Pasar Banyuwangi kini tampil dengan wajah baru setelah selesai direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Mulai beroperasi secara resmi pada Kamis, 1 Oktober 2026, pasar tradisional yang berada di pusat kota ini menawarkan pengalaman berbeda: berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus menikmati suasana bangunan bersejarah dengan sentuhan arsitektur khas Banyuwangi.
Tak lagi sekadar menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, Pasar Banyuwangi kini mulai berkembang sebagai ruang publik dan destinasi wisata heritage.
Perpaduan bangunan modern, karakter rumah adat Osing, serta lokasinya yang berdekatan dengan kawasan bersejarah Asrama Inggrisan menjadikan pasar ini memiliki daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan.
Wajah Baru Pasar Banyuwangi: Perpaduan Arsitektur Modern dan Heritage Osing
Desain baru Pasar Banyuwangi menarik karena memadukan arsitektur modern, karakter bangunan heritage, dan unsur rumah adat suku Osing.
Revitalisasi ini tidak sekadar membuat pasar terlihat lebih baru, tetapi juga berupaya mempertahankan identitas lokal sambil menghadirkan ruang perdagangan yang lebih tertata.
1. Fasad heritage tetap dipertahankan
![]() |
| Wajah depan Pasar Banyuwangi masih mempertahankan bentuk lama |
Bagian depan pasar memiliki nilai sejarah sehingga tidak sekadar dibongkar dan diganti dengan bangunan baru.
Revitalisasi dilakukan dengan mempertahankan karakter fasad dan gerbang bersejarah, lalu memadukannya dengan desain bangunan yang lebih modern.
2. Atap dan ornamen khas Osing
![]() |
| Bentuk atap pasar terinspirasi rumah adat suku Osing. |
Bangunan utama mengadopsi bentuk atap yang terinspirasi rumah adat Osing.
Ornamen yang merepresentasikan budaya masyarakat asli Banyuwangi turut memperkuat identitas lokal, sehingga pasar memiliki karakter berbeda dari bangunan komersial modern pada umumnya.
3. Bangunan dua lantai dengan zonasi perdagangan
![]() |
| Zonasi di lantai 1 dan 2 di Pasar Banyuwangi, bawah area basah, atas area kering dan kuliner. |
Pasar dirancang dengan pembagian area pasar basah, pasar kering, serta kuliner.
Berdasarkan rancangan Kementerian PU, lantai bawah diperuntukkan bagi komoditas basah seperti ikan, daging, dan sayuran, sedangkan lantai atas mencakup barang kering, kios kelontong, dan kuliner.
4. Konsep bangunan hijau dan sirkulasi udara
![]() |
| Pasar Banyuwangi berkonsep semi terbuka dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. |
Pasar dirancang dengan pendekatan bangunan gedung hijau atau Green Building. Konsep semi terbuka membantu sirkulasi udara alami agar area dalam tidak terasa pengap.
Desainnya juga memperhatikan efisiensi energi dan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.
5. Area depan ditata sebagai ruang publik
Penataan kawasan mencakup jalur pejalan kaki, area depan yang lebih rapi, dan pencahayaan yang mendukung suasana malam hari.
Kawasan ini dirancang agar tidak hanya nyaman untuk kegiatan jual beli, tetapi juga menarik untuk berjalan-jalan dan menikmati kuliner.
6. Fasilitas pendukung lebih terencana
![]() |
| Dua pilihan akses dari lantai 1 ke lantai 2, bisa melalui tangga berundak atau tangga yang lebih landai tanpa trap yang cocok untuk disabilitas maupun mobilitas logistik pedagang. |
Dalam rancangan Kementerian PU, pasar dilengkapi gedung parkir bertingkat, jalur pejalan kaki, dan fasilitas pendukung aktivitas perdagangan.
Penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mengurangi persoalan akses di kawasan pasar.
Diantaranya, ada pilihan tangga akses dari lantai 1 ke lantai 2 berupa tangga yang lebih pendek berundak dan tangga yang lebih landai tanpa anak tangga (step/trap) yang cocok untuk kereta bayi, disabilitas dengan kursi roda, dan mobilitas logistik bagi para pedagang dan kuli angkut dalam memindahkan barang dagangan menggunakan troli atau gerobak barang tanpa terhambat anak tangga.
Bukan Hanya Pasar, tetapi Juga Destinasi Wisata Heritage
Salah satu perubahan menarik setelah revitalisasi adalah munculnya aktivitas pengunjung yang tidak selalu bertujuan untuk berbelanja.
Sebagian warga datang untuk berjalan-jalan, menikmati suasana bangunan, atau mengambil foto dengan latar arsitektur pasar yang kini lebih estetik. Kondisi ini memperlihatkan potensi Pasar Banyuwangi sebagai destinasi wisata alternatif di tengah kota.
Daya tarik tersebut semakin terasa ketika sore hingga malam hari. Jika pagi hari didominasi aktivitas jual beli kebutuhan sehari-hari, menjelang malam suasana kawasan mulai dimanfaatkan warga untuk bersantai, menikmati kuliner, dan menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
![]() |
| Vibes malam hari di area jalan raya Pasar Banyuwangi (ss YouTube @pemerintahkabupatenbanyuwangi) |
Area depan pasar dilengkapi trotoar yang luas dan deretan tempat duduk. Pencahayaan hangat pada sejumlah sudut bangunan juga menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan pasar tradisional pada umumnya.
Menurut pemberitaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kawasan ini mulai menjadi tempat berkumpul warga, termasuk anak muda yang tertarik dengan suasana heritage dan tampilannya yang menarik untuk diabadikan melalui kamera ponsel.
Artinya, kunjungan ke Pasar Banyuwangi kini bisa menjadi bagian dari agenda jalan-jalan di pusat kota, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lokal tanpa harus pergi jauh dari kawasan perkotaan.
Menikmati Pemandangan Kota dari Lantai Dua
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berbeda, lantai dua Pasar Banyuwangi menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dijelajahi.
Pada siang hingga sore hari, kawasan ini menawarkan pemandangan kota dengan latar Pegunungan Ijen di sisi barat ketika kondisi cuaca memungkinkan.
Sementara pada malam hari, balkon lantai dua memberikan sudut pandang untuk menikmati aktivitas lalu lintas dan suasana pusat kota yang diterangi lampu.
Pengalaman ini memberikan nilai tambah bagi pasar yang sebelumnya lebih identik dengan aktivitas perdagangan.
Pengunjung dapat menggabungkan beberapa kegiatan dalam satu kunjungan, mulai dari berbelanja kebutuhan lokal, menikmati makanan atau minuman, hingga mengambil foto dengan latar bangunan dan suasana kota.
Meski demikian, kenyamanan menikmati area tersebut tetap perlu menyesuaikan dengan akses yang dibuka untuk umum dan ketentuan pengelola pasar.
Berdekatan dengan Asrama Inggrisan, Bangunan Bersejarah Banyuwangi
Daya tarik Pasar Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari lokasinya yang berdekatan dengan Asrama Inggrisan, salah satu bangunan bersejarah di pusat kota.
Asrama Inggrisan memiliki kaitan dengan sejarah komunikasi internasional. Kawasan ini dikenal sebagai kompleks perkantoran telegraf yang menjadi salah satu titik penghubung kabel telegraf bawah laut antara Eropa dan Australia pada 1871.
Keberadaan dua kawasan tersebut menawarkan peluang untuk menikmati wisata sejarah dalam satu perjalanan. Setelah melihat arsitektur Pasar Banyuwangi, pengunjung dapat melanjutkan eksplorasi ke kawasan Asrama Inggrisan untuk mengenal lebih jauh jejak sejarah kota.
Perpaduan pasar rakyat dan bangunan bersejarah ini membuat kawasan tersebut memiliki karakter berbeda dari pusat perbelanjaan modern.
Pengunjung tidak hanya menikmati bangunan yang menarik secara visual, tetapi juga dapat mengenal hubungan antara perkembangan ekonomi, kehidupan masyarakat, dan sejarah Banyuwangi.
Potensi Menjadi Tempat Wisata Kuliner dan Ruang Nongkrong
![]() |
| Salah satu spot nongkrong favorit pengunjung di lantai 2 yang menghadap ke arah jalan |
Perubahan wajah Pasar Banyuwangi juga membuka peluang bagi berkembangnya wisata kuliner di pusat kota.
Kehadiran area kuliner dalam konsep penataan pasar, ditambah suasana yang mulai menarik pengunjung pada sore dan malam hari, dapat memperluas aktivitas ekonomi di luar jam belanja pagi.
Pasar tradisional memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern, yakni kedekatan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Interaksi antara pedagang dan pembeli, beragam komoditas lokal, serta makanan yang dijajakan dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan.
Apabila dikelola secara konsisten, Pasar Banyuwangi berpotensi menjadi tempat untuk menikmati kuliner lokal, bertemu teman, maupun sekadar beristirahat setelah berkeliling kota.
Namun, keberhasilan konsep ini tidak hanya bergantung pada desain bangunan. Kebersihan, keamanan, pengelolaan parkir, penataan pedagang, serta kenyamanan pengunjung juga perlu dijaga agar pasar tetap berfungsi dengan baik sebagai pusat perdagangan.
Tips Berkunjung ke Pasar Banyuwangi
![]() |
| Pintu masuk area Pasar Banyuwangi di sisi timur |
Bagi wisatawan yang ingin melihat langsung wajah baru Pasar Banyuwangi, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
Datang pagi untuk merasakan suasana pasar tradisional. Waktu pagi cocok bagi pengunjung yang ingin melihat aktivitas perdagangan, mengenal komoditas yang dijual, atau berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Pilih sore hingga malam untuk menikmati suasana heritage. Pada waktu ini, pengunjung dapat menikmati pencahayaan bangunan, bersantai di area depan pasar, dan mengabadikan suasana pusat kota.
Jelajahi kawasan Asrama Inggrisan. Lokasinya yang berdekatan memungkinkan wisatawan menggabungkan kunjungan ke pasar dengan wisata sejarah.
Siapkan kamera atau ponsel. Gerbang bersejarah, detail arsitektur khas Osing, dan suasana pasar dapat menjadi latar menarik untuk dokumentasi perjalanan.
Tetap menghormati aktivitas pedagang. Pasar Banyuwangi tetap merupakan ruang ekonomi masyarakat. Hindari menghalangi jalur transaksi dan mintalah izin sebelum memotret pedagang secara dekat.
Untuk informasi jam operasional setiap zona, fasilitas yang sudah dapat digunakan, serta akses ke area lantai dua, pengunjung sebaiknya mengikuti informasi terbaru dari pengelola atau Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Pasar Banyuwangi, Wajah Baru Wisata Kota
Beroperasinya kembali Pasar Banyuwangi setelah direvitalisasi oleh Kementerian PU menandai babak baru bagi salah satu pusat perdagangan di jantung kota. Bangunan yang lebih tertata, sentuhan arsitektur khas Osing, dan karakter heritage yang tetap dipertahankan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.
Di satu sisi, pasar ini tetap menjadi tempat pedagang mencari nafkah dan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, kawasan tersebut mulai berkembang menjadi ruang publik untuk bersantai, menikmati kuliner, dan mengenal sejarah Banyuwangi.
Bagi wisatawan yang sedang menjelajahi pusat Kota Banyuwangi, pasar ini layak masuk dalam daftar tujuan singkat. Sebab, menikmati perjalanan tidak selalu harus mengunjungi pantai, air terjun, atau pegunungan.
Terkadang, suasana pasar tradisional yang hidup dan bangunan bersejarah justru menawarkan cara sederhana untuk mengenal karakter sebuah kota.












0 komentar:
Posting Komentar