyuwangi.


Sebagai kesimpulan, apakah perjalanan ke Banyuwangi sebaiknya lewat jalur Pantura via Situbondo atau lewat jalur Barat via Jember, sebaiknya disesuaikan dengan lokasi tujuan wisata utama di Banyuwangi yang akan dikunjungi dan tempat wisata disepanjang perjalanan yang ingin disinggahi.

Kedua jalur perjalanan menuju Kabupaten Banyuwangi, baik melalui jalur utara maupun barat, sama-sama memberikan pengalaman yang berbeda. Karena itu jika kamu memiliki cukup waktu untuk menikmati perjalanan berwisatamu, kamu bisa mengambil jalur perjalanan berbeda saat datang ke Banyuwangi dan saat kembali ke kota asal. Misalnya berangkat lewat jalur utara dan pulang lewat jalur barat, atau sebaliknya.

Selamat berlibur ke Banyuwangi, kamu pasti ingin kembali lagi.


loading...

1 komentar:

Back To Top