KEREN, BAJU ADAT SUKU OSING JADI PAKAIAN DINAS BANYUWANGI


Karyawan Pemkab Banyuwangi tampil beda. Setiap hari Kamis mereka wajib mengenakan baju adat suku Osing. Yang melanggar akan dikenai sanksi teguran. Suku Osing atau Using merupakan penduduk asli Banyuwangi sejak era Kerajaan Blambangan.


Kebijakan ini berkaitan dengan diberlakukannya Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor : 27 Tahun 2016, tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Kabupaten Banyuwangi. Perbup itu ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) dari Sekretaris Daerah Nomor 065/236/429.013/2016 tentang Penggunaan Pakaian Adat Banyuwangi sebagai Pakaian Dinas Harian (PDH).

Baju adat suku Osing jadi seragam dinas Banyuwangi.
Seragam khas adat suku Osing pada karyawan perempuan Pemkab Banyuwangi (sumber : Twitter)
Aturan tersebut memberlakukan baju adat Suku Osing sebagai pakaian dinas harian untuk dikenakan para karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam SE itu disebutkan pedoman pakaian adat, baik untuk pria maupun wanita. Pakaian dinas harian ini akan digunakan satu minggu sekali, dipakai setiap Kamis dan mulai berlaku sejak Kamis, 6 Oktober 2016.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Slamet Kariyono, pemakaian baju adat untuk pakaian dinas merupakan salah satu upaya untuk menguri-uri (memelihara) budaya Banyuwangi. 
   
"Pariwisata kita telah dikenal luas, yang menunjukkan bahwa tradisi dan budaya kita dikagumi oleh pihak luar. Maka kita pun harus bangga dan terus berupaya melestarikan tradisi kita, termasuk salah satunya dengan mengenakan pakaian adat di kalangan birokrasi," ujarnya.

Seragam adat suku Osing.
Upacara PNS Pemkab Banyuwangi dengan pakaian adat khas suku Osing (sumber : Kbr.id)
Sedangkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda mengharapkan, setiap instansi, badan, perusahaan BUMN dan BUMD bahkan perusahaan swasta juga mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian adat Osing setiap hari Kamis.

Tiga lembaga adat Osing Banyuwangi, Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Osing, Perempuan AMAN Osing dan Lembaga Masyarakat Adat Osing, mendukung penuh kebijakan menjadikan baju adat mereka sebagai salah satu pakaian dinas harian bagi Pegawai Negeri Sipil.

Ketua PD AMAN Osing Banyuwangi, Agus Hermawan mengatakan pemakaian baju adat sebagai bentuk dukungan Pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan kekayaan budaya daerah. 

Seragam dinas Pemkab Banyuwangi.
Ramai-ramai mejeng usai upacara (sumber : Twitter)
 PAKAIAN ADAT KHAS SUKU OSING BANYUWANGI

Lalu seperti apa bentuk pakaian adat khas suku Osing tersebut?

Seperti halnya pakaian adat khas Suku Osing, seragam baru karyawan Pemkab berjuluk “The Sunrise of Java” ini dominan warna hitam dan hitam pekat.

Untuk karyawan laki-laki berupa baju adat hitam-hitam, dilengkapi ‘udeng’ atau penutup kepala khas suku Osing. Sedangkan seragam untuk karyawan perempuan menggunakan kebaya hitam dipadu bagian bawah memakai kain batik khas Banyuwangi. Sedangkan perempuan berhijab dapat menyesuaikan hijab dengan warna sepadan.

Secara filosofi, bentuk dan warna pakaian khas adat Banyuwangi itu melambangkan kesederhanaan, kelanggengan, dan ketahanan diri. 

Selain menumbuhkan cinta budaya Banyuwangi, penggunaan pakaian adat juga untuk menghidupkan kembali industri kecil menengah (IKM) bordir di Banyuwangi. Salah satu kriteria seragam untuk karyawati adalah kebaya bordir.
   
"Bayangkan, jika seluruh PNS yang jumlahnya sekitar 14 ribu menggunakan pakaian dinas bordir, sudah berapa pesanan bordir yang diterima oleh IKM tersebut. Inilah maksud kami. Meski mengenakan kebaya kami berharap tidak mengurangi besarnya pelayanan publik, yang justru harus semakin semangat," ujar Sekkab Banyuwangi, Slamet Kariyono. 

Sebelumnya pada 2014, Bupati Banyuwangi, Azwar Anas pernah mewajibkan para PNS memakai batik khas Banyuwangi selama 2 minggu dalam bulan Desember. Untuk PNS laki-laki, juga wajib memakai udeng (tutup kepala), sedangkan perempuan diwajibkan memakai slayer batik di leher. Kebijakan tersebut untuk memperingati hari jadi Banyuwangi yang jatuh pada bulan Desember.

PNS Banyuwangi mengenakan batik khas Banyuwangi. (sumber : Detik.com) 
Imbasnya, para karyawan hotel dan restoran juga diwajibkan mengenakan batik Banyuwangi sebagai pakaian seragam. Sampai sekarang pun batik Banyuwangi masih banyak digunakan sebagai pakaian seragam di berbagai hotel dan restoran Banyuwangi.

Inilah kiat jitu memadukan unsur tradisional dan pariwisata sebagai identitas dan kebanggaan daerah yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah. 


loading...

Back To Top