BERADU PEDAS DI FESTIVAL KULINER SEGO TEMPONG


Festival kuliner Banyuwangi 2015 dengan tema Sego Tempong.
Festival Sego Tempong - Untuk kali kedua Kabupaten Banyuwangi menggelar festival kuliner. Kalau tahun lalu temanya Rujak Soto, maka pada 2015 kali ini mengangkat tema Sego Tempong. Sama seperti festival sebelumnya, Festival Sego Tempong berjalan sukses. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya ribuan masyarakat yang memadati Taman Blambangan, Sabtu (28/3/2015), tempat dilaksanakannya festival kuliner tersebut.

Sego Tempong atau Nasi Tempong merupakan makanan khas Banyuwangi, dengan cita rasa pedas yang unik. Kuliner khas kota Banyuwangi ini terdiri sepiring nasi yang berisi berbagai lauk, sayur, dan sambal. Sambalnya ini bukan sembarang sambal, tapi sambal super pedas. Sangking pedasnya, orang yang memakannya serasa di-tempong. Tempong adalah kosakata bahasa Using yang artinya ditampar.

Menu Sego Tempong biasanya terdiri atas sepiring nasi putih dengan lauk wajibnya berupa tahu, tempe, ikan asin, dan gimbal jagung (dadar jagung), dan lauk lain yang menyertainya. Bisa pilih telur dadar, pepes ikan atau cumi, ikan laut, maupun ayam goreng. Sayur lalapannya juga khas, seperti sawi, bayam, selada air, timun terong dan kubis yang sudah direbus, serta timun dan kemangi. Sedangkan sambalnya yang menjadi ciri utama Sego Tempong merupakan perpaduan cabai, tomat, terasi, dan sedikit air jeruk sambal yang ukurannya kecil.
Sego Tempong Banyuwangi
Lauk pauk pasangan Sego Tempong
Yang membedakan sego tempong dengan makanan sejenis lainnya adalah sambalnya yang terbuat dari cabai rawit, jeruk sambel, terasi dan tomat ranti. Tomat ranti juga dikenal dengan nama tomat mawar atau tomat hairloom. Bentuknya fisiknya bergelombang dan rasanya lebih masam dibandingkan tomat umumnya. Cita rasa sambel Sego Tempong harus manis-asin-pedes-kecut (asam). Semua bahan sambal dalam keadaan mentah, baru dibuat saat akan dimakan. Sebab kalau dibiarkan agak lama rasanya kurang enak. Orang Banyuwangi menyebutnya mambu angin.
Tomat ranti untuk sambal Sego Tempong.
Bahan-bahan sambal Sego Tempong
Festival Sego Tempong diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari para penjual rujak soto, koki hotel, dan restoran serta masyarakat umum. Mereka berlomba mengolah Nasi Tempong dan hasilnya akan ikut dinilai chef Marinka, salah satu juri festival yang juga kerap tampil di berbagai even nasional maupun internasional. Peserta festival ini dibagi menjadi sejumlah kategori, di antaranya kategori pedagang warung atau depot dan umum, hotel dan restoran.

Ibu-ibu sedang berlomba mengolah Sego Tempong
Festival kuliner Sego Tempong Banyuwangi

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut, dihadiri ribuan warga Banyuwangi. Bahkan warga berada di luar daerah, rela pulang demi bisa menikmati kuliner tradisional tersebut. Warga kemudian menyantap bersama sego tempong di sepanjang trotoar jalanan.
Festival kuliner Sego Tempong di Banyuwangi.
Peserta sedang menata sajian Sego Tempong pada sebelum dinilai juri.
Eryalfan, mahasiswa Universitas Jember ini, mengatakan, pulang ke Banyuwangi agar bisa menikmati sego tempong. Baginya, meski kuliner ini mirip dengan menu lalapan lainnya namun tetap memiliki kekhasan. "Yang khas itu di sambalnya, karena memakai tomat ranti. Kalau pakai tomat biasa rasanya kurang nendang," kata dia.

Pada saat berlomba peserta sengaja diwajibkan mengenakan celemek bertuliskan "I Love Banyuwangi" dan penutup kepala ala koki. Mereka berlomba menyajikan cita rasa, kebersihan, dan cara penyajian. Hal ini dimaksudkan untuk ikut mem-branding warung Sego Tempong, sehingga publik langsung bisa tahu warung Sego Tempong mana yang paling enak dan bersih.

Selain untuk mem-branding warung Sego Tempong, tujuan festival ini untuk mem-branding makanan khas Banyuwangi, dengan harapan setiap hotel, restauran bisa selalu menyediakannya. Sehingga setiap ada tamu yang ingin mencicipi kuliner khas Banyuwangi bisa langsung tersedia.

Melengkapi kuliner di festival ini, juga digelar semacam food court  yang menyuguhkan berbagai hidangan khas Banyuwangi. Di antaranya, sego cawuk, rujak soto, soto using, pecel rawon, pecel pithik, dan ayam pedas. Ada juga aneka jajanan khas Banyuwangi seperti Cenil, klepon, lopis, precet, lanun dan ketan gula merah, gethuk pisang.

Selain menikmati Sego Tempong, pengunjung bisa menyaksikan tari kreasi baru karya seniman lokal yang menggambarkan pembuatan Sego Tempong dengan gerakan rancak dan dinamis.

AKSI CHEF MARINKA MENGOLAH SEGO TEMPONG

Chef Marinka yang diundang  sebagai bintang tamu sekaligus juri dalam Festival Sego Tempong ini, menyebut cita rasa Sego Tempong Banyuwangi mantap. Marinka ikut meracik dan berbagi tips tentang penyajian kuliner. "Ini pertama bagi saya membuat sambel yang pedasnya seperti menampar wajah," katanya kepada peserta.

Chef Marinka menjadi bintang tamu dan juri dalam festival kuliner Sego Tempong di Banyuwangi 2015.
Aksi Chef Marinka mengulek sambel.
Dalam festival ini, Chef Marinka mempraktekkan langsung cara pembuatan sambal tempong. Dengan lincah ia mengulek semua bahan sambal di atas cobek.


Marinka menyajikan sego tempong dengan berbeda. Nasi, sambal dan lauk-pauknya ditata dengan cantik ala hotel bintang lima. Katanya, presentasi penting dalam kuliner. "Kalau menarik pasti mengundang orang untuk mencoba," kata Marinka.
Chef Marinka mengolah Sego Tempong khas Banyuwangi.
Sego Tempong hasil olahan Chef Marinka.
Usai berdemo masak, Marinka bersama Bupati Abdullah Azwar Anas melahap nasi tersebut. Kendati terlihat kepedasan, Chef Marinka menghabiskan sego tempong yang terhidang didepannya.

Menurut Marinka, sego tempong terlihat sederhana. "Tapi begitu dimakan semuanya enak mulai nasinya, tahunya, pokoknya semuanya. Ini semua karena sambalnya yang pedas mantap. Menurut saya makanan enak ya seperti ini," jelasnya.

MENGAPA SEGO TEMPONG?

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Bupati Abdullah Azwar Anas menjelaskan alasan mengapa tahun ini pilihan festival kuliner jatuh pada sego tempong.

Menurutnya, salah satu tujuan utama wisatawan datang ke suatu tempat adalah menikmati kekhasan kuliner daerah itu. Dengan festival itu, ia berharap pamor nasi tempong bukan lagi sebagai masakan kampung, tapi berkelas.

"Kami sengaja menggelar kegiatan ini agar wisatawan bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi. Karena selain memiliki sejumlah destinasi wisata, Banyuwangi kaya akan kuliner yang mempunyai cita rasa tersendiri," kata Anas.

Festival Sego Tempong adalah bagian dari pengembangan wisata kuliner untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi. "Kami sengaja menggelar kegiatan ini agar wisatawan bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi. Karena selain memiliki sejumlah destinasi wisata, Banyuwangi kaya akan kuliner yang mempunyai cita rasa tersendiri," kata Bupati Banyuwangi.

"Semua bahan pertanian yang digunakan di sego tempong berasal dari Banyuwangi seperti lombok, ranti, sayur sayuran serta pelengkap lainnya. Jadi dengan festival ini mengangkat potensi Banyuwangi di bidang pertanian," jelasnya.

Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan sego tempong diharapkan akan meningkat. "Penjual tahu bagaimana cara penyajian yang menarik wisatawan. Apalagi ada Chef Marinka yang kami datangkan untuk menunjukkan pada pedagang bagaimana menyajikan sego tempong yang menarik," katanya.

Setelah festival itu harapannya selanjutnya pengelola hotel dan restoran juga selalu menyediakan sego tempong. "Nanti, kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Banyuwangi mencari sego tempong," ujar Anas.


Warung sego tempong sendiri bisa dijumpai hampir di seluruh sudut kota Banyuwangi. Harganya cukup murah, antara Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per porsi.

Penasaran seperti apa rasa pedasnya Sego Tempong? Datanglah ke Banyuwangi!



loading...

Back To Top