BAKAL KEREN NIH, KAWAH IJEN AKAN DIPERCANTIK DENGAN KERETA GANTUNG


Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akan dikembangkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Nantinya Kawasan Wisata Gunung Ijen akan disulap untuk memudahkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Blue Fire di kawah Ijen.
Wisatawan di Kawah Ijen (sumber : Bisnis.com)
Untuk maksud tersebut, Pemkab Banyuwangi menggandeng sejumlah investor untuk mempercantik kawasan Kawah Ijen, sekaligus mempermudah akses menuju puncak Ijen. Salah satunya dengan membuat kereta gantung.

Pada 2017 nanti rencananya investor akan memulai peletakan batu pertama dalam proyek itu. Kepala tim percepatan pengembangan kawasan Wisata Ijen, David Makes mengatakan akan ada dua proyek besar yang dibangun di Ijen.

"TWA Ijen akan dilakukan ada dua proyek besar. Yang pertama proyek berkaitan dengan fasilitas akomodasi dan fasilitas hospitality pada umumnya seperti restoran dan sebagainya. Ini satu sisi. Sisi lain adalah moda transportasi dari Paltuding sampai menuju kawah," papar David, Kamis (13/10/2016).

Sebuah cable car sepanjang 2,3 km membentang dari pos awal yakni paltuding dan sampai ke kawah Ijen akan dibuat. Sehingga pengunjung tidak kesulitan lagi menuju ke puncak Ijen.
Kereta gantung Mount Hua di China.
Kereta gantung Mount Hua di China setinggi 2km dari atas tanah (sumber : Mengakubackpacker.blogspot.co.id)
Padahal ketinggian Kawah Ijen 2.443 MDPL yang berarti lebih dari 2 km dari atas tanah.
"Cable car akan dibagi dua seksi besar, seksi pertama dari paltuding ke pos bunder kita sebut seksi satu. Kemudian seksi dua dari bunder menuju ke kawah. Panjang dari seksi satu, 1,8 km kemudian seksi 2 itu kurang lebih 500 meter," ungkap David.

Proyek ini diperkirakan akan memakan biaya mencapai Rp 200 miliar. Pembangunan cable car ini sangat bergantung dengan kurs euro.

"Ini murni investasi swasta. Kita mengharapkan Ijen ini bisa menjadi ikon nasional," harapnya.
Dari dua proyek tersebut, untuk pembangunan fasilitas akomodasi dan fasilitas hospitality tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan sesegera mungkin setelah persyaratan aspek legal selesai.

Namun untuk cable car menuju ke kawah perlu waktu, karena harus mempertimbangkan faktor keselamatan.

Menurut David, pengembangan Ijen itu tetap harus memperhatikan aspek lain yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar.

"Kita mesti tahu bahwa proyek Ijen berlokasi di kawasan konservasi. Pengembangan proyek Ijen tidak bisa dilakukan seperti pengembangan kawasan lain. Harus melalui suatu proses yang menjamin keberlanjutan. Ini sesuai dengan moto kementerian pariwisata bahwa makin dilestarikan makin mensejahterakan," imbuhnya.

Di sisi lain David berharap pembangunan ini tidak harus menunggu terlalu lama.

"Nah, dalam konteks ini maka tim percepatan pengembangan ecowisata nasional ada di Banyuwangi. Kita ingin membangun sekaligus mempercepat pembangunan TWA Ijen tanpa mengorbankan keberlanjutan TWA Ijen," ujar David.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah tim percepatan yang serius dalam mempercantik kawasan Ijen itu.

"Taman nasional juga harus proaktif dalam penyelesaian. Ini juga nantinya akan menarik wisatawan mancanegara. Lebih cepat lebih baik," ungkap Anas.

"Memang ground breaking diperlukan cepat terutama dari Paltuding. Jadi nanti lewat pembangunan cable car, ada banyak pilihan untuk ke puncak. Bisa lewat tracking atau lewat cable car," tambahnya.

Anas berharap pembangunan itu mampu menarik jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi.

"Pemerintah daerah, stakeholder pemangku kepentingan baik taman nasional, investor kemenpar dan Pemkab sepakat mempercepat proses pembangunan destinasi Ijen. Karena Ijen dipandang perlu untuk mendongkrak jumlah wisata 20 juta yang diamanatkan Kemenpar," katanya. (Detik.com)


loading...

Back To Top