YUK KE WISATA AGRO EXPO TAMAN SURUH BANYUWANGI


Banyuwangi Agro Expo sudah menjadi agenda tahunan dan menjadi salah satu dari sekian event Banyuwangi Festival yang banyak dinanti.

Wisata Agro Expo Taman Suruh Banyuwangi.
Lokasi wisata Agro Expo Banyuwangi berada di ketinggian 500 Mdpl menjanjikan panorama alam yang mempesona.
Tahun ini Banyuwangi Agro Expo tampil beda. Jika tahun-tahun sebelumnya digelar di tengah kota, kali ini mengambil lokasi di daerah pegunungan. Tepatnya di area lahan lereng pegunungan Ijen. Dan agro expo pun seketika menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi.

Berikut fakta-fakta tentang Banyuwangi Agro Expo 2019 yang berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya. Seperti apa keseruannya? Yuk, cekidot.

Banyuwangi Agro Expo 2019 Menampilkan Konsep Baru

Deretan tanaman yang bertata rapi sesuai zonasinya.


Banyuwangi Agro Expo kali ini memang berbeda dari yang sudah-sudah. Bukan hanya lokasinya yang berbeda, tapi juga konsepnya.

Agro Expo Banyuwangi yang menampilkan kekayaan pertanian lokal ini menjadi atraksi menarik warga lokal maupun wisatawan, karena memadukan pengembangan inovasi pertanian modern, edukasi sekaligus jadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Bisa dibilang event ini semacam etalase showroom pertanian yang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk pertanian yang ada di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.

Menyadari generasi milenial makin susah diajak terjun ke dunia pertanian, maka Banyuwangi Agro Expo sengaja menawarkan konsep yang unik dan instagramable.

Agro wisata Banyuwangi menampilkan produk unggulan Banyuwangi.
Agro Expo Banyuwangi menampilkan inovasi pertanian modern sekaligus destinasi wisata edukasi. 

Ini agar generasi muda tertarik dan tidak ragu dengan bidang pertanian, karena bidang ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan menguntungkan secara ekonomis.

Karena itu Banyuwangi Agro Expo 2019 dibuat berbeda. Jika sebelumnya gelaran yang sama dihelat di areal persawahan di tengah kota, Banyuwangi Agro Expo 2019 menawarkan suasana berbeda dengan digelar di lokasi baru seluas 10,6 hektar yang berada di kawasan lereng Gunung Ijen Kecamatan Glagah.


Selain itu ada tujuan lain. Pemkab Banyuwangi ingin kegiatan agro expo ini bisa berkelanjutan menjadi destinasi pariwisata baru daerah. Karena itu dipilih lokasi baru yang letaknya agak ke atas di sekitar Lereng Ijen.
Dengan penataan yang tepat, Agro Expo Banyuwangi menawarkan suasana agro wisata yang menarik.

Selain lokasinya lebih  memadai, viewnya cukup luas dan menawarkan pemandangan yang indah khas pegunungan. Disini panorama kota Banyuwangi dan selat Bali terlihat dikejauhan.

Selain menawarkan lokasi baru yang menawan, Agro Expo yang mengangkat tema creative agriculture ini, menampilkan beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah mulai hortikultura, tanaman pangan, perkebunan hingga peternakan dan semua produk olahannya di tampilkan di ajang ini.

Termasuk juga aneka tanaman dan buah eksotis asal Banyuwangi, mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji. 



Sangkar burung di agro expo Banyuwangi.
Sangkar burung raksasa yang cukup menarik perhatian pengunjung.

Tambah menarik, agro expo juga dilengkapi arena edukatif dan playground untuk anak-anak. Seperti  atraksi memberi makan untuk kelinci, sangkar burung raksasa, dan pameran aneka reptil.

Ada juga pameran berbagai alat produksi pertanian mulai tradisional hingga modern sebagai edukasi bagi generasi milenial.

Pameran agro expo Banyuwangi juga dilengkapi dengan hamparan bunga-bunga cantik warna-warni yang menjadi spot selfie instagramable.

Tapi mewujudkannya ternyata tidak semudah itu ...

Butuh Kerja Keras Dan Inovasi Untuk Menyiapkan Lokasi Banyuwangi Agro Expo Yang Berupa Lahan Disklimaks

lahan agro expo Banyuwangi berupa tanah disklimaks
Lahan Agro Expo semula berupa tanah tidak produktif dan banyak bebatuan besar berhasil disulap jadi taman yang indah.



Lokasi Banyuwangi Agro Expo 2019 berada di berada di kaki Gunung Ijen dengan ketinggian mencapai 500 meter dari permukaan laut, luas lahan mencapai 10,6 hektare.

Masalahnya, lahan berupa bukit itu adalah lahan pertanian berupa tanah kering yang sudah disklimaks alias tidak produktif lagi. Ditambah lagi, tidak terdapat sumber air di sekitarnya, dipenuhi bebatuan, tanah sulit mengikat air dan dipenuhi ilalang.

Sedangkan konsep Agro Expo Banyuwangi adalah menghadirkan tanaman langsung di lahan, bukan tanaman dalam pot yang dipamerkan.

Untuk mengatasi kendala lahan, disalurkanlah air sejauh 3 km menuju lokasi di atas, lalu ditampung dalam embung yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah itu dilakukan upaya mempertebal nutrisi dalam tanah dengan pupuk organik. Setiap hektar ditaruh 30 ton pupuk organik dan unsur nutrisi lain di luasan 4,8 hektar di area tanaman.

Sayuran yang tumbuh subur di agro expo Banyuwangi.
Agro Expo Banyuwangi menghadirkan langsung tanaman di lokasi, yang ditanam 3 bulan sebelumnya. 
Dengan pengolahan secara tepat, cara tanam budidaya yang baik dan benar, lahan bisa kembali subur dan aneka tanaman yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

Semua tanaman di lahan agro expo ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar bahkan berbuah sejak tiga bulan terakhir.

Dinas Pertanian Pemkab Banyuwangi memanfaatkan lahan seluas 5,8 hektare berisi tanaman dengan jalan setapak yang panjang dan bercabang-cabang.

Taman bunga Celosia di Agro Expo Banyuwangi.
Taman bunga Celosia yang sangat menggoda pengunjung Agro Expo Banyuwangi.


Saat mengunjungi Agro Expo Banyuwangi, pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan bunga warna-warni yang cantik, kebun dan instalasi bambu yang instagramable. Diantara bunga-bunga yang cantik terdapat bunga Celosia atau masyarakat lokal sering menyebut bunga api. Terdapat empat warna bunga yang ditampilkan, yaitu kuning, pink, merah tua dan merah biasa.

Agro Expo 2019 pun dibuat semenarik mungkin dengan dibagi beberapa zona. Diantaranya, zona bunga, zona holtikultura, zona peternakan, zona pangan dan zona perkebunan. 

Agrowisata Taman Suruh
Zona ternak ditandai dengan ikon patung ayam jago raksasa.

Hasilnya? Agro Expo sukses memikat ribuan pengunjung setiap harinya. Menurut data, setiap hari Agro Expo dikunjungi rata-rata 9 ribu pengunjung selama festival berlangsung. 

Agro Expo Akan Dikembangkan Menjadi Wisata Pertanian Dan Alam Dengan Konsep Nomadic Tourism

Salah satu spot selfie di wisata Agro Expo Banyuwangi


Antusias pengunjung menyambut Agro Expo memunculkan ide baru. Pemkab Banyuwangi berencana mengembangkannya menjadi destinasi wisata pertanian dan alam dengan konsep Nomadic Tourism. Apa itu?

Nomadic Tourism adalah konsep baru yang dikenalkan Kementrian Pariwisata pada tahun 2018, yakni menyediakan fasilitas di kawasan destinasi wisata yang sulit terjangkau dengan konsep kontemporer, baik di segi amenitas maupun akses.

Nantinya akan dibangun camping ground yang murah plus fasilitas pendukungnya. Sehingga turis yang mau ke Ijen, bisa menginap disini dengan tarif murah.

Kehadiran Agro Expo Banyuwangi Jadi Pelengkap Destinasi Wisata Kawasan Kemiren-Kalibendo 

Taman cantik di Agro Expo Banyuwangi.
Agro Expo Banyuwangi jadi pelengkap destinasi wisata di sepanjang jalur Kemiren-Kalibendo, Banyuwangi.
Dipilihnya kawasan Taman suruh sebagai lokasi Banyuwangi Agro Expo 2019 sangat tepat. Ini menjadi momen yang pas untuk mempromosikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata baru di kawasan jalur Kemiren-Kalibendo.

Dari pusat kota Banyuwangi, lokasi Agro Expo hanya berjarak sekitar 11 KM dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit saja. Banyak kelebihan agro wisata ini. Jujugan yang berada di ketinggian di Banyuwangi tidak banyak, Agro Expo bisa jadi magnet baru.

Selain lokasinya yang keren, tempat parkir yang luas, dekat dengan lokasi wisata lain yang sudah ada. Letaknya yang berada di pinggir jalan raya juga menjadi nilai lebih lain. Tinggal menambah fasilitas lain yang lebih memadai. Seperti mushola dan toilet yang lebih representatif.

Dengan penataan yang apik, Agro Expo Banyuwangi layak jadi jujugan sekaligus wisata edukasi bagi masyarakat.


Juga memperbanyak spot selfie yang lebih bergaya lokal atau bangunan yang bisa jadi ikon tempat wisata ini. Mungkin patung raksasa yang berkarakter budaya Osing, seperti penari Gandrung, kebo-keboan, Sapi-Sapian Kenjo, atau patung barong Osing.

Dengan penataan yang berkonsep lokal, Agro Expo bisa jadi andalan baru jujugan wisata Banyuwangi, khususnya di sepanjang kawasan Kemiren hingga Perkebunan Kalibendo. Sehingga nantinya akan ada rangkaian destinasi wisata dalam satu alur : Desa Wisata Osing, Sanggar Genjah Arum, Warung Kemarang, Pemandian Taman Suruh,  Jopuro Wisata Selada, Agrowisata Taman Suruh, Air terjun Jagir, dan Perkebunan Kalibendo.

Lokasi Wisata Agro Expo Banyuwangi

Wisata Agro Expo Banyuwangi berada di Dusun Wonosari, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Untuk mencapai lokasi Agro Expo Banyuwangi, dari kota Banyuwangi arahkan tujuan ke Kawah Ijen atau Desa Kemiren. Keduanya searah.

Jika dari arah kota, kamu bisa melewati jalan A. Yani, lalu belok kiri ke jalan Jaksa Agung Suprapto, terus ke jalan HOS Cokroaminoto, hingga bersambung jalan Widuri.

Patung Barong di persimpangan jalan menuju Kawah Ijen dan Desa Kemiren, Banyuwangi.
Patung Barong di persimpangan jalan di ujung jalan Widuri, kiri ke arah Kawah Ijen, kanan ke arah Desa Kemiren. (via Google.com)

Setelah melewati jalan Widuri, di ujung jalan akan bertemu persimpangan, yang ditandai sebuah patung Barong di tengah jalan. Pilih jalan lurus/kanan menuju Desa Kemiren. Lanjutnya perjalanan sejauh 7 km dan kamu akan menemukan lokasi Agro Expo Taman Suruh di sisi kiri jalan.

Jika kamu dari arah Bandara Banyuwangi, setelah masuk kota Banyuwangi, dari traffick light Patung Kuda, belok kiri ke arah jalan Brawijaya. Sampai perempatan di ujung Jalan Brawijaya, belok kiri ke jalan HOS Cokroaminoto, lanjut hingga jalan Widuri. Selanjutnya sama seperti diatas.

Bagi yang sudah tidak sabar melihat keindahan wisata Agro Expo Banyuwangi di Desa Taman Suruh-Banyuwangi, cara termudah mencapai lokasinya adalah dengan mengikuti peta Google Maps dibawah ini.


loading...

Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll to top