PANTAI CACALAN, ALTERNATIF DESTINASI WISATA KELUARGA DI BANYUWANGI DENGAN PANORAMA SELAT BALI


Bagi traveler, nama Pantai Cacalan mungkin tidak sepopuler pantai lain di Banyuwangi, namun sebenarnya pantai ini sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Banyuwangi. Namun karena belum dilengkapi sarana yang memadai dan belum dikembangkan secara serius, membuat keberadaan pantai ini seakan "terlewatkan" masuk dalam agenda traveling.

Pantai Cacalan Banyuwangi.
Pantai Cacalan, Banyuwangi.
Padahal dilihat dari letaknya, Pantai Cacalan yang berada di lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi ini cukup strategis. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Banyuwangi kota ke arah Pelabuhan Ketapang. Dari jalan raya, berjarak kurang dari 1 km.

Dan yang menarik, jalan masuk menuju pantainya bernama jalan Lundin. Apa itu? Lundin atau lengkapnya Lundin Industry Invest adalah perusahaan galangan kapal yang memproduksi kapal militer berbasis teknologi Swedia yang berdiri tahun 2001.

Perusahaan ini mampu menciptakan kapal-kapal perang canggih berkelas dunia. Ada 16 produk kapal dengan kategori kapal militer, komersial, rekreasi dan untuk kepentingan SAR yang dihasilkan PT Lundin dengan merk North Sea Boats.

Selain pernah membuat kapal perang berlambung tiga berbahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar (karena itu disebut kapal siluman trimaran), juga memproduksi kapal tank yang diberi nama X18 Tank Boat, sebuah kapal dengan senjata besar tetapi berbobot ringan.

Lokasi perusahaan ini berada di lingkungan yang sama dengan Pantai Cacalan, pengunjung akan melewatinya saat menuju pantai. Namun jangan berharap kamu bisa sekedar mengintip pabriknya. Karena tidak sembarang orang bisa memasukinya, mengingat produk perusahaan ini untuk kepentingan militer. Yah, sekedar tahu saja ya.

Nama Pantai Cacalan mulai ramai dilirik setelah Pantai Boom yang biasa jadi jujugan wisata keluarga masyarakat Banyuwangi ditutup sejak tahun 2016, karena sedang dibangun menjadi pelabuhan kapal pesiar. Masyarakat lokal pun beralih ke pantai lain yang berada di sekitar Banyuwangi kota, salah satunya Pantai Cacalan.

Meningkatnya pengunjung ke Pantai Cacalan pun menjadi awal kebangkitan pantai yang memiliki panorama Selat Bali ini. Masyarakat di sekitar Pantai Cacalan segera berbenah. Atas prakarsa Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, sebagai langkah awal dilakukan pengurukan kawasan tanah rawa-rawa di sekitar pantai. Pengurukan lahan secara swadaya masyarakat ini untuk dijadikan tempat parkir pengunjung. 

Berikutnya disiapkan fasilitas yang memadai bagi wisatawan. Dana untuk membenahi dan mempercantik Pantai Cacalan ini bahkan tanpa melalui dana APBD, melainkan dana dari CSR perusahaan yang ada. Hasilnya, Pantai Cacalan kini menjadi destinasi wisata pantai baru yang mampu merebut hati masyarakat Banyuwangi. 

Pohon kelapa di Pantai Cacalan (via Joecandra.com)
Wisata Pantai Cacalan dibagi dua area. Satu area seluas 1,2 hektare, di sepanjang garis pantai. Sedangkan 2,2 hektare lainnya digunakan untuk kuliner dan arena bermain.

Pantai Cacalan yang bergaris pantai memanjang 12,5 km ini, berada satu garis lurus dengan Pantai Solong dan Pantai Syariah Pulau Santen, memiliki hamparan pasir hitam dan ombak pantai yang kecil, sehingga aman bagi keluarga yang mengajak anak-anaknya bermain di bibir pantai.

Tak hanya bisa menikmati keindahan panorama Selat Bali, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas lain seperti memancing, berenang, atau mencari hewan laut seperti umang atau sejenisnya. Sunrise di Pantai Cacalan juga sayang untuk dilewatkan.

Fasilitas yang tersedia di Pantai Cacalan mulai tempat parkir yang luas, toilet yang bersih, mushala, ayunan kayu di pinggir pantai, payung-payung peneduh, bangku dari kayu sampai arena bermain anak.

Memberi makan ikan juga cukup menarik dilakukan. Di pantai ini ada sebuah kolam ikan air tawar, kamu bisa memberi makan ikan-ikan tersebut dengan membeli pakai ikan sebesar seribu rupiah saja.

Bagi pengunjung yang ingin mengelilingi pantainya tersedia persewaan kuda dan perahu wisata. Dengan menyewa perahu, kamu bisa diajak menuju ke pantai Boom dengan ongkos Rp 10 ribu atau ke Pulau Santen Rp 20 ribu per orang. Namun perjalanan dengan perahu yang mampu menampung 12 orang ini baru dilayani jika ada minimal 5 penumpang.

Untuk urusan perut di sini tidak usaha kuatir, sebab sudah ada sentra kuliner. Sambil ditemani semilir angin laut, pengunjung bisa menikmati aneka sajian kuliner khas Banyuwangi dengan harga terjangkau.

Pengunjung Pantai Cacalan tidak dikenakan karcis masuk, kecuali membayar ongkos parkir sebesar Rp 2 ribu. Tak heran pantai Cacalan banyak diminati keluarga untuk berlibur. Selain letaknya dekat, biayanya juga murah meriah.

Tradisi Rebo Pungkasan

Warga yang tinggal di lingkungan Cacalan memiliki tradisi turun temurun melakukan ritual Rebo Pungkasan. Yaitu sebuah tradisi gelar selamatan yang meminta dijauhkan dari bencana atau tolak bala, sekaligus wujud syukur atas berkah hasil bumi. Tradisi adat Rebo Pungkasan berlangsung setiap Rabu terakhir bulan Shafar di pantai Cacalan.
 
Tradisi Rebo Pungkasan di Pantai Cacalan, Banyuwangi.
Warga sedang melakukan ritual Rebo Pungkasan di pantai Cacalan (via Banyuwangi.merdeka.com)
Menurut kepercayaan masyarakat pada Rabu terakhir di bulan Shafar akan banyak malapetaka yang terjadi, terutama di sumber mata air.

Karena itu warga berkumpul di pantai untuk bersama-sama berdoa dengan keluarga agar dijauhkan dari marabahaya, selanjutnya mereka makan bersama dengan bekal yang di bawa dari rumah dan diakhiri dengan mandi di laut.

Tradisi Rabo Pungkasan diawali dengan mengarak hasil bumi dan tumpeng keliling desa beriringan yang berakhir di Pantai Cacalan. Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin tetua adat, dilanjutkan makan bersama dengan pengunjung Pantai Cacalan. Selanjutnya warga mandi bersama ke laut sebagai simbol membuang sial.

Mereka juga dihibur dengan pertunjukan tradisional Jaranan dan hiburan musik lain yang berlangsung sampai menjelang magrib di tepi Pantai Cacalan.

AKSES MENUJU PANTAI CACALAN


Untuk mencapai lokasi Pantai Cacalan dapat diakses dengan menggunakan motor atau mobil. Dari arah Banyuwangi kota jaraknya sekitar 5 km ke arah Pelabuhan Ketapang. Setelah sampai di pertigaan lampu merah Sukowidi, kamu akan melewati POM Bensin. Sekitar 100 meter dari POM Bensin tersebut kamu akan menemukan papan penunjuk ke arah Pantai Cacalan di sebelah kanan jalan. Dari jalan raya masuk sekitar 600 meter, kamu akan sampai di Pantai Cacalan.

Jika kamu datang dari arah pantura, dari Pelabuhan Ketapang jaraknya sekitar 6,5 km ke arah Banyuwangi kota. Letak Pantai Cacalan sangat dekat dengan Pantai Solong, yaitu hanya sekitar 2 km, kamu akan melewatinya sebelum sampai Pantai Cacalan.

Cara termudah untuk menemukan lokasi Pantai Cacalan adalah dengan menggunakan koordinat Pantai Cacalan Banyuwangi di Google Maps dengan smartphone.


Buka saja aplikasi Google maps, lalu ketik “Pantai Cacalan Banyuwangi”. Setelah lokasinya muncul di maps, klik “Petunjuk” atau “Direction”, selanjutnya tinggal mengikuti jalur menuju Pantai Cacalan.


                                                           Lokasi Pantai Cacalan Banyuwangi


Kedepan Pantai Cacalan akan terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata pantai di Banyuwangi, melengkapi deretan pantai lain yang sudah dikenal. Berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikan pantai yang banyak ditumbuhi pepohonan kelapa yang berjajar rapi ini. Salah satunya mengadakan acara melepasliarkan tukik (anak penyu) dalam menyambut HUT RI ke 72 dengan mengajak 1300 pelajar pramuka. Selain itu, Pantai Cacalan juga dipilih menjadi lokasi pementasan pagelaran musik Banyuwangi Beach Jazz Festival 2017 yang menampilkan Syaharani dan kawan-kawan.

Banyuwangi Beach Jazz Festival di Pantai Cacalan (via https://twitter.com/tul_har)

Berikut keindahan Pantai Cacalan hasil tangkapan kamera kontributor Banyuwangi Bagus, Marcellinus Franky Triawan.








Kuliner Pantai Cacalan




Pelepasliaran tukik di Pantai Cacalan.


loading...

Back To Top