350 PEBALAP BERTANDING DALAM KOMPETISI INTERNASIONAL BMX DI BANYUWANGI


Banyuwangi International BMX Competition 2016Untuk pertama kalinya kompetisi olahraga internasional BMX digelar di Banyuwangi. Ajang adu ketrampilan bersepeda ini rencananya digelar pada 2 - 3 April 2016.

Selain menjadi bagian dalam kalender Banyuwangi Festival 2016, kejuaraan ini merupakan salah satu cara agar atlet BMX Indonesia bisa menambah poin sehingga bisa berlaga di Olimpiade Musim Panas  atau Olimpiade Rio 2016 di Brazil mendatang. Maka tak heran even ini juga mendapat rekomendasi dari PB ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia).

Selain unsur olahraganya, kejuaraan ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan potensi wisata di Banyuwangi.
Sirkuit BMX Muncar, Banyuwangi.
Sirkuit BMX Muncar (foto: Rri.co.id)

Sport Tourism Ala Banyuwangi

Kalau ada daerah yang begitu serius mengembangkan perhelatan olahraga tidak sekedar ajang pertandingan atau kompetisi, melainkan juga mengemasnya sebagai sebuah sport tourism (olahraga yang dibalut konsep pariwisata), barangkali Banyuwangi bisa disebut pada urutan pertama.

Pada dasarnya peristiwa olahraga tidak berdiri sendiri, yang bisa dilepaskan dari faktor pendukungnya. Dewasa ini event olahraga tidak ubahnya sebuah pesta, banyak pihak yang terlibat didalamn ya agar bisa terlaksana dengan sukses. Dibalik penyelenggaraan sebuah kejuaraan olahraga, disitu terdapat potensi wisata yang besar jika digarap dengan cerdas.

Logikanya, olahraga yang menarik, bersifat massal apalagi berskala internasional akan mendatangkan banyak orang, baik sebagai peserta, offisial, suporter maupun warga setempat dan luar daerah bahkan luar negeri sebagai penonton. Jika event olahraga ini dikemas secara terencana dengan memadukan unsur promosi, kerjasama, dan pemilihan tempat yang tepat, hasilnya pasti memuaskan. 

Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi menyadari daerahnya memiliki potensi wisata yang besar. Ada pantai, pegunungan dan hutan yang eksotis. Masih ditambah budaya yang khas dan unik. Potensi inilah yang tengah dilirik.

Sejak beberapa tahun terakhir Pemkab Banyuwangi secara konsisten menyelenggarakan sebuah olahraga berlevel internasional dengan kemasan/nuansa wisata. Dimana orang tertarik datang bukan sekedar untuk melihat serunya pertandingan tapi juga sekaligus menikmati sajian wisata dan budaya masyarakat Banyuwangi. Untuk tahun 2016 ini saja tak kurang 7 even sport tourism disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi.

Setelah sebelumnya menyelenggarakan lomba balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen selama beberapa tahun terakhir, kali ini giliran ajang bersepeda BMX ditampilkan melalui kejuaraan Banyuwangi International BMX  2016.


Berikut ini beberapa fakta seputar kejuaraan International BMX Competition 2016 di Banyuwangi yang perlu diketahui.

Ajang Olahraga Internasional

Banyuwangi International BMX Competition 2016 ini bukan even olahraga biasa, namun resmi masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI) kategori C. Untuk mendapat pengakuan resmi, tentu telah memenuhi sejumlah persyaratan. Dengan kategori C, minimal akan ada 8 negara yang berkompetisi di Banyuwangi. Sedang bagi pebalap yang ikut, selain menambah poin sekaligus peringkatnya. Karena itu label "internasional" bukan basa-basi yang sekedar untuk mendongkrak pamor kejuaraan ini.

Diikuti 350 Pebalap Dari 10 Negara

Label internasional dalam kompetisi BMX ini dikuatkan dengan banyaknya negara yang ikut ambil bagian. Dari 10 negara yang diundang panitia, setidaknya 9 negara sudah memberikan konfirmasinya.

Ke-10 negara tersebut adalah Jepang, Selandia Baru, Thailand, Myanmar, Jepang, Filipina, Timor Leste, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia, serta satu negara masih ditunggu konfrmasinya yaitu Australia. Diperkirakan ada sebanyak 350 peserta yang akan berlomba dalam tiga kategori, yaitu kelompok challenge putra-putri, junior putra-putri, dan elite putra-putri yang keseluruhannya berjumlah 14 kelas.

Sedangkan dari dalam negeri, sejumah atlet nasional BMX andalan Indonesia dipastikan turut berlaga. Sebut saja Elga Kharisma Novanda dan Tony  Syarifudin. Kedua atlet ini sedang disiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Tentu tak ketinggalan para atlet lokal Banyuwangi juga ikut memeriahkan lomba.

Sirkuit BMX Berstandar Internasional Terbaik di Indonesia Ada di Banyuwangi

Kejuaraan Banyuwangi International BMX 2016 akan dihelat di Sirkuit BMX Muncar. Sirkuit yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwang ini merupakan sirkuit berstandar internasional terbaik di Indonesia saat ini. Pengakuan ini datang dari Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta OktohariMenurutnya, sirkuit BMX Muncar dibangun sesuai dengan kriteria standar dari UCI, antara lain menyangkut panjang dan kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan.
Sirkuit di Banyuwangi adalah satu-satunya sirkuit BMX di Indonesia yang memenuhi standar internasional dari UCI, katanya.
Dibandingkan sirkuit BMX lain di Indonesia, seperti di Siak dan Yogyakarta, tingkat kesulitan lintasan sirkuit BMX di Muncar jauh lebih tinggi. Pengerjaan sirkuit ini dilakukan sangat detail, pihak Pemkab Banyuwangi selalu berkonsultasi dengan UCI agar hasilnya benar-benar sesuai standar internasional. Maka tak heran Banyuwangi pun jadi pilihan PB ISSI sebagai pusat pelatihan nasional BMX.
Sirkuti BMX Banyuwangi.
Sirkuit BMX Muncar dilihat dari atas (sumber : Facebook.com/Anton.Tri)
Sirkuit yang berdiri diatas lahan 2 hektar ini pernah digunakan sebagai lintasan atlet pada gelaran Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) V tahun 2015, dimana Banyuwangi menjadi tuan rumah. 

Pembangunan sirkuti BMX Muncar ini menghabiskan dana sebesar Rp 2 miliar, dimana Rp 195 juta diantaranya dari APBD Kabupaten Banyuwangi. Selain lintasan balap sepeda BMX, sirkuit ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang operasional berukuran 5x10 meter dan 2 buah toilet. 
Salah satu sisi sirkuit BMX Muncar (sumber : Fotowangi.net)
Trek sirkuit BMX Muncar memiliki lintasan sepanjang 350 meter dengan lebar yang bervariasi, yaitu 10 meter untuk single dan 12 meter untuk double. Lintasan dengan landasan terbuat dari paving tersebut memiliki 17 tanjakan (jumping) dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 2,25 meter, dengan sudut kemiringan 75 derajat.

Khusus menghadapi gelaran BMX berskala internasional 2016, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Cipta Karya dan Tata Ruang (BCKTR) mengadakan persiapan khusus dengan menyediakan anggaran sebesar Rp 400 juta. Diantaranya untuk membangun pagar, pavingisasi di area parkir, land scape di tepi lintasan sirkuit, dan pembuatan sumur resapan agar saat turun hujan tidak ada genangan.
Banyuwangi International BMX Competition 2016.
Lintasan sirkuit BMX Muncar: Ojo dipikir, pancal byaen. (sumber : Facebook.com/diaspora.banyuwangi)
Ayo rame-rame ke Muncar, kota penghasil ikan terbesar di Indonesia, tanggal 2-3 April 2016. Sekalian mengenal kota yang tahun ini bakal menjadi tuan rumah beberapa even Banyuwangi Festival 2016, seperti Banyuwangi Fish Market Festival, Petik Laut Muncar, dan Banyuwangi International BMX Competition.

Banyuwangi Iternational BMX kedepannya
Dikirim oleh Anton Tri pada 5 April 2016


loading...

Back To Top