MENYUSURI JEJAK KOLONIAL DENGAN LORI WISATA KALIBARU-GARAHAN


Lori Wisata Kalibaru-Garahan - Minggu 20 Maret 2016 akan menjadi momen penting bagi dunia pariwisata Banyuwangi Barat. Akhirnya, PT Kereta Api Daerah Operasi IX Jember secara resmi meluncurkan lori wisata dengan rute Kalibaru di Kabupaten Banyuwangi hingga Garahan, Kabupaten Jember, dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer, Minggu (20/3/2016). Kini saatnya pariwisata Banyuwangi Barat jenggirat tangi.
Kereta lori wisata kalibaru-Mrawan/Garahan.
Lori wisata Kalibaru-Garahan resmi diluncurkan (sumber : Rri.co.id)
Sebenarnya, kereta atau lori wisata Kalibaru-Garahan  ini ada sejak lama, bahkan sudah beroperasi mulai tahun 1995, namun selama ini belum pernah diperkenalkan secara resmi atau dipromosikan secara gencar.


Dengan makin berkembangnya pariwisata di Banyuwangi, peluncuran lori wisata Kalibaru-Garahan ini berada pada momentum yang tepat. Terlebih ditengah upaya Pemkab Banyuwangi menggalakkan sektor wisata di wilayah Banyuwangi Barat yang selama ini belum tergarap.

Tak heran, Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi peluncuran kereta lori wisata tersebut, karena bisa menjadi alternatif wisata di Banyuwangi dan diharapkan dapat berimbas pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan khususnya di Banyuwangi Barat.

Jika selama ini wisata Banyuwangi identik dengan pantai dan gunung, dengan adanya lori wisata ini, Pemkab Banyuwangi bisa menawarkan wisata perkebunan, khususnya perkebunan kopi dan coklat.

Kehadiran lori wisata bakal melengkapi pengembangan destinasi di wilayah barat Banyuwangi. Selain lori wisata di Kalibaru, juga sudah ada wisata Waduk Sidodadi di Glenmore yang dalam waktu dekat bakal disulap lebih bagus lagi oleh BUMN perkebunan.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga sedang menyiapkan Kampung Wisata Coklat di Glenmore yang akan dimulai pada bulan Mei 2016, dimana konsepnya, para wisatawan diajak mengenal proses pembuatan coklat, mulai dari menanam hingga menikmati minuman dan makanan dengan bahan dasar coklat. 

Serunya Berlori Wisata Kalibaru-Garahan

Berwisata naik lori wisata Kalibaru-Garahan ini pantas menjadi agenda wisata Anda. Mengapa tidak? Karena banyak hal menarik dan menawarkan nuansa yang berbeda dari konsep wisata lain. Di Jawa Timur, ini satu-satunya kereta wisata yang ada. Sedangkan di Pulau Jawa, selain di Kalibaru, hanya di Ambarawa yang memiliki kereta wisata. Bedanya, di Ambarawa keretanya menggunakan lokomotif tua, sedangkan lori wisata Kalibaru digerakkan dengan mesin diesel.

Lori wisata Kalibaru yang berukuran imut ini menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda, khas dan tak terlupakan. Anda tidak akan menemukan persamaannya dimanapun. 


Lori wisata akan membawa Anda melintasi perkebunan kopi di atas ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, membuat udara terasa sangat sejuk dengan suhu antara 20-25 derajat celcius di sepanjang perjalanan. Menampakkan diri dikejauhan Gunung Raung dan Gunung Gumitir di sekeliling, membuat Anda merasa nyaman dan rileks. 

Perpaduan Antara wisata Edukasi Dan Sejarah

Ibarat two in one, berwisata dengan lori wisata Kalibaru secara langsung mengajak wisatawan menikmati nuansa wisata edukasi dan wisata sejarah sekaligus.


Tidak hanya menikmati panorama alam sepanjang perjalanan, Anda juga dikenalkan dengan dunia perkebunan kopi dan coklat. Sedangkan dari sisi sejarah, Anda diajak menyusuri jejak peninggalan masa lalu seperti pabrik pengolahan kopi milik PTPN XII yang sudah beroperasi sejak 1934, jembatan kereta api yang berada diatas ketinggian puluhan meter dan terowongan bawah tanah sepanjang ratusan meter.

Sensasi Melewati Dua Terowongan Peninggalan Kolonial Belanda

Dalam perjalanan dengan lori wisata, Anda akan melewati dua buah terowongan, yaitu terowongan Mrawan dan terowongan Garahan yang menjadi jalur utama kereta api Jember- Banyuwangi. Jadi Anda juga akan melewati terowongan tersebut  jika naik kereta api menuju Banyuwangi, namun berada di dalam gerbong kereta tertutup dengan merasakan langsung diatas lori wisata sangat berbeda sensasinya. Suasana gelap (meski lori menyorotkan lampu saat memasukinya) diatas lori yang terbuka akan membuat Anda merasa tercekam, ditambah hawa dingin nan lembab, serta merasakan suara tetesan air yang merembes dari dalam terowongan, boleh jadi akan mengingatkan pengalaman masa kecil saat Anda memasuki wahana Rumah Hantu.

Dari dua terowongan kereta api tersebut, terowongan Garahan hanya memiliki panjang 113 meter, sedangkan terowongan Mrawan 690 meter merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Keduanya dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda di awal abad 19. Anda mungkin sempat berpikir tentang bagaimana sulitnya dulu ketika membangunan terowongan tersebut, dengan peralatan terbatas namun toh kenyataannya hingga sekarang terowongan tersebut masih berdiri kokoh. 
Terowongan Garahan ketika selesai dibangun. (sumber : Wikipedia)
Terowongan Garahan sekarang (sumber : Drpaca.com)
Begitu keluar dari terowongan Mrawan, tanpa Anda minta, sang masinis lori akan berhenti sejenak dan memberi kesempatan Anda untuk berfoto ria di depan terowongan. Anda pasti dengan senang memanfaatkannya untuk memuaskan hasrat narsis Anda sekaligus mengabadikan sebagai kenangan. Oya, selain dengan lori wisata, terowongan Mrawan ini juga bisa Anda akses melalui trip wisata di Rest Area Gumitir.
Selfie di depan terowongan Mrawan, salah satu menu wajib (sumber : Loriwisata.blogpsot.co.id)

Sensasi Melewati Jembatan Setinggi 63 Meter

Selain melintasi terowongan, lori wisata itu juga mengajak Anda melintasi tujuh jembatan sepanjang Kalibaru-Garahan. Dari dari tujuh jembatan tersebut, ada satu yang sangat menantang. Tak lain karena jembatan ini memiliki ketinggian 63 meter dan panjang 178 meter yang membentang diantara dua bukit.

Persiapkan nyali Anda saat melaluinya, nikmati kengeriannya saat Anda mencoba melongokkan kepala ke bawah, dan ujilah nyali Anda dengan berselfie berdiri di ujung jembatan.
Lintasan Rel KA pada jembatan Mrawandiatas jurang, tempat selfie yang menguji nyali Anda.  (sumber : Umihabibah.net)
Jembatan kereta api Mrawan.
Jembatan kereta api Mrawan, diatas ketinggian 63 M  (sumber : Kereta-api.co.id)

Jangan Lupa Menikmati Pecel Garahan

Trip dengan lori wisata akan berakhir di Stasiun Garahan. Selanjutnya Anda akan dibawa pulang kembali ke stasiun pemberangkatan dengan lori yang sama. Nah, sambil menunggu saat kembali ke Stasiun Kalibaru, ada dua hal menarik yang bisa dilakukan.
Pertama, menyaksikan bagaimana petugas KAI membalikkan lori tersebut kembali ke arah Stasiun Kalibaru. Anda mungkin tidak pernah membayangkan ternyata lorinya diangkat ramai-ramai dan diputar ke arah sebaliknya, sehingga posisi lori kembali menuju ke arah semula, Stasiun Kalibaru. Ini akan menjadi atraksi selingan.
Putar lori di Garahan.
Prosesi putar arah lori (sumber :  Travelblog.ticktab.com)

Yang kedua, selama menikmati perjalanan dari Kalibaru sampai Garahan Anda mungkin perut Anda sudah waktunya minta diisi. Atau kalaupun masih setengah lapar, tidak ada salahnya juga Anda coba mencicipi nasi pecel khas Garahan yang disajikan dalam daun pisang, pecel pincuk Garahan. Penjual para ibu-ibu setempat, harganya sangat bersahabat. Ini salah satu kekhasan Garahan yang pantas Anda nikmati dalam trip wisata lori. Meski menu pecel Garahan ini cukup sederhana, terdiri nasi, sayur pecel dan sepotong krupuk, tapi Anda akan dengan lahap menghabiskannya. Konon kekhasan pecel Garahan ini berasal dari campuran ketela sebagai bumbunya. Oya, sengaja tanpa penampakannya biar Anda pada penasaran untuk membuktikannya sendiri.
Stasiun Garahan, pemberhentian terakhir trip lori wisata, tampak para penjaja makanan, terutama pecel pincuk sedang menawarkan dagangannya ke penumpang kereta api yang sedang berhenti. (sumber : Pakdebagio.blogspot.co.id) 

Tiket Lori Wisata Kalibaru-Garahan Dijual Per Paket

Nah, kalau Anda kepincut ingin menikmati pengalaman seru naik lori wisata Kalibaru-Garahan ini, Anda mesti ajak teman-teman Anda atau sekalian sekeluarga berwisata bersama. Pasalnya tiket lori wisata ini tidak dijual ketengan alias perorangan, tapi dalam bentuk paket.

Untuk satu trip lori wisata Kalibaru-Garahan pergi pulang ini, Anda mesti menyiapkan kocek sebesar Rp 1,2 juta. Maksimal Anda bisa mengajak 12 orang, jika dihitung-hitung per orang hanya membayar Rp 100 ribu. Cukup reasonable untuk harga sebuah pengalaman seru yang berdurasi sekitar 50 menit.

Untuk sementara lori wisata ini beroperasi pada setiap akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu. Namun  permintaan trip pada hari kerja pun tidak ditolak lo. Masak sih rejeki ditolak?


LORI WISATA KALIBARU-GARAHAN

Rute : Stasiun Kalibaru (Banyuwangi) – Stasiun Garahan (Jember) sepanjang 18 km Pergi Pulang.
Jadwal : Setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu), namun jika ada permintaan pada hari kerja tetap akan dilayani.
Tarif : Rp 1,2 juta per paket/trip untuk 12 penumpang

Untuk pemesanan kereta wisata Kaliraga, Anda dapat menghubungi :

Bina pelanggan / seksi Operasi PT KA DAOP IX Jember
Jl. Dahlia No. 2 Jember
Telp (0331) 421825, 487202

atau

Stasiun Kereta Api Kalibaru (Hotline)
Jl. Raya Jember-Kalibaru
Telp. (0333) 897322


loading...

Back To Top