TOL PROBOWANGI RESMI GANTI NAMA PROSIWANGI, INI ALASANNYA

Alasan nama Tol Probowangi jadi Prosiwangi


Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, yang sebelumnya dikenal dengan nama Tol Probowangi, secara resmi berganti nama menjadi Tol Prosiwangi. Perubahan ini diumumkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR melalui kanal media sosial resmi. 

Apa alasan dibalik perubahan nama tol Probowangi menjadi Prosiwangi, berikut penjelasan lengkapnya dengan latar belakang, alasan, dan dampak yang diharapkan.



Perubahan Nama: Dari Probowangi ke Prosiwangi

Prosiwangi adalah akronim dari Probolinggo – Situbondo – Wangi (Banyuwangi), yang mencerminkan keterlibatan langsung tiga daerah utama dalam trase tol ini. 


1. Pengakuan terhadap Situbondo

Salah satu alasan utama perubahan nama berasal dari aspirasi agar nama Situbondo ikut tercantum. Anggota DPR RI Nasim Khan memperjuangkan nama baru agar “ada pengakuan terhadap posisi strategis Situbondo”. 

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa perubahan nama menjadi Prosiwangi sangat penting bagi identitas daerahnya.

2. Resmi di tingkat pusat

BPJT telah menggunakan nama “Prosiwangi” dalam pemberitahuan uji laik fungsi dan operasi seksi tol tertentu. 

3. Simbol kesetaraan dan representasi

DPR PKB menilai perubahan nama juga mencerminkan prinsip kesetaraan antar daerah yang dilalui tol tersebut. Dengan menyertakan Situbondo di nama tol, semua kabupaten utama dalam rute tol mendapat representasi yang setara. 



Progres Pembangunan & Operasi Tol Prosiwangi

* Tol Prosiwangi mencakup beberapa seksi, termasuk Seksi 1 (Gending–Kraksaan) dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton), yang saat ini berada dalam tahap uji laik fungsi. 

* Target fungsional sementara untuk seksi-seksi ini adalah pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, untuk mendukung arus liburan. 

* Pada seksi Paiton–Besuki, progres konstruksi dilaporkan sudah mencapai 85,23% menurut Bupati Situbondo. 

* Sebelumnya, progres untuk Paket II (Kraksaan–Paiton) mencapai 89,7% (laporan per Februari atau Maret 2025), dan sebagian ruas sempat difungsikan secara sementara untuk arus mudik Lebaran. 



Dampak & Manfaat Perubahan Nama


1. Konektivitas dan Ekonomi Lokal  

Bupati Situbondo menyebut bahwa tol Prosiwangi akan memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama untuk mobilitas barang dan logistik. 

Hal ini diperkirakan akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat Situbondo. 


2. Investasi dan Pertumbuhan Daerah

Dengan tol yang melewati Situbondo secara strategis, potensi investasi di sektor pariwisata, pertanian, logistik, dan UMKM semakin terbuka. 


3. Efisiensi Transportasi

Setelah tol berfungsi penuh, waktu tempuh antara Banyuwangi dan Probolinggo diharapkan semakin singkat, yang akan mengurangi biaya logistik dan mempercepat distribusi barang. 


4. Pengakuan Daerah

Nama baru memberikan semacam ‘pengakuan simbolis’ terhadap Situbondo—menunjukkan bahwa daerah ini bukan hanya dilalui tol, tetapi menjadi bagian integral dari proyek strategis nasional. 



Tantangan & Catatan Penting


* Penandaan ulang: Setelah penggantian nama, papan penunjuk tol, petunjuk arah, dan materi publikasi tol harus diperbarui agar menggunakan nama “Prosiwangi.”

* Sosialisasi: Masyarakat dan pengguna tol perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai perubahan nama agar tidak bingung.

* Manajemen identitas: Nama baru harus diintegrasikan secara resmi ke dokumen-dokumen perizinan, kontrak, dan administrasi tol.

* Kelanjutan pembangunan: Meski seksi tertentu sudah dalam uji laik fungsi, pekerjaan pembangunan di segmen lain masih berlanjut dan harus diselesaikan sesuai target agar manfaat tol bisa optimal.



Pergantian nama dari Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi bukan sekadar perubahan branding. Ini merupakan langkah strategis yang membawa nilai simbolis dan praktis:

- Menegaskan keberadaan Situbondo sebagai bagian penting dari trase tol,

- Mendorong keterhubungan antar wilayah (Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi),

- Memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui akses tol,

- Memperkuat identitas proyek sebagai bagian dari jaringan tol nasional yang inklusif.

Dengan progres konstruksi yang terus berjalan, dan uji laik fungsi yang makin dekat, perubahan nama ini diharapkan bisa memberi dampak positif nyata bagi mobilitas, ekonomi, dan pembangunan wilayah di Jawa Timur timur.


Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar


Scroll to top
close