![]() |
| Kuliner Kampung Bethek, Banyuwangi |
Kalau biasanya wisata kuliner identik dengan kafe modern, lampu estetik, dan bangunan industrial, suasana berbeda justru bisa ditemukan di Kampung Bethek, Benculuk, Banyuwangi.
Tempat makan yang berada di kawasan yang sama dengan wisata De Djawatan ini menawarkan pengalaman kuliner yang sederhana, hangat, dan penuh nostalgia.
Begitu masuk ke area Kampung Bethek, suasananya langsung terasa seperti kembali ke kampung zaman dulu.
Bangunannya didominasi bambu, lantainya masih berupa tanah, dan aroma masakan dari tungku kayu langsung mengingatkan pada dapur rumah nenek di desa.
Bukan cuma tempat makan biasa, Kampung Bethek terasa seperti perjalanan singkat kembali ke masa lalu.
Wisata Kuliner Tradisional di Dekat De Djawatan
Lokasi Kampung Bethek berada di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Tempat ini sangat mudah dijangkau karena masih berada di sekitar kawasan wisata De Djawatan yang terkenal dengan hutan trembesi raksasanya.
Jadi setelah puas foto-foto di De Djawatan, pengunjung bisa langsung mampir untuk makan siang atau sekadar ngopi santai dengan suasana pedesaan yang adem.
Kombinasi wisata alam dan wisata kuliner tradisional seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi Banyuwangi yang memang terkenal punya banyak destinasi unik.
Suasana Jadul yang Bikin Kangen Masa Kecil
![]() |
| Ruang makan utama di Kampung Bethek, serba bambu |
Hal pertama yang paling mencuri perhatian di Kampung Bethek tentu konsep bangunannya. Hampir seluruh bagian warung dibuat dari bambu atau bethek, yaitu anyaman bambu khas Jawa.
Tidak ada kesan mewah atau modern di sini. Justru kesederhanaannya yang membuat tempat ini terasa nyaman.
Meja bambu, kursi kayu, lantai tanah, hingga dapur tradisional dengan tungku kayu membuat suasana terasa sangat autentik. Apalagi saat aroma masakan mulai tercium dari dapur, rasanya benar-benar seperti sedang pulang kampung.
Buat generasi yang pernah tinggal di desa, tempat ini bisa memunculkan banyak kenangan masa kecil. Sementara untuk anak muda yang belum pernah merasakan suasana seperti itu, Kampung Bethek justru terasa unik dan menarik untuk dijelajahi.
Masakan Rumahan yang Sederhana Tapi Nagih
![]() |
| Menu makanan Kampung Bethek |
Salah satu alasan kenapa pengunjung betah datang ke Kampung Bethek adalah makanannya. Menu yang disajikan memang sederhana, tetapi justru itu yang bikin terasa spesial.
Beberapa menu yang bisa ditemukan di sini antara lain:
- sayur bening kelor
- sayur lodeh
- pepes ikan laut
- ayam kesrut khas Osing
- ayam ungkep bumbu Jawa
- aneka gorengan
- cenil
- serabi tradisional
Semua makanan dimasak dengan gaya rumahan dan sebagian masih menggunakan tungku kayu bakar, sehingga cita rasanya terasa lebih khas.
Yang paling menarik, harga makanannya juga ramah di kantong. Mulai dari sekitar Rp1.000 sampai Rp50.000 saja, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai menu tradisional khas Banyuwangi dan Jawa.
Ngopi Santai dengan Kopi Bencul
![]() |
| Kopi Bencul (Instagram @lokalrasa_banyuwangi) |
Selain makanan tradisional, Kampung Bethek juga punya minuman khas bernama Kopi Bencul. Kopi lokal ini disajikan dengan cara tradisional dan cocok dinikmati sambil duduk santai menikmati suasana desa.
Menyeruput kopi hangat di tengah bangunan bambu dengan semilir angin pedesaan memang punya sensasi berbeda dibanding nongkrong di coffee shop modern.
Suasananya lebih tenang, lebih akrab, dan terasa lebih “hidup”.
Bukan Sekadar Tempat Makan
![]() |
| Tempat jajanan dan aneka gorengan |
Yang membuat Kampung Bethek menarik bukan cuma makanannya, tetapi juga cerita di balik konsepnya.
Tempat ini memang dibuat untuk menghidupkan kembali suasana Banyuwangi tempo dulu sekaligus mengingatkan bahwa budaya tradisional masih layak dijaga di tengah derasnya modernisasi.
Apalagi kawasan Djawatan sendiri punya nilai sejarah panjang sejak zaman kolonial Belanda. Karena itu, konsep warung bambu dan nuansa kampung tempo dulu terasa sangat cocok dengan karakter kawasan wisata tersebut.
Kampung Bethek seperti ingin mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan modern dan menikmati hal-hal sederhana yang mulai jarang ditemukan.
Cocok untuk Wisata Keluarga dan Healing Santai
![]() |
| Ruang dapur Kampung Bethek |
Buat yang suka tempat makan dengan suasana alami dan tenang, Kampung Bethek bisa jadi pilihan menarik saat berkunjung ke Banyuwangi.
Tempat ini cocok untuk:
- wisata keluarga
- nongkrong santai
- wisata kuliner tradisional
- berburu foto estetik bernuansa desa
- healing tipis-tipis setelah jalan-jalan di De Djawatan
Karena suasananya terbuka dan penuh unsur alam, pengunjung juga bisa merasa lebih rileks dibanding makan di tempat ramai dan penuh musik keras.
Jam Operasional Kampung Bethek
Kampung Bethek buka setiap hari mulai pukul: 08.00 WIB – 17.00 WIB
Biasanya tempat ini mulai ramai saat akhir pekan dan musim liburan, terutama oleh wisatawan yang habis berkunjung dari De Djawatan.
Lokasi Strategis di Sekitar De Djawatan
Salah satu daya tarik utama Kampung Bethek adalah lokasinya yang berada di kawasan yang sama dengan wisata De Djawatan Banyuwangi.
Kawasan ini sudah dikenal luas sebagai destinasi favorit wisatawan karena pesona hutan trembesi tua yang ikonik.
Dengan hadirnya Kampung Bethek, pengunjung De Djawatan kini memiliki pilihan tambahan untuk bersantai sambil menikmati kuliner khas Banyuwangi.
Setelah berjalan-jalan atau berfoto di area hutan, wisatawan bisa langsung mampir untuk menikmati makanan rumahan dengan suasana pedesaan yang autentik.
Posisi ini membuat Kampung Bethek sangat potensial menjadi bagian dari paket wisata keluarga, wisata kuliner, maupun wisata budaya di Banyuwangi.
Kampung Bethek Benculuk menjadi bukti bahwa tempat sederhana pun bisa menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan.
Lewat bangunan bambu, dapur tradisional, makanan rumahan, dan suasana desa yang hangat, tempat ini berhasil menghadirkan nostalgia yang mungkin sudah lama dirindukan banyak orang.
Kalau sedang jalan-jalan ke Banyuwangi, khususnya ke kawasan De Djawatan, jangan cuma sibuk foto-foto di hutan trembesi.
Sempatkan juga mampir ke Kampung Bethek untuk menikmati suasana kampung tempo dulu yang kini mulai jarang ditemukan.
Karena kadang, rasa nyaman itu justru datang dari hal-hal sederhana.







0 komentar:
Posting Komentar