PARIWISATA BANYUWANGI TAK HANYA JUARA, TIM KESENIANNYA PUN MEMUKAU PUBLIK MADRID

Di balik ajang penghargaan pariwisata dunia oleh badan PBB, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards ke 12 di Madrid Spanyol yang memenangkan Banyuwangi sebagai juara dalam kategori "Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan", di tempat yang sama juga berlangsung pameran wisata internasional, Feria Internacional de Turismo (FITUR) ke-35 di IFEMA Madrid, 28 Januari-1 Februari 2015.
Banyuwangi Ethno Carnival di pameran wisata Madrid, Spanyol.
Tiga talent Banyuwangi di pameran wisata Madrid (sumber : Banyuwangikab.go.id)
Dalam pameran tersebut, Kabupaten Banyuwangi juga terlibat. Bahkan keikutsertaan Banyuwangi dalam ajang tersebut atas rekomendasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kemudian melakukan seleksi dan hingga akhirnya terpilih tiga anak muda berbakat yang tampil dengan kostum Banyuwangi Ethno Carnival di Negara matador tersebut. Ketiganya adalah Niluh Ratih (16), Olivia Gunawan (17), dan Budi Ramadhan (21).

Olivia Gunawan, salah satu talent yang beruntung menjadi duta Banyuwangi dalam event ini mengungkapkan rasa bahagianya bisa terpilih setelah menyisihkan beberapa peserta seleksi yang lain. "Ya saya senang banget. Saya nggak nyangka bisa lolos seleksi yang meliputi lenggak-lenggok di catwalk, dance dan mampu me-make up diri sendiri. Sebab semua peserta hebat-hebat," kata siswi kelas XII IPA 1 SMAN 1 Kota Banyuwangi itu.

Olive, sapaan akrabnya, akan tampil dengan kostum BEC 'Mupus Braen Blambangan', salah satu jenis kostum pengantin Osing yang identik dengan warna merah, emas dan hitam. Olive bahkan juga akan membawakan tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi yang merupakan welcome dance bagi para tamu yang datang ke Banyuwangi. Sementara rekannya, Niluh Ratih akan tampil dengan kostum pengantin 'Sembur Kemuning' dan Budi Ramadhan dengan kostum pengantin laki-laki 'Mupus Braen Blambangan'.

Ketiga kostum yang akan dikenakan tersebut rata-rata berdimensi besar, dibawa langsung dari Banyuwangi untuk ditampilkan di Madrid.

Keterlibatan mereka dalam pameran wisata tersebut ternyata mampu mengundang antusiasme pengunjung yang datang ke booth Indonesia.

“Antusiasme pengunjung sangat tinggi. Disini kami jadi pusat perhatian. Tadinya tidak ada yang menyangka kalau di balik kostum itu adalah manusia. Mereka mengira kostum itu dikenakan oleh patung,” beber Budi Ramadhan (21) sambil tersenyum.
Kesenian Banyuwangi di pameran wisata Madrid 2016.
Tiga talent muda Banyuwangi sedang beraksi (sumber : Kompas.com)
”Espectacular Banyuwangi…!”, ”Fantastico…!” seru warga Madrid menyatakan kekagumannya, saat melihat penampilan Banyuwangi di pameran Fitur.

”Selamat untuk Indonesia, penampilannya sangat luar biasa,” ujar Alberto Roque, seorang produser acara televisi dari Meksiko.

Pengunjung pun sampai berjubel dan rela antre untuk berfoto bareng mereka. Tak hanya melayani foto dan menari bersama, mereka juga mendapat lontaran banyak pertanyaan terkait filosofi pakaian yang mereka kenakan.

Tak sedikit pula media asing datang untuk mewawancarai mereka. Budi bersama dua rekannya dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan didampingi petugas dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Spanyol.

Tak terlihat kelelahan pada wajah mereka, meskipun harus mengenakan kostum berangka besi berbobot lebih dari 15 kilogram selama berjam-jam. Ni Luh dengan kejahilan remajanya, membuat gemas para pengunjung yang kena sambar selendang hijaunya untuk diajak menari bersama.

”Kostum ini temanya kemanten Banyuwangi atau pengantin Banyuwangi, yaitu Sekar Kedathon Wetan, Sembar Kemuning, dan Mupus Braen Blambangan. Semuanya sudah pernah menang di karnaval BEC,” kata Budi yang merancang kostum-kostum itu.

Budi, Olivia, dan Ni Luh benar-benar menjadi daya pikat di paviliun Kementerian Pariwisata di ajang Fitur Madrid. Mereka juga menjadi pusat perhatian dalam makan malam mewah Kedutaan Indonesia untuk Spanyol di hotel berbintang di pusat kota Madrid yang digelar Selasa (19/1/2016). Makan malam bertema kuliner Padang itu dihadiri pengusaha dan pejabat Madrid.

Tak heran atas penampilan mereka, Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso pun memberikan apresiasi.

 “Ibu Dubes bilang, berkat BEC, booth Banyuwangi langsung ramai dan tidak sepi peminat. BEC langsung jadi icon,” terang Budi.

Segala kelelahan mereka untuk tampil di tengah musim dingin dengan suhu rata-rata 8 derajat Celsius pun terbayarkan oleh besarnya perhatian pengunjung pameran. Apalagi mereka tak hanya membawa nama daerah, namun juga Negara. Di balik penampilan mereka, ada citra pariwisata Indonesia yang dipertaruhkan.

Tidak sia-sia jauh-jauh datang ke kotanya CR7, Banyuwangi tidak hanya menorehkan prestasi sebagai juara pariwisata dunia, namun tim keseniannya pun mendapat apresiasi tinggi dan mampu memukau publik Madrid. 

Bukan kali ini tim kesenian Banyuwangi tampil di ajang internasional, sebelumnya mereka pernah tampil di Frankfurt, Jerman membawakan tarian Barong Using dan tarian Gandrung pada Agustus 2015 dan sebulan kemudian tampil dalam promosi Wonderful Indonesia  di ajang World Expo Milan (WEM) Itali.

(Kompas.com, Banyuwangikab.go.id)

Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll to top