PEMBANGANUNAN SEKOLAH RAKYAT PERMANEN BERSTANDAR INTERNASIONAL DIMULAI DI BANYUWANGI

Sekolah Rakyat di Banyuwangi
Maket gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Banyuwangi (via banyuwangikab.go.id)

Pemerintah daerah Banyuwangi resmi memulai pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. 

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 7 hektar ini disiapkan untuk menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan lahan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 

Pemerintah menargetkan proyek rampung pada Agustus 2026, sehingga para siswa yang saat ini menempati bangunan sementara dapat segera dipindahkan ke fasilitas baru.

Desain sekolah direncanakan memenuhi standar internasional dengan fokus pada ruang belajar yang sehat, aman, dan ramah lingkungan. 

Selain ruang kelas, kampus akan dilengkapi sarana asrama (terpisah untuk putra dan putri) untuk setiap jenjang, fasilitas olahraga (lapangan sepak bola, lapangan basket, lintasan atletik, jogging track), gedung ibadah, dan aula serbaguna. 

Konsep arsitektur juga akan mengakomodasi unsur budaya lokal Banyuwangi sehingga identitas daerah tetap tercermin dalam bangunan.

Pemerintah daerah dan pusat memandang pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang dapat diakses anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Bupati Banyuwangi menyatakan harapannya agar proses pembangunan berjalan lancar dan fasilitas segera dapat dimanfaatkan siswa.

Apa itu Sekolah Rakyat ?


Secara singkat, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

Program ini dirancang bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga menyediakan layanan pendukung penuh — termasuk asrama, makan, seragam, dan kebutuhan dasar lain — agar peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif dan komprehensif.

Beberapa poin kunci tentang Sekolah Rakyat berdasarkan pengumuman dan liputan resmi:

  • Model berasrama: Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan siswa mendapatkan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan karakter secara holistik.

  • 100% gratis bagi peserta sasaran: Biaya pendidikan, asrama, konsumsi, dan kebutuhan dasar ditanggung negara untuk anak dari keluarga kurang mampu (segmen desil bawah sesuai data sosial).

  • Skala dan target nasional: Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa; target program skala nasional disebut-sebut akan menjangkau ratusan ribu peserta didik (dilaporkan target kumulatif mencapai ratusan ribu—mis. target 500.000 peserta pada tahap pengembangan).

  • Integrasi program anti-kemiskinan: Selain fokus pendidikan, Sekolah Rakyat dimaksudkan sebagai instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi — melalui peningkatan akses pendidikan dan keterampilan.

  • Tahapan peluncuran: Implementasi program dimulai sejak 2025 dengan beberapa titik percontohan dan terus diperluas sesuai rencana pembangunan dan anggaran.



Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar


Scroll to top
close