KARNAVAL INBOX SCTV DAN KEUNIKAN BANYUWANGI FESTIVAL 2016


Peluncuran Banyuwangi Festival 2016 melalui acara Karnaval INBOX SCTV berlangsung meriah. Selama dua hari pada 12 dan 13 Maret, berbagai potensi wisata Banyuwangi diperkenalkan melalui tayangan langsung dari Taman Blambangan, Banyuwangi. Acara yang dipandu kwartet host INBOX Andhika, Gading Marten, Ferry dan Kartika ini menampilkan belasan bintang tamu seperti Rafael Tan, Shae, Wika Salim, Rizki Ridho DA2, Last Child, Via Vallen serta tak ketinggalan penampilan Danang DA dan Fitri Carlina yang keduanya berasal dari Banyuwangi.
Karnaval INBOX SCTV di Banyuwangi.
Bupati Anas bersama istri, Nini Carlina dan Danang DA2 (sumber : Twitter)
Banyuwangi Festival yang dimulai sejak 2012 merupakan kalender wisata tahunan Banyuwangi yang bertujuan mempromosikan pariwisata sekaligus memaksimalkan potensi daerah. Beragam kekayaan seni dan budaya, olahraga, kreatifitas dan kearifan lokal, serta potensi pariwisata ditampilkan.
Kwartet host INBOX SCTV (sumber : Twitter )
Pemkab Banyuwangi sendiri menargetkan pada tahun 2016 sebanyak 50.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 2 juta wisatawan domestik berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten yang dikenal dengan sebutan kota Gandrung ini. Target tersebut optimis bisa dicapai dengan tidak kurang ada 58 acara yang digelar sepanjang tahun dalam Banyuwangi Festival 2016.

Berikut sejumlah kehebohan dan keunikan yang mewarnai perhelatan Banyuwangi Festival 2016 :

Tiap Minggu Ada Festival Di Banyuwangi

Dengan 58 agenda festival berarti setiap bulannya terdapat 5-6 acara yang dimulai pada bulan Maret hingga Desember 2016. Atau secara rata-rata setiap minggu minimal ada satu event wisata yang digelar di Banyuwangi.

5 Event Jazz Setahun

Banyuwangi kota jazz? Masih terlalu dini mengatakannya, tapi setidaknya Banyuwangi membuktikan tidak perlu punya banyak penggemar musik jazz untuk menggelar pertunjukkan jazz. Karena penonton bisa datang dari berbagai kota lain. Hanya di Banyuwangi, penikmat jazz bisa menikmati musik jazz dengan nuansa berbeda. Pagelaran jazz di Banyuwangi  justru bisa menarik penggemar jazz dari berbagai kota lain untuk berbondong-bondong ke Banyuwangi.

Maka tidak tanggung-tanggung sepanjang 2016 bakal tersaji 5 event jazz. Ada Student Jazz Festival pada 22-23 April 2016, ada jazz pantai (Banyuwangi Beach Jazz Festival) pada 27 Agustus, dan ada 3 pagelaran jazz di puncak gunung Ijen dengan tajuk “Ijen Summer Jazz Java Banana” yang digelar pada 30 Juli, 10 September dan 22 Oktober.

Mungkinkah inilah rekor pagelaran jazz terbanyak di sebuah kota di Indonesia. Siapa tahu tahun depan ada rekor yang lain?

Sport Tourism terbanyak di Indonesia

Barangkali Banyuwangi pantas disematkan sebagai kota dengan penyelenggaraan olahraga untuk pariwisata terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 7 event olahraga berskala internasional yang bakal digelar di Banyuwangi, yaitu Banyuwangi International BMX pada 2-3 April 2016, Festival Karo Rafting & Tubing Kali Badeng pada 13 April, International Tour de Banyuwangi Ijen pada 11-14 Mei, Underwater Festival pada 21-22 Mei, Kite Festival pada 6-7 Agustus, Kite and Wind Surfing pada 20-21 Agustus, dan Banyuwangi International Run pada 9 Oktober.

Festival kebersihan terbanyak di Indonesia

Bukan basa-basi Banyuwangi memproklamasikan sebagai kota yang ramah lingkungan. Selain menyandang sebagai Kota Adipura, Banyuwangi menunjukkan kesungguhannya mengelola lingkungan dengan menghadirkan berbagai festival yang mendidik warganya menjaga kebersihan melalui Festival Toilet Bersih, Festival Sedekah Oksigen dan Festival Sungai Bersih.

Festival Anak Bukti Banyuwangi Peduli Masa Depan Anak

Kepedulian terhadap masa depan anak-anak secara konsisten diwujudkan dalam berbagai festival, seperti Festival Mainan anak & Lalare Osing concert pada 24 September dan Festival Anak Yatim pada 19 November.

Festival busana terbanyak di Indonesia

Bukan tak mungkin suatu saat Banyuwangi menjadi kiblat busana Nasional. Tahun ini saja ada 3 festival tentang busana, yaitu Green and Recycle Fashion Week pada 20 Maret, Banyuwangi Asian Hijab Festival pada 22 Juni, dan Batik Banyuwangi pada 9 Oktober. Ini belum termasuk Festival Swarna (serat dan warna alam) yang merupakan proyek dari Kementerian Perindustrian yang menunjuk Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Festival Swarna merupakan event fashion yang mengangkat pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan untuk industri tekstil dan kerajinan tangan. Swarna Fest memadukan antara workshop peningkatan kualitas industri tekstil dan kerajinan, pameran, dan fashion show.

Panitia Banyuwangi Festival Semua PNS

Dari 58 festival tersebut semua ditangani langsung oleh panitia yang nota bene merupakan PNS Banyuwangi. Tentu didalam pelaksanaannya juga melibatkan unsur swasta, namun keterlibatan PNS dalam Banyuwangi Festival sangat signifikan dan vital. Tanpa kemampuan manajemen dan koordinasi yang bagus, mustahil puluhan festival bisa berjalan lancar. Empat tahun menangani Banyuwangi Festival membuat PNS Banyuwangi terbiasa dan mahir menangani kegiatan di wilayahnya yang berskala internasional sekalipun. 

Bagi yang tidak sempat menonton Karnaval INBOX SCTV di Banyuwangi, dapat menyaksikan keseruannya melalui beberapa video berikut ini :

Video yang menggambarkan pembukaan Karnaval INBOX SCTV di Banyuwangi.



Inbox Banyuwangi ~ Minggu Part1
Dikirim oleh Munawir pada 12 Maret 2016



Inbox Banyuwangi ~ Minggu Part2
Dikirim oleh Munawir pada 12 Maret 2016



Inbox Banyuwangi ~ Minggu Part3
Dikirim oleh Munawir pada 13 Maret 2016



Inbox Banyuwangi ~ Minggu Part4
Dikirim oleh Munawir pada 13 Maret 2016



Inbox Banyuwangi ~ Minggu Part5 ~ End
Dikirim oleh Munawir pada 13 Maret 2016

Jadwal lengkap Banyuwangi Festival 2016.


loading...

Back To Top