PERAYAAN HARJABA BANYUWANGI, DIDI KEMPOT HADIR MENYAPA SOBAT AMBYAR


Didi Kempot si God Father of Brokenhearts mengguncang sobat ambyar Banyuwangi jelang penghujung 2019 lalu. Ia diundang hadir sebagai bintang tamu pada acara Banyuwangi Award yang merupakan event penghargaan tahunan bagi putra-putri Banyuwangi yang berprestasi di berbagai bidang.

Didi Kempot tampil di Taman Blambangan Banyuwangi 18 Desember 2019 dalam rangka peringatan Hari Jadi Banyuwangi ke 248.
Penampilan Didi Kempot The Godfather of Broken Heart di Taman Blambangan, Banyuwangi.
Event tersebut untuk memperingati Harjaba yang jatuh pada 18 Desember 2019. Atas kehadirannya ini, jalanan menuju pusat kota Banyuwangi pun macet total. Ambyar!

Bagaimana tidak macet, pengunjung tidak hanya masyarakat lokal Banyuwangi. Tapi juga para fans Didi Kempot yang biasa disebut sobat ambyar yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur. Mereka menyerbu Banyuwangi khusus untuk bertemu sang "Bapak Patah Hati Nasional". Peringatan Harjaba Banyuwangi ke 248 pun ambyar oleh lautan sobat ambyar Banyuwangi dan sekitarnya.

Akhirnya, yel-yel Cendol Dawet pun bergema di Lapangan Blambangan Banyuwangi.

Kekaguman Didi Kempot Setelah Sekian Lama Tak Menginjakkan Kaki Di Bumi Blambangan.

Didi Kempot ternyata pernah mengunjungi Banyuwangi sekitar tahun 1997 lalu. Akhirnya kesempatan kedua datang pada 2019, 22 tahun setelahnya. Saat menginjakkan kaki di Banyuwangi, ia mengaku terkejut dengan perkembangannya.

Kekagumannya ditujukan pada Bandara Banyuwangi yang hijau, asri, dan unik. "Bandaranya bagus dan luas. Kotanya juga tertata. Ini sungguh luar biasa," katanya pada media.

Konser Didi Kempet alias Lord Didi di Banyuwangi.
Penampilan Lord Didi di lapangan Blambangan sangat dinanti. Para Sobat Ambyar rela menunggu sejak pk. 18.00 dan tidak bergeser tempat meski sempat diguyur hujan.

Didi Kempot mengawali menyapa Sobat Ambyar Banyuwangi dengan Sewu Kutho dan berturut-turut dia menyajikan sejumlah tembang hitsnya.


Tak kurang dua jam Lord Didi, sebutan lainnya seorang Didi Kempot, menghibur penggemarnya. Setiap lirik selalu diikuti dan disahut para sobat ambyar. Sepertinya semua lirik lagunya, sobat ambyar hafal semua.

Sampai-sampai dalam suatu kesempatan Didi Kempot pernah berujar, saat melihat mayoritas penonton ikut bernyanyi, ia membayangkan sepertinya dirinya lah yang sedang menonton konser para sobat ambyar.

Diantara lagu-lagu itu, tentu tak ketinggalan ada yang selalu ditunggu-tunggu, Pamer Bojo. Di tengah lantunan lagu itu, yel-yel Cendol Dawet pun menggema.

Cendol dawet, cendol dawet
cendol dawet seger piro
lima ngatusan
gak pake ketan
Ji ro lu pat limo nem pitu wolu...

Tak kintang-kintang, tak kintang-kintang...

Tak kintang-kintang

Lololo~~



Cidro adalah salah satu lagu andalan Didi Kempot yang hampir selalu dinyanyikan setiap tampil. Lagu bertema patah hati tersebut berlirik mendalam, hingga sering membuat para penontonnya trenyuh, sampai meneteskan air mata. Para Sad boy dan sad girl pun makin gagal move on. 

Didi Kempot membawakan lagu Cidro di Banyuwangi.
Saat membawakan Cidro, sobat ambyar benar-benar dibuat larut dalam kesedihan. 

Lagu Cidro sesuai maknanya yang berarti ingkar janji, bercerita tentang seseorang yang patah hati karena ditinggalkan sang kekasih yang mengingkari janjinya. Bikin nyesek pastinya. Tak kecuali sobat ambyar Banyuwangi. Liriknya benar-benar meluluhlantakan hati yang pernah terluka oleh cinta. Simak liriknya.

Wis sakmestine ati iki nelangsa
[Sudah semestinya hati ini merana]

Wong sing tak tresnani mblenjani janji
[Orang yang kusayangi mengingkari janji]

Apa ora eling nalika semana?
[Apa tak ingat waktu itu?]

Kebak kembang wangi jeroning dada
[Penuh bunga wangi di dalam dada]

Kepiye maneh iki pancen nasibku
[Bagaimana lagi, ini memang nasibku]

Kudu nandang lara kaya mengkene
[Harus menanggung sakit seperti ini]

Remuk ati iki yen eling janjine
[Hancur hati ini saat ingat janjinya]

Ora ngira jebul lamis wae
[Tak mengira hanya manis di bibir saja]

Reff:

Gek apa salah awakku iki
[Apa salahnya diriku ini]

Kowe nganti tega mblenjani janji
[Kau sampai tega mengingkari janji]

Apa mergo kahanan uripku iki?
[Apa karena keadaan hidupku ini?]

Mlarat banda seje karo uripmu
[Miskin harta beda dengan hidupmu]

Aku nelangsa merga kebacut tresna
[Aku merana karena terlanjur cinta]

Ora Ngira saikine cidro
[Tak mengira sekarang mengingkari]

Wis sakmestine ati iki nelangsa
[Sudah semestinya hati ini merana]

Wong sing tak tresnani mblenjani janji
[Orang yang kusayangi mengingkari janji]

Apa ora eling nalika semana?
[Apa tak ingat waktu itu?]

Kebak kembang wangi jeroning dada
[Penuh bunga wangi di dalam dada]

Kepiye maneh iki pancen nasibku
[Bagaimana lagi, ini memang nasibku]

Kudu nandang lara kaya mengkene
[Harus menanggung sakit seperti ini]

Remuk ati iki yen eling janjine
[Hancur hati ini saat ingat janjinya]

Ora ngira jebul lamis wae
[Tak mengira hanya manis di bibir]

Seluruh penonton larut dalam larut Cidro, tak terkecuali para undangan yang terdiri para perangkat desa hingga pemkab Banyuwangi dan para petinggi dari berbagai daerah dan pusat yang turut hadir. Semua ambyar!


Hingga lagu pamungkas, penyanyi campursari ini tetap membius, dan para sobat ambyar tetap setia dan tidak bergeser dari lokasi. Lord Didi pun sukses  melelehkan hati Sobat Ambyar Banyuwangi.



Saat lagu Stasiun Balapan berkumandang bahkan sukses besar melelehkan hati mbak yang satu ini. Begitu emosinya si mbak, sehingga tak mampu berkata-kata lagi. Mungkin saja ya doi pernah punya kenangan yang mengharu biru di kota Solo.
.....
Ning Stasiun Balapan
Rasane Koyo Wong Kelangan
Kowe Ninggal Aku


Ra Kroso Netes Eluh Ning Pipiku


Di setiap konsep Didi Kempot selalu didampingi violis cantik, dialah Sandy Ria Ervinna. Lalu masih ada pemain kendang yang ganteng, Dory Harsa. Keduanya bisa jadi representasi Sadboys dan Sadgirls Sobat Ambyar.

Seperti biasa, penampilan Sandy di atas panggung bersama Didi Kempot menjadi daya tarik tersendiri. Parasnya yang ayu, ditambah kepiwaiannya dalam menggesek biola, bisa bikin Sad Boys salah fokus.
Penampilan violis Sandy Ervinna dalam show Didi Kempot di Banyuwangi, 18 Desember 2019.
Beragam ekspresi Sandy Ervina saat mendampingi Didi Kempot di Banyuwangi.
Selain itu ada Dory Harsa, si tukang kendang yang ikut meramaikan konser Didi Kempot. Sosoknya banyak dinanti banyak orang, dan kegantengannya  berpotensi membetot fokus para Sad Girls.

Penggemarnya pun tidak sedikit, terbukti dari jumlah follower akun instagramnya @doryharsa yang mencapai 329 ribu. Dikenal memiliki tagline #nangisotakkendangi, ia pun kerap diajak berduet oleh Lord Didi.

Namun siapa sangka, si tampan ini ternyata pernah patah hati. Rumah tangganya kandas. Sisi positifnya, dari sini kariernya melejit.

Penampilan Dory Harsa di Banyuwangi membawakan Kangen Nickerie.
Dalam show di Banyuwangi, Dory didapuk Lord Didi menyanyikan sebuah lagu yang biasa dibawakan di berbagai kesempatan, Kangen Nickerie.
……
Rembulan sing ngilo ono segoro
Padhangono ati kulo
Pujaan hatiku ra teko-teko

Penampilan Didi Kempot di Banyuwangi berlangsung di panggung yang megah dengan tata lampu yang gemerlap di lapangan Blambangan. 


Meskipun panggung tersebut tidak khusus dibuat untuk konser Didi Kempot, bisa dibilang inilah panggung termegah dan terbaik yang pernah dibuat untuk event di Banyuwangi. Sepertinya pihak panitia sengaja menampilkan upaya terbaik untuk memuaskan sobat ambyar yang menonton.

Panggung yang megah dengan tata lampu yang mewah untuk ukuran daerah (via Jatimnow.com)

Panggung untuk para undangan dan tamu VIP.

Atas sambutan yang luar biasa dari para Sobat Ambar, Didi Kempot secara spontan menyebutkan jumlah penonton konsernya di Banyuwangi mencetak rekor selama dia tampil di berbagai daerah. Ini dibuktikan dengan lubernya deretan parkir kendaraan yang mencapai sekitar 2 KM di sepanjang sisi timur, utara dan selatan lapangan Blambangan.

Penonton konser Didi Kempot di Banyuwangi.
Sobat Ambyar merangsek di setiap sudut panggung.
Menurut Didi Kempot jumlah sobyat ambyar Banyuwangi memecahkan rekor penonton konsernya.
Didi Kempot pun menyebut jumlah penonton di Banyuwangi memecahkan rekor dari pertunjukannya selama ini di berbagai daerah.

Didi Kempot Berencana Menciptakan Lagu Tentang Banyuwangi. Ia mengakui Banyuwangi telah dikenal sebagai gudangnya seniman. Terbukti banyak penyanyi dan pencipta lagu yang berasal dari Banyuwangi, banyak lagu-lagu Banyuwangi yang ngehits. 


Didi Kempot janji akan menciptakan lagu tentang Banyuwangi.
Menunggu janji Lord Didi menciptakan lagu tentang Banyuwangi. Semoga disegerakan dan ora cidro.
Nantinya lagu yang menggambarkan tentang Banyuwangi tersebut akan diciptakan Didi dengan berkolaborasi dengan seniman dari kota Blambangan ini.

Wah, sobat ambyar Banyuwangi pasti sudah tak sabar menunggu rilisnya. Siapa tahu pencipta lagu Pamer Bojo ini akan menyelipkan kata-kata Osing dalam lirik lagunya. Wih, pasti bakal ambyar sak ambyar-ambyarnya ya sob. 

Pentas Didi Kempot di Banyuwangi sudah usai, tapi tidak dengan para sobat ambyar. Ada ganjalan hati yang tersisa. Yang sulit dihilangkan begitu saja. Percaya atau tidak, banyak para sad boys dan sad girl yang masih sulit beranjak move on setelahnya. 

Remuk ati iki yen eling janjine
Ora ngiro jebul lamis wae
………..
Aku nelongso mergo kebacut tresno
Ora ngiro saikine cidro

Bagi para pemilik hati yang pernah tersakiti, wajar selalu muncul kegalauan setiap kali terdengar lirik bait Cidro. Seperti terwakili melalui ekspresi sad girl satu ini.

sad girl sobat ambyar Banyuwangi.
Sampeyan piye?
loading...

Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll to top