ADA LORONG BAMBU YANG INSTAGENIC DI GESIBU BANYUWANGI


Banyuwangi punya spot keren bernama Lorong Bambu di pusat kota, yang diresmikan bertepatan dengan peringatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) ke 248 pada 18 Desember 2019 lalu. Seperti apa keistimewaannya?

Wisata Lorong Bambu di Banyuwangi.
Lorong Bambu di depan Gesibu Banyuwangi (via https://www.instagram.com/visitbanyuwangi\)


Lorong Bambu Gesibu Banyuwangi adalah instalasi seni berbentuk terowongan yang berbahan dasar bambu

Lorong Bambu adalah sebuah karya instalasi seni berbahan dasar bambu yang bentuknya mirip terowongan yang dilengkapi membran sebagai penutup atapnya.

Lorong Bambu Banyuwangi
Spot selfi Lorong Bambu di Gesibu, Banyuwangi (via https://www.instagram.com/visitbanyuwangi)

Adanya membran yang transparan membuat lorong dari rangkaian bambu ini terlihat cantik, menyatu dengan lingkungan sekitarnya, sekaligus berfungsi penahan panas atau tempat berteduh kala hujan.

Terowongan bambu sepanjang 62 meter dan lebar 13 meter ini membentang di Jalan Veteran yang berada di tengah kota Banyuwangi, tepatnya di depan Gedung Seni dan Budaya (Gesibu).

Gesibu sendiri merupakan bagian dari Taman Blambangan. Disini sering berlangsung berbagai ajang kegiatan seni dan budaya, termasuk beberapa event Banyuwangi Festival.

Lorong Bambu Gesibu Banyuwangi Jadi Destinasi Wisata Baru Yang Ikonik

Lorong Bambu bisa berubah-ubah warna 
(via https://web.facebook.com/banyuwangiepic)

Dengan tampilannya yang instagramable, kehadiran Lorong Bambu di kawasan Taman Blambangan tentu saja makin mengangkat citra kawasan ini sebagai salah satu spot wisata yang wajib dikunjungi setiap wisatawan.

Makin menarik, lampu yang menyoroti sepanjang terowong bambu ini tidak monokrom, melainkan bisa berganti-ganti warnanya. Sehingga bisa menciptakan suasana yang tidak monoton. Sangat instagenic, bikin kamu sudah tidak sabar untuk berselfi ria khan.

Lorong Bambu sengaja dibangun di tengah kota untuk menguatkan konsep pusat kota sebagai pusat wisata sejarah Banyuwangi

instalasi Lorong Bambu di Banyuwangi.
Lorong Bambu dengan nuansa ungu, cocok buat para jomblo (via https://web.facebook.com/banyuwangiepic)

Banyuwangi tengah mengembangkan konsep pusat kota sebagai pusat wisata sejarah, maka kehadiran Lorong Bambu di pusat kota akan terintegrasi dengan kawasan bersejarah Banyuwangi di sekitarnya.

Terowongan dari bamboo tersebut akan melengkapi kawasan tersebut sebagai destinasi yang sangat ikonik khas Banyuwangi.

Untuk diketahui, kawasan yang berada di kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi sudah ada situs bersejarah Inggrisan yang dibangun tahun 1889, gedung Kantor Pos yang merupakan peninggalan zaman Kolonial Belanda, serta Gedung Juang yang tengah direnovasi menjadi pusat aktivitas warga kota.

Revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi.
Rencana revitalisasi Asrama Inggris (via https://www.instagram.com/banyuwangi.skyscrapercity)

Dipilihnya bambu sebagai bahan utama terowongan terbuka berbentuk kurva ini atas pertimbangan yang mendasar

Pemasangan Loronga Bambu di Banyuwangi.
Lorong Bambu saat dalam proses pemasangan lampu sorot (via Dishub Bwi)
Bukan tanpa alasan jika bambu dipilih sebagai bahan utama instalasi berbentuk terowongan ini. Bambu digunakan karena mudah ditemui di Banyuwangi. Bahkan terdapat DesaGintangan,  di Banyuwangi yang sejak dulu dikenal sebagai sentra kerajinan bambu.

Warga Desa Gintangan juga berhasil menjadikan bambu sebagai komoditas ekonomi dan menumbuhkan ekonomi kreatif di sana. Bahkan, warga Desa Gintangan ini secara mandiri setiap tahun menggelar 'Gintangan Bamboo Festival' sebagai etalase kreativitas warganya.

Lorong Bambu dirancang oleh seorang Seniman Yogyakarta Yang punya ketertarikan mengangkat bambu sebagai terhadap/ material bambu sebagai media karya 

Ditunjuknya Novi Kristinawati Sunoto sebagai perancang Lorong Bambu di Banyuwangi terbilang sangat tepat. Novi adalah seorang arsitek dan desainer yang konsen dengan bambu sebagai media karya.

Sebelumnya, Novi pernah membuat panggung kubah bambu yang artistik pada Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 di Kantor Kemendikbud Jakarta. Panggung berbentuk kubah dengan atap transparan menggunakan plastik itu dibangun dari 1.300 lebih batang bambu dari Yogyakarta.

Kubah bambu KKI 2018 karya Novi Kristinawati Sunoto
Kubah bambu di Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 karya Novi Kristinawati Sunoto  (via http://kongres.kebudayaan.id)

Novi memang punya obsesi mengembalikan bambu ke panggung budaya Indonesia. Menurutnya, bambu sudah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak dulu. Dari proses kelahiran sampai kematian, bambu sering digunakan untuk memotong tali pusat, membangun rumah, dan untuk menutup liang lahat.

Nantinya kawasan Lorong Bambu akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan kreatif warga Banyuwangi sehingga kawasan setempat juga dikenal sebagai Jalan Festival

Berbagai festival Banyuwangi akan digelar di wilayah sekitar Lorong Bambu.
Banyak festival bakal digelar di sini, sehingga nantinya jalanan ini
akan juga dikenal sebagai Jalan Festival (via https://web.facebook.com/banyuwangiepic)

Pemkab Banyuwangi tidak mau keberadaan terowongan berornamen bambu ini sekedar menjadi destinasi swafoto belaka. Nantinya di kawasan Lorong Bambu ini akan dijadikan pusat kegiatan kreatif warga Banyuwangi dan berbagai festival akan digelar disana.

Karena bagi Banyuwangi, setiap tempat adalah destinasi dan setiap aktivitas adalah atraksi. Terowongan bambu ini bisa menjadi destinasi wisata dan aktivitas di sini juga menjadi atraksi wisata.

Ini akan sangat menarik, karena setiap tahun event festival di Banyuwangi terus bertambah. Dan festival yang berlangsung di kota akan ditempatkan di kawasan Lorong Bambu.

Padahal untuk tahun 2020 saja jumlah festival yang digelar Pemkab Banyuwangi tidak kurang dari 123 buah. Belum termasuk festival yang sifatnya dadakan dan situasional. Jika 20 persen saja diantaranya digelar di Banyuwangi kota, maka setidaknya akan ada 25 festival yang berlangsung di kawasan Lowong Bambu.

Maka tak heran kalau nantinya lokasi Lorong Bambu yang menjadi pusat gelaran festival di Banyuwangi akan lebih dikenal dengan nama Jalan Festival.

Ke Banyuwangi kuy, jangan lupa mampir di kawasan Lorong Bambu yang berada di Gesibu, Taman Blambangan, dengan spot selfi yang cocok buat menambah koleksi foto akun Instagram kamu. 

Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll to top