BANYUWANGI UNDER WATER FESTIVAL, 36 NELAYAN BANGSRING MENYELAM 28 JAM UNTUK MENCETAK REKOR MURI


Wisata Pantai Bangsring  – Banyuwangi menyimpan deretan pantai yang memiliki pesona keindahan yang alami dengan beragam karakternya. Jika selama ini orang lebih banyak mengenal tentang Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, Pulau Merah atau Wedi Ireng, sekarang bisa ditambahkan Pantai Bangsring sebagai salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi di Banyuwangi. Sejak beberapa waktu terakhir, Pantai Bangsring sudah menjadi tujuan favorit wisatawan. Jangan heran jika datang di hari libur atau akhir pekan, tempat ini dipenuhi para wisatawan yang umumnya didominasi pengunjung dari luar kota.
Bangsring Underwater
Bangsring Underwater (sumber : Twitter.com/kabarbanyuwangi)
Daya tarik utama Pantai Bangsring adalah keindahan bawah lautnya, karena itu tempat ini disebut juga Bunder, singkatan Bangsring Under Water. Popularitas Pantai Bangsring yang berada di Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini juga ditunjang oleh letaknya yang strategis. Dari kota Banyuwangi jaraknya hanya sekitar 22 kilometer. Pantai Bangsring yang berada di jalan raya yang menghubungkan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Situbondo membuat wisatawan yang akan menuju ke Bali atau dari arah sebaliknya lewat Pelabuhan Ketapang, mudah tergoda untuk singgah sejenak. Apalagi dari jalan raya sampai ke pantainya relatif dekat.

Bangsring Under Water dikelola oleh kelompok nelayan Bangsring Samudra Bakti, dimana awal mulanya mereka adalah nelayan ikan hias yang secara turun temurun menggunakan potas dan bom untuk menangkap ikan, sehingga berakibat merusak terumbu karang di sekitar pantai Bangsring.
Sampai akhirnya muncul kesadaran dari para nelayan untuk menangkap ikan dengan cara ramah lingkungan serta niatan memperbaiki terumbu karang yang terlanjur rusak dengan membuat apartemen ikan dan transplantasi terumbu karang.

Setelah berjuang sejak tahun 2008 secara swadaya, hasilnya pun dirasakan para nelayan Pantai Bangsring. Terumbu karang pun mulai tumbuh subur di wilayah yang sekarang telah menjadi wilayah konservasi. Dampaknya, keindahan pantai dan panorama bawah laut Pantai Bangsring mengundang wisatawan berdatangan.

Untuk lebih memperkenalkan keberadaan Pantai Bangsring dan menarik lebih banyak wisatawan datang, Pemkab Banyuwangi menghelat kegiatan Banyuwangi Underwater Festival pada 21-22 Mei 2016. Selain promosi wisata, festival ini juga sebagai kampanye konservasi ekosistem laut. Tujuannya agar memberikan manfaat secara ekonomis bagi nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem didalamnya. Perairan Bangsring yang terletak di Selat Bali memang masuk Zona Perlindungan Bersama (ZPB) Samudera Bakti dengan luas 15 hektar.

Dalam festival yang baru pertama digelar di Banyuwangi ini, sebanyak 56 nelayan asal Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, memecahkan rekor Muri dengan menyelam secara estafet selama 28 jam. Para nelayan menyelam secara bergantian setiap 30 menit sekali sejak pukul 10.30 WIB, Sabtu (21/5) hingga pukul 14.00 WIB keesokan harinya Minggu (22/5). Setiap nelayan yang menyelam didampingi penyelam dari Universitas Brawijaya Malang untuk memantau perubahan dan perkembangan ekosistem di dasar laut.
Persiapan menyelam (sumber : Beritasatu.com)
Sebagai persiapan penyelaman, ke-56 nelayan tersebut sudah berlatih menggunakan alat selam dengan profesional yang menggunakan tabung oksigen demi keamanan. Hal ini dilakukan karena selama ini para nelayan terbiasa menggunakan peralatan tradisional saat menyelam, yaitu kompresor.
Banyuwangi Under Water Festival 2016.
36 nelayan Bangsring menyelam 28 jam secara estafet (sumber : Facebook.com)
Selama menyelam, nelayan dibekali papan tulis untuk mengamati jumlah ikan dan ukuran ikan baronang (Sigamus sp) dan ikan kakatua (Scarus croicensis) yang banyak ditemukan di perairan Bangsring.

Para penyelam akan mencatat jumlah dan ukuran ikan tersebut dalam radius lima meter yaitu 2,5 meter samping kiri dan kanannya, serta 2,5 meter depan dan belakangnya. Hasil dari penelitian ini akan diolah dan diteliti oleh Universitas Brawijaya.

Selain pemecahan rekor MURI, para nelayan juga melakukan penyelaman selama 45 menit untuk melakukan pengibaran bendera Merah Putih sebagai pembuka acara Banyuwangi Underwater Festival.
Pengibaran bendera merah putih di dasar laut Bangsring (sumber : Kompas.com)
Kegiatan lain festival adalah penanaman 1.000 terumbu karang di 9 titik sepanjang pantai Bangsring, serta melibatkan ratusan siswa untuk mengikuti Marine Education dan gerakan makan ikan.
Sedangkan bagi pecinta fotografi diadakan acara Underwater Photography Contest dengan syarat mengambil gambar dunia air di wilayah perairan Bangsring selama festival berlangsung.


loading...

Back To Top