TAMAN NASIONAL MERU BETIRI, SURGANYA FLORA DAN FAUNA LANGKA


Taman Nasional Meru Betiri Taman nasional Meru Betiri mungkin kalah populer dibandingkan taman nasional lainnya. Padahal taman nasional yang terletak di pantai selatan Jawa Timur ini, menyimpan keindahan alam dan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa.


Taman Nasional Meru Betiri
Peta Taman Nasional Meru Betiri (sumber : Andromedocahyo.blogspot.com)
Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 580 km2, secara administratif  masuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Namanya diambil dari gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdlp dan Gunung Betiri (1.223 m).
Pintu masuk Taman Nasional Meru Betiri
Pintu masuk Taman Nasional Merubetiri wilayah timur (Banyuwangi)
Di sinilah wisatawan dapat menemukan berbagai tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan. Tak hanya tumbuhan, Anda dapat bertemu berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Kabarnya juga masih terdapat sisa-sisa harimau Jawa. Selain itu juga bisa disaksikan banteng, macan tutul, kijang, dan berbagai jenis monyet. Dari jenis burung terdapat burung merak, berbagai elang dan rangkong.

Penyu merupakan satwa khas Meru Betiri. Di sini jenis penyu langka seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ditangkarkan di Pantai Sukamade, ujung timur Meru Betiri.

Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur.
Pintu masuk Merubetiri wilayah barat (Jember)
Kawasan ini dilestarikan dalam bentuk kawasan lindung sejak 1972. Hingga tahun 1979 telur penyu di Sukamade masih diburu oleh para pengumpulnya. Namun, sekarang pengumpulan, pemindahan anakan, dan penangkapan penyu dilarang keras, karena Penyu hijau termasuk satwa yang dilindungi.

Jauh sebelum masa sekarang, kekayaan satwa dan hutan alam Meru Betiri ini lebih dahulu memikat hati Pemerintah Belanda. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Pertimbangannya agar ekosistem hutan dan kekayaan alam di dalam hutan seluas 58.000 hektar tersebut terjaga. Termasuk kekayaan yang menjadi harta karun zaman itu dan juga zaman-zaman sesudahnya.

Meru Betiri juga menjadi pusat penelitian tanaman obat. Dari 518 jenis tumbuhan yang berhasil diinventarisasi TNMB, sebanyak 239 jenis di antaranya merupakan tanaman obat. Kekayaan biota Meru Betiri pernah diinventarisasi oleh Ahli biologi Universitas Jember, Harry Sulistyowati.  Ia meneliti tumbuhan di lima blok wilayah Bandealit yang terletak di Meru Betiri bagian barat.

Hasil inventarisasi selama dua tahun itu menunjukkan, 75 persen tumbuhan di lima blok Meru Betiri adalah tumbuhan obat, beberapa bahkan langka.Tanaman endemis hutan Meru Betiri, yakni cabai jawa (Piper retrofractum vahl), adalah contoh tumbuhan obat langka itu. Berdasarkan penelitian yang dibukukan oleh TNMB, tanaman perdu ini digunakan sebagai pengobatan pasca-melahirkan dan diare.

Selain cabai hijau, masih banyak lagi jenis yang teridentifikasi sebagai tanaman obat. Di antaranya Pollia sp herba, yang bisa digunakan sebagai obat penyakit jantung; Vernonia cinerea atau sawi langit, yang bisa digunakan untuk mengobati kanker kelenjar getah bening; dan Lunasia amara Blanco atau sanrego, yang bisa dipakai sebagai aprodisiak.

Kebun Karet Di Balik Hutan
Kekayaan Meru Betiri ternyata tak hanya cabai jawa atau penyu belimbing. Di balik lebatnya hutan Meru Betiri tersembunyi hamparan perkebunan karet tua peninggalan Belanda lengkap dengan perkampungannya.

Sebelum ditetapkan sebagai kawasan lindung, Meru Betiri memang telah dibuka oleh Belanda sebagai salah satu lokasi perkebunan baru. Para pekerja perkebunan berasal dari Madura dan kawasan lain untuk mengelola perkebunan karet, kopi, dan kakao. Pabrik pengolahan karet pun dibuka untuk mengolah langsung hasil perkebunan.

Produk perkebunan Meru Betiri selama itu turut meramaikan pasar Eropa.
Sisa kejayaan perkebunan Belanda itu masih terlacak meskipun perkebunan tak seluas dulu lagi. Luasan perkebunan menurut Manajer Produksi dan Tata Usaha di Perkebunan Sukamade Baru, Sulaiman, telah berkurang dari 1.000 hektar menjadi 600 hektar. Sekitar 400 hektar tidak bisa ditanami lagi karena perubahan alam, seperti tergerus sungai.

Pabrik karet pada abad ke-19 pun masih beroperasi. Warga yang dahulu bekerja di perkebunan, secara turun-temurun, mewariskan pekerjaan itu kepada anak cucu mereka. 

TEMPAT WISATA DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI
Taman Nasional Meru Betiri menawarkan beberapa tempat indah yang bisa di kunjungi, seperti Pantai Rajegwesi, Pantai Batu, Teluk Hijau, dan tentu saja Pantai Sukamade. Selain itu, Anda juga bisa melihat Goa Jepang, Bunga Raflesia, dan sebagainya. 


Di sepanjang jalan dengan jalur trek yang menantang, Anda  akan menikmati pemandangan yang indah. Pohon kluwak, ketapang, asem, dan pepohonan lain sebesar rentangan tangan berpadu dengan perdu dan lilitan rotan jawa menghiasi selama perjalanan menyusuri Taman Nasional Meru Betiri. Sesekali gerombolan monyet ekor panjang terlihat bergelantungan di pepohonan mencari makan di pohon cermai. Anda juga dapat melihat kehidupan pluralis diantara warga setempat, dimana masjid, gereja, vihara, dan pura berjajar bahkan saling berdampingan atau juga yang bersebarangan jalan.

Perjalanan menuju Sukamade juga sangat disayangkan jika Anda lewatkan begitu saja. Bagi yang tidak puas dengan petualangan menyaksikan penyu bertelur dapat melakukan kegiatan lain, seperti menjelajah hutan di seputar Bandealit dan Gunung Gendong. Juga bisa panjat tebing dan meniti tali turun tebing di tebing pantai Bandealit.

Obyek wisata lain yang ada di pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai untuk berkano sambil melakukan pengamatan burung. Burung-burung tersebut diantaranya burung Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati. Pengamatan burung tersebut biasanya dilakukan sambil menunggu matahari terbenam.

Jika Anda berniat untuk bermalam, beberapa pondok penginapan tersedia di sekitar kawasan wisata ini, sehingga jangan khawatir jika ingin menghabiskan waktu seharian penuh di kawasan Sukamade. Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja.

Puas dengan keindahan taman nasional dan nuansa pantai yang menenangkan, lanjutkanlah perjalanan Anda ke Sumbersari. Di sini Anda dapat menemukan padang rumput yang luas. Rusa dan kijang dapat ditemukan berlarian, sehingga Anda dapat mempelajari tingkah laku satwa liar tersebut.



BANDEALIT
Untuk menuju Bandealit lebih mudah dicapai dari arah wilayah barat Taman Nasional Meru Betiri. Untuk mencapai lokasi wisata Pantai Bandealit dari arah Jember, Anda dapat melalui rute Jember-Tempurejo/Ambulu-Andongrejo-Bandealit dengan menggunakan kendaraan bermotor baik mobil atau motor. Jember-Tempurejo/Ambulu jaraknya sekitar 25 km atau kurang lebih 1 jam perjalanan. Selanjutnya menuju Andongrejo sejauh 20 km dengan waktu sekitar 30 menit. Terakhir menuju Bandealit jaraknya sekitar 14 km atau sekitar 1 jam perjalanan.

Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer. Saat Anda mencapai pintu gerbang Bandealit yang jaraknya sekitar 14 km dari pintu gerbang Andongrejo, Anda wajib melaporkan ke kantor setempat. Sekitar 500 sebelum pantai terdapat Resort Bandealit milik Taman Nasional Meru Betiri.
Resort Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri.
Resort Bandealit
Pantai Bandealit memiliki pantai yang bersih dan masih terjaga kealamiannya. Ini merupakan potensi yang biasanya menjadi nilai plus tersendiri  bagi wisatawan. Dengan kondisi ombaknya yang tidak terlalu besar, Pantai Bandealit sering digunakan sebagai tempat melakukan olahraga air seperti bodysurfing, jet skiing, surfing, berkano dan tentu saja memancing. Apabila Anda ingin langsung menikmati ikan bakar segar tanpa harus repot-repot memancing terlebih dahulu, maka Anda bisa membeli ikan-ikan segar tersebut kepada nelayan yang berada di Pantai Bandealit. 
Pantai Bandealit, Taman Nasional Merubetiri, Jember-Banyuwangi.
Pantai Bandealit
Pantai Bandealit, Meru Betiri.
Pantai Bandealit dengan latar belakang hutan Meru Betiri

Obyek wisata lain yang dapat Anda temukan di wilayah Bandealit, diantaranya adalah :

Gunung Sodung, yaitu bukit karang kecil setinggi 100 m yang sering dipakai oleh mereka dalam kegiatan olah raga panjat tebing itu, disebut Gunung Sodung. Di Puncak bukitnya terdapat menara yang dimanfaatkan untuk mengamati pemandangan disekelilingnya.
Tebing karang di Bandealit. (sumber : Andromedocahyo.blogspot.com)
Goa Jepang. Pada sisi sebuah tebing di barat pantai Bandealit, terdapat sebuah peninggalan perang kemerdekaan. Tentara Jepang membuat bungker yang juga merupakan tempat pengintaian kearah laut, dan oleh penduduk sekitar peninggalan tersebut di sebut dengan nama gua jepang. Goa Jepang ini letaknya berada di ketinggian 200 m. Didepan goa terdapat tumpukan batu yang merupakan benteng perlindungan tentara Jepang bila ada perlawanan dari musuh yang akan berlabuh di pantai Bandealit. Perjalanan menuju bungker sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.
Goa Jepang di Bandealit
Muara Timur. Kegiatan yang dapat dilakukan di muara timur seperti berkano menelusuri muara, berenang, belajar selancar angin, dan belajar berlayar.


Selain itu ada juga atraksi wisata yang dapat dinikmati antara lain penangkaran rusa timor. Tepat di depan kandang rusa timor terdapat green house anggrek. Banyak koleksi bunga anggrek yang ada di Taman Nasional Meru Betiri dipamerkan di green house ini. Bagi pecinta bunga anggrek pasti akan menyukai tempat ini, karena banyak bunga anggrek langka yang tidak ditemui di tempat lain ada disini.
Penangkaran Rusa Timor Merubetiri
Green house anggrek di Bandealit.
Temukan juga kijang, bunga Rafflesia, dan pabrik kopi peninggalan Belanda yang sekarang dimiliki oleh PT Bandealit, kebun karet, serta masyarakatnya yang sedang memanen getah karet, kebun sayuran, pohon nyiur yang berjajar rapih.

Anda juga akan menjumpai Perkebunan Bandealit, yang letaknya dekat dengan Pantai Bandealit dan mempekerjakan ratusan buruh, yang menghasilkan komiditi utama antara lain berupa kopi, kako, kelapa dan durian. Secara keseluruhan terdapat enam perkebunan di Taman Nasional Meru Betiri dengan luas lahan sekitar 2 ribu hektar.

Di Desa Andongrejo dan Curahnongko yang merupakan desa-desa yang berbatasan dengan kawasan TN Meru Betiri, terdapat kelompok TOGA yang mengolah tumbuhan obat menjadi produk jamu tradisional. Di Desa Andongrejo (zona rehabilitasi) terdapat demplot agroforestry seluas 7 Ha dengan tanaman pakem, kedawung, kemiri, trembesi dan lain-lain. Demplot tersebut dibangun oleh kelompok binaan Konsorsium FAHUTAN IPB-LATIN. 
Tanaman obat
Di Pantai Bandealit ada banyak fasilitas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Salah satu yang terkenal adalah fasilitas surfingnya. Selain itu ada juga fasilitas pendukung seperti Bodyboard, Genset, Solar cell, Shelter, Kano, dan Speedboat. Dan tentunya fasilitas wajib berupa Pondok wisata,  Area parkir, MCK, dan Camping ground
Fasilitas kano di Bandealit (sumber : Merubetiri.com)
Camping ground di Bandealit.
Jika Anda enggan ber-camping, juga tersedia pondok wisata. Penginapan yang berada di tepi pantai itu dikelola oleh pihak Taman Nasional Merubetiri dengan tarif Rp 200.000 per kamar (2012). Penginapan dengan nama Wisma Soneratia itu lokasinya tidak berada di pantai utama, namun berada di sebelah kiri. Jadi sebelum loket parkir kendaraan bermotor yang ada di Pantai Bandealit, itu belok kiri. Kira-kira sekitar 500 meter akan tampak Wisma Soneratia yang lokasinya dikelilingi pohon.

Jika anda mau menginap di wisma ini, harus siap-siap membawa makanan, karena pihak pengelola wisma tidak menyediakan makanan dan minuman. Selain itu listrik juga menyala sampai pukul 11 malam, setelah itu gelap gulita. Namun justru kesan alaminya begitu terasa. Anda bisa menikmati indahnya bintang yang berkelap-kelip di langit.
Penginapan di Bandealit.
Penginapan di Bandealit

BUNGA RAFLESIA



Bunga Raflesia atau bunga bangkai mini (Raflesia Zollingeriana)  ini hanya bisa ditemukan di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri di Bande Alit, Desa Andongrejo,Kecamatan Tempurejo, tepatnya di Blok Krecek sekitar 8 km dari Pos Andongrejo. Lokasi ini mudah dicapai karena terletak di tepi jalan. Selain itu bunga raflesia juga dapat ditemukan di kawasan Pantai Sukamade, Banyuwangi, Jawa Timur.

Bunga yang juga biasa disebut Padmosari itu hanya tumbuh di kawasan TNMB dengan pohon inang jenis Tetrastigma. Proses penyerbukan bunga dilakukan oleh lalat hijau (Lucilia sp), lalat biru (Protocalliphora sp), lalat abu-abu (Sarcophaga sp), lalat mata hijau (Tabanus sp) dan lalat buah (Drosophila melanogaster).

Selain jenisnya langka, bunga berukuran mini itu memang nampak indah. Sayangnya masa mekarnya tidak terlalu lama, maksimal satu minggu. Bahkan jika mekarnya di musim penghujan, paling lama hanya bertahan empat hari saja. Biasanya bunga itu mulai tumbuh dan mekar pada bulan bulan Mei hingga Oktober.

Jika sedang mekar sempurna diameter bunga raflesia mini ini bisa mencapai 20 hingga 26 sentimeter. Panjang cuping atau knopnya antara 15 dan 18 sentimeter dengan lebar 10-15 sentimeter. Bunga itu berwarna merah bata dengan bintik putih. Lubang diafragmanya berukuran antara 6 dan 8 sentimeter.

Bunga bangkai mini itu selalu menjadi incaran sebagian masyarakat sekitar hutan. Bunganya punya nilai ekonomi tinggi, karena diyakini berguna untuk bahan obat-obatan, seperti kanker, dan obat untuk vagina. Di desa sekitar Hutan Meru Betiri di Bandealit dan Sukamade, banyak pengepul atau penadah bunga Raflesia dan tanaman obat lain untuk dipasok ke perusahaan jamu. Kondisi semacam ini tentu saja sangat disayangkan.

Menurut catatan TNMB, bunga Padmosari ditemukan pertama kali oleh pendiri Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda Sijfert Hendrik Koorders pada 1902 di wilayah Kecamatan Puger, Jember. Namun, saat ini bunga ini hanya dapat dijumpai di kawasan hutan konservasi Meru Betiri. Bunga ini hanya dapat tumbuh pada akar dan batang liana Tetrastigma lanceolarium danTetrastigma papillosum yang berfungsi sebagai inangnya.



Bunga itu terbilang tumbuhan yang unik karena tidak mempunyai akar, batang, dan daun. Satu-satunya ciri tumbuhan yang dimiliki adalah bunga yang menempel pada akar atau batang inangnya. Tumbuhan ini tergolong holoparasit, di mana bunga merupakan satu-satunya organ tumbuhan yang dapat dilihat oleh mata biasa.


JUNGLE TRACKING BANDE-SUKA

Jungle tracking di Taman nasional Meru Betiri
Peta jungle tracking Bande-Suka
Bande-Suka (Bandealit-Sukamade) merupakan jungle tracking Taman Nasional Meru Betiri yang dimulai dari pantai Bandealit dan berakhir di pantai Sukamade kabupaten Banyuwangi. Ini merupakan track favorit kelompok pecinta alam untuk menjelajahi hutan hujan tropis dataran rendah. Panjang track kurang lebih 18 km dan biasa di tempuh berjalan kaki selama 3 hari dengan rute Bandealit – Teluk Meru- Teluk Permisan dan Sukamade. Di samping itu juga ada lintas pendek yang dapat ditempuh yaitu Bandealit – Teluk Meru sepanjang 14 Km dapat ditempuh selama 5 – 6 jam. Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam dan panorama pantai di Teluk Meru dan Teluk Permisan yang merupakan tempat istirahat selama melakukan lintas/perjalanan.

Bandealit - Teluk Meru
Tracking Bandealit - Meru merupakan perjalanan awal dalam rangkaian kegiatan Jungle Track Bande-Suka, perjalanan bisa dimulai dari pantai bandealit dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua atau empat menuju blok Sumbergadung.


Melintasi jalan setapak yang bervariasi antara jalan datar dan tanjakan selama 1 jam dari Sumbergadung, perhentian pertama pun dilakukan di hamparan batu yang disebut dengan Batuampar, yang merupakan daerah di tepi sungai yang airnya jernih. Di musim hujan, Batuampar berubah menjadi sungai berbatu licin yang alirannya lumayan deras dan agak sulit untuk dilintasi.

Perjalanan Sumbergadung - Patok 21 memerlukan fisik yang cukup baik dimana jalur yang ditempuh adalah jalur yang hampir seluruhnya dengan medan menanjak. Walau demikian dalam perjalannya kita masih bisa melakukan pengamatan flora dan fauna.

Blok Pal 21 merupakan Puncak tertinggi dalam rangkaian perjalanan menuju Pantai Meru, di sekitar blok ini kita bisa mengamati beberapa jenis aves antara lain rangkong julang emas. Setelah perjalanan menuju teluk meru dilalui dengan toporafi yang hampir seluruhnya menurun, sampailah di pantai Meru. 

Pemandangan yang dapat dinikmati antara lain beberapa jenis burung pantai seperti elang laut yang  sedang mencari mangsa di laut dan beberapa jenis vegetasi pantai seperti nyamplung banyak tersebar sepanjang jalur pantai Meru. Setibanya dekat muara tengah kita bisa membuat tenda untuk berkemah. Pantai di teluk ini panjangnya 5 km dan dipotong oleh satu aliran sungai yang harus Anda sebrangi saat menyusuri pantai. Jangan khawatir, air sungai ini cukup dangkal dan berair tenang. Tetapi  pada musim hujan kedalaman muara bisa mencapai 1,5 m. Hal ini membuat kawasan tersebut ditutup bagi pengunjung ketika musim hujan.
Teluk Meru Timur
Ditempat ini wisatawan dapat mengamati burung, memancing dan melihat sunset. Pemandangan pantai yang indah menjadi andalan lokasi ini dan kondisi alamnya yang belum tercemar menciptakan pemandangan mempesona. yang menarik. Aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung antara lain : berkemah, memancing, berjemur, dan berenang.

Teluk Meru - Teluk Permisan
Di awali dengan menyeberang muara sungai, kemudian melintasi hutan belantara dengan jalan setapak yang cukup jelas. Sesekali pengunjung akan menjumpai gerombolan burung julang yang terbang dengan suara kepakan sayap yang khas menyerupai helikopter. 

Tibalah di puncak perjalanan yaitu Tumpak Dawung. Dinamai tumpak dawung karena di puncak bukit ini terdapat pohon kedawung yang sangat besar, biasanya tempat ini juga digunakan para pengunjung beristirahat. Tetapi jangan terlena dengan tempat  ini, karena tidak akan menjumpai air di sini. Segeralah turun menuju pantai permisan, karena akan menemukan sungai yang airnya jernih dan segar.


Teluk Permisan, Taman Nasional Meru Betiri.
Pantai Permisan Barat
Teluk Permisan terbagi menjadi dua bagian, Permisan Barat dan Permisan Timur, yang dipisahkan oleh dataran tinggi yang menjorok ke laut. Di kedua teluk ini, pemandangan pasir yang indah serta deburan lembut ombak merupakan pelepas lelah yang sangat menghibur setelah menyusuri daratan hutan yang menanjak dan menurun. Biasanya peserta trans Bande-Suka beristirahat dan bermalam di teluk ini sambil menyantap udang hasil tangkapan nelayan. 

Di pantai permisan barat, deburan ombak yang teratur dan pasir pantai yang bersih memanjakan pengunjung untuk bermain di pantai atau hanya sekedar berjemur. Perjalanan dilanjutkan menuju Permisan Timur di balik bukit, yang ombaknya hampir tidak ada, sehingga merupakan tempat favorit bagi pengunjung untuk berenang atau bahkan snorkeling karena terumbu karangnya masih sangat baik. Potensi ikannya pun sangat melimpah, sering para nelayan bersandar di pantai ini sambil menunggu jaringnya dapat ikan. Selain ikan, potensi kerang lautnya juga sangat melimpah.


Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. 
Pantai Permisan, Taman Nasional Meru Betiri
Pantai Permisan Timur
Air terjun di  dekat pantai Permisan
Camping di pantai Permisan
Permisan-Sukamade
Permisan-Sukamade merupakan jalur traking terakhir dari jungle tracking Bande-Suka yang dapat ditempuh dalam waktu 4-5 jam, menuju ke arah timur melewati medan yang terbilang berat. Berjalan kaki di jalan setapak ini dapat dilakukan sambil menikmati keindahan flora dan fauna yang terdapat disepanjang jalan. Trek selepas Permisan jauh lebih sulit dibanding beberapa trek sebelumnya. Tanjakanya bisa mencapai 75 derajat, hampir tegak berupa tanah liat dengan "tangga" batu.


Keadaan semakin sulit karena di kanan kiri jalan setapak itu juga tumbuh tanaman berduri yang bila tidak hati-hati dapat melukai kulit. Ditambah lagi turunan yang licin tanpa akar pohon yang dapat dimanfaatkan sebagai penahan kaki.

Untuk mencapai Sukamade, setelah sampai di Pondok Muto dan menurun bukit terjal, Anda harus mengambil jalur kanan. Jika ke kiri akan membawa Anda ke Sumbersari. 


RUTE MENUJU TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

Peta Taman Nasional Meru Betiri
Peta Taman Nasional Meru Betiri (sumber : Merubetiri.com)
Akses menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui 4 jalur jalan darat baik dari Jember maupun dari Banyuwangi yaitu :

Jalur Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat) sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5-2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur Jember-Glenmore-Sarongan-Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5-4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur Banyuwangi-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 97 Km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam dengan kendaraan bermotor.

Sebaiknya, Anda datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan. Selain itu, sebelum berkunjung Anda harus melaporkan diri ke kantor Pengelolaan Taman Nasional setempat. 

loading...


Back To Top