DAFTAR LENGKAP AGENDA BANYUWANGI FESTIVAL 2019, LEBIH SERU DENGAN EVENT LEBIH BANYAK DAN VARIATIF

77 Event Banyuwangi Festival 2018 telah berlangsung sukses, dan menyambut tahun 2019 Pemkab Banyuwangi sudah menyiapkan gelaran agenda festival yang tak kalah seru dengan sebelumnya. Bahkan untuk tahun 2019 jumlah festival yang akan ditampilkan bertambah menjadi 99 event festival.

99 Agenda Event Banyuwangi Festival 2019

Daftar lengkap agenda Banyuwangi Festival 2019.
Daftar lengkap event Banyuwangi Festival 2019


Banyuwangi Festival atau B-fest tahun 2019 semakin meningkat. Bertambah 22 event dari tahun sebelumnya. Ini pun dengan catatan, ada tambahan 20 event berupa tradisi masyarakat Banyuwangi yang juga mengiringi Bfest.

Masih ditambah 12 pertunjukan sendratari Meras Gandrung yang mengisahkan acara wisuda bagi seorang penari Gandrung, yang dikemas dalam Festival Lembah Ijen. Jadi setiap bulan sekali sepanjang tahun 2019 akan ada pagelaran Meras Gandrung di Taman Gandrung Terakota.

Bertambah jumlah festival yang berarti bertambah partisipasi warga lokal Banyuwangi dalam menyuguhkan atraksi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Ini menunjukkan bahwa Pemkab Banyuwangi tidak berpuas diri dengan kesuksesan yang telah diraih. Berbagai potensi daerah terus digeli dan diangkat dalam sebuah panggung festival yang berkualitas. Tak heran, dari tahun ke tahun jumlah festival di Banyuwangi terus bertambah.

B-Fest 2018 bakal makin seru. Bukan semata secara kuantitatif lebih banyak eventnya, gelaran Banyuwangi Festival di tahun 2019 bakal lebih variatif, kreatif serta lebih mempertajam tradisi budaya daerah yang sudah ada sebagai perekat kegotong royongan dikalangan masyarakat.

3 Event B-Fest Masuk 100 Calender of Event Nasional


Dari sekian banyak festival yang digelar Banyuwangi, terdapat tiga event B-fest yang terpilih masuk lagi dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia berturut-turut. Ketiga event itu adalah Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan Gandrung Sewu.

Dengan tiga event itu, Banyuwangi menjadi daerah menyumbang paling banyak event yang masuk 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia.

Untuk bisa masuk top 100 Calendar Event nasional, sebuah event harus bersaing dengan lebih dari 200 event lain se-Indonesia.

Dipilihnya tiga event Banyuwangi Festival masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia oleh Kementerian Pariwisata, lantaran Banyuwangi termasuk daerah yang paling konsisten menggelar event. Terlebih, semuanya dikemas dengan apik yang berpotensi mendatangkan wisatawan.

Menurut Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan, Taufik Rahzen, event yang masuk CoE WI itu harus memenuhi tiga kriteria yaitu cultural values, comercial values, dan konsistensi.

Ketiga event B-Fest tadi sudah dilakukan berapa tahun dengan report yang bagus. Baik itu direct dan indirect impact.

B-Fest 2019 Banyak Mengakomodasi Sport Tourism dan Budaya

Banyuwangi Festival 2019 menjanjikan sajian lebih kreatif dari tahun sebelumnya, karena berbagai Festival yang di gelar Pemkab Banyuwangi telah diakui banyak pihak sebagai sarana instrumen dalam mendorong sektor perekonomian.

Event yang berkaitan dengan penghobi di berbagai bidang diperbanyak. Sebab berdasarkan survei, olahraga dan budaya menjadi minat generasi milenial. Ini alasan event sport tourism dan budaya diperbanyak.

Sebagai contoh, penghobi olahraga lari yang banyak peminatnya. Bila tahun-tahun sebelumnya hanya ada Ijen Green Run, di 2019 event lari diperbanyak

Nantinya akan ada Sugar Green Run. Sesuai namanya, event lari ini melibatkan pihak pabrik Gula Glenmore. Berarti lokasinya bakal digelar di sekitar Kecamatan Glenmore. Akhirnya … ada lomba lari di wilayah Banyuwangi barat!

Total ada 17 event olahraga dari 99 event Banyuwangi Festival 2019. Event olahraga tersebut tersebut lebih ditujukan untuk para penghobi, bukan kompetisi untuk para profesional. Alasannya adalah event untuk olahraga amatir terbukti memberikan sumbangan besar pada okupansi hotel dan homestay.

Banyuwangi Festival 2019 Sangat Memanjakan Penikmat Musik 

Bagaimana tidak, penikmat ataupun pecinta musik akan disuguhi belasan pertunjukan musik sepanjang tahun dari berbagai aliran. Sejak awal festival Banyuwangi diusung, musik sudah jadi agenda tetap. Sebab acara musik dianggap mudah mendatangkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

Marhaen melanjutkan acara yang dipertahankan dan ada penambahan yakni tentang musik. Acara-acara musik dinilai mudah mendatangkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.


Untuk tahun 2019, sudah disiapkan 16 acara musik, mulai dari Jazz Pelajar, Jazz Pantai, Jazz Gunung, Lalare Orchestra, Angklung Caruk, dan yang baru Festival Musik Jalanan.

Khusus untuk festival musik jalanan ini, panitia akan menghadirkan musisi berkualitas dari Jalan Malioboro Yogyakarta dan Taman Bungkul Surabaya. Siapapun bisa menikmatinya secara gratis.

B-Fest 2019 Banyak Melibatkan Berbagai Komunitas

Hal yang baru di Banyuwangi Festival 2019 adalah merangkul berbagai komunitas. Salah satunya komunitas sepeda.

Setidaknya bakal ada dua event baru buat yang suka olahraga sepeda. Yaitu Plantation Fun Bike Festival dan Sukamade Downhill Festival.

Keduanya akan berlangsung di jalan tidak beraspal, melewati medan yang tidak rata, bahkan perbukitan. Event ini dimasukkan dalam agen B-Fest 2019 karena Pemkab Banyuwangi ingin mewadahi mereka yang menyukai bersepeda di jalanan rusak.  

Bukan cuma itu, masih ada event Woman Cycling dan Savana Fun Bike yang bakal memanjakan para penghobi sepeda pancal berbagai segmen. Menilik namanya, bisa jadi even yang terakhir ini bakal berlangsung di savana Taman Nasional Baluran. Semoga saja sih.


Nah, buat yang suka tulis-menulis, Pemkab Banyuwangi bikin event Banyuwangi Write Festival yang pesertanya melibatkan ribuan anak-anak seluruh Banyuwangi. Di event ini mereka ditantang membuat tulisan antar kelas untuk dilombakan.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan kepada para penyandang disabilitas, Banyuwangi Festival 2019 akan menggelar Festival Disabilitas, semacam Paragames untuk memberikan ruang sekaligus memberikan apresiasi kepada para penyandang disabilitas. Yah, ini juga bisa dianggap sebagai salah satu wujud riil Banyuwangi sebagai kabupaten inklusif.

Satu lagi event yang baru pertama kali digelar di 2019, yaitu Festival Pesantrenpreneur. Dimana anak anak kreatif dari pondok pondok pesantren di seleksi lalu dilombakan. Pesantren yang produknya yang terpilih akan ditampilkan dengan kerja sama sektor pembiayaan syariah. 

Setiap tahun, Pemkab Banyuwangi tidak lupa mengangkat kuliner khas daerahnya dalam festival. Untuk 2019, Festival Kuliner akan lebih diperkuat. Perbankan akan didorong untuk memberikan kredit bagi kuliner pemenang lomba.

Ada Festival Kolaborasi Dengan Kabupaten Jembrana


Kerjasama pariwisata yang sudah dijalin antara Pemkab Banyuwangi dengan Pemkab Jembrana Bali tahun ini akan diwujudkan dalam Festival Selat Bali. Bentuk finalnya masih dikonsolidasikan, apakah kegiatan ini akan berlangsung di atas kapal atau didaratan.

Dibalik event-event baru yang bakal digelar, ada kabar Festival Selancar atau surfing terancam tidak terselenggara tahun ini. Rumitnya sistem pelaksanaan lomba dan tingginya biaya penyelenggaraan menjadi ganjalan. Konon untuk cost pembayaran juri dan perangkat saja bisa mencapai Rp 2 Miliar. Belum yang lain. 

Dengan APBD Banyuwangi yang terbatas, angggaran sebesar itu sangat berat. Sedangkan sebagian event Banyuwangi Festival berasal dari pihak sponsor sebagai penyandang dana. Ini berarti jika ada sponsor yang bersedia mengambil alih pembiayaan, bukan tak mungkin Festival Surfing tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. (berbagai sumber)
loading...

Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll to top