TOL PROSIWANGI 24 KM SUDAH RAMPUNG, KENAPA BELUM DIBUKA UNTUK UMUM?

Mengapa tol Prosiwangi belum dibuka umum
Salah satu gerbang Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending–Paiton (via Antaranews.com)


Kabar beroperasinya Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) semakin dekat. Namun, masyarakat yang menunggu akses jalan tol baru ini masih harus bersabar karena sejumlah tahapan sebelum pengoperasian belum seluruhnya tuntas.

Tahap I Tol Prosiwangi yang menghubungkan Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Jasa Marga kini mematangkan kesiapan layanan operasional, termasuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Menariknya, dua ruas awal sepanjang 24,08 kilometer, yakni Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton, sebenarnya sudah mengantongi sertifikat laik operasi. Lantas, mengapa masyarakat belum bisa langsung menggunakannya?

Bukan Karena Jalan Tol Belum Selesai

Jawabannya bukan karena badan jalan belum rampung.

Seksi Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah menyelesaikan konstruksi. Kedua ruas tersebut juga telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Namun, pengoperasian jalan tol tidak cukup hanya dengan memastikan badan jalan selesai dibangun.

Ada aspek konektivitas dan keselamatan yang juga harus dinyatakan siap. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah Simpang Susun Gending.

Simpang susun ini memiliki posisi strategis karena menjadi titik penghubung antara Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.

Karena itu, meskipun ruas Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton sudah siap, masyarakat belum dapat langsung masuk dari jaringan tol yang sudah beroperasi sebelum Simpang Susun Gending memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan.

Menunggu Uji Laik Fungsi dan Operasi

Simpang susun di ruas jalan tol Prosiwangi di Situbondo Barat. (Radarbanyuwangi.jawapos.com)


Pengoperasian Tol Prosiwangi masih menunggu penyelesaian proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Simpang Susun Gending.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, tim ULFO menemukan sejumlah aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan. Perbaikan tersebut berkaitan dengan persyaratan teknis dan keselamatan sebelum simpang susun dinyatakan siap digunakan.

Dengan kata lain, status jalan tol yang sudah selesai dibangun dan memiliki SLO belum otomatis berarti jalan tersebut bisa langsung dibuka untuk lalu lintas umum. Tahapan pengujian dan pemenuhan persyaratan operasional tetap harus diselesaikan.

Hal ini juga menjelaskan mengapa masyarakat belum melihat pembukaan komersial meskipun pembangunan dua seksi awal sudah mencapai 100 persen.

Tiga Seksi Tahap I Sudah Rampung

Tahap I Tol Prosiwangi terdiri atas tiga seksi dengan total panjang sekitar 49,68 kilometer.

Rinciannya:

  • Gending-Kraksaan: 12,88 km

  • Kraksaan-Paiton: 11,20 km

  • Paiton-Besuki: 25,60 km

Ketiga seksi tersebut telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Seksi Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton telah memperoleh sertifikat laik fungsi dan operasi, sedangkan Paiton-Besuki telah menjalani ULFO.

Dengan kondisi tersebut, proyek Tahap I sebenarnya sudah memasuki fase akhir sebelum digunakan masyarakat.

Perjalanan Probolinggo-Besuki Diproyeksikan 1 Jam 15 Menit

Ketika mulai beroperasi, Tol Prosiwangi Tahap I diproyeksikan membawa perubahan besar terhadap perjalanan di kawasan Tapal Kuda.

Perjalanan Probolinggo-Besuki yang selama ini mengandalkan jalur arteri diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit melalui jalan tol.

Efisiensi waktu ini bukan hanya menguntungkan kendaraan pribadi.

Jalur baru tersebut juga diharapkan memperlancar pergerakan kendaraan logistik menuju wilayah timur Jawa Timur, termasuk mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Ketapang.

Bagi Banyuwangi, efeknya dapat terasa pada rantai distribusi barang maupun pergerakan wisatawan.

Dampaknya Bisa Lebih Besar bagi Banyuwangi

Tol Prosiwangi memang belum sampai Banyuwangi. Namun, pembangunan ruas ini merupakan bagian dari jaringan yang diarahkan untuk menghubungkan Probolinggo, Situbondo hingga Banyuwangi.

Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi dirancang sepanjang sekitar 175,40 kilometer dan terbagi menjadi tujuh seksi. Koridor tersebut nantinya akan bergerak dari wilayah Probolinggo menuju Besuki, Situbondo, Asembagus, Bajulmati hingga Ketapang.

Bagi Banyuwangi, konektivitas tersebut memiliki arti penting karena wilayah ini menjadi salah satu pusat pariwisata di ujung timur Pulau Jawa sekaligus pintu menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

Semakin dekat jaringan jalan tol menuju Banyuwangi, semakin besar pula peluang peningkatan akses wisatawan, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Pembangunan Jalan Tol Bukan Sekadar Mempercepat Kendaraan

Kehadiran Tol Prosiwangi pada akhirnya bukan hanya soal kendaraan dapat melaju lebih cepat.

Jalan tol ini diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda, memperlancar distribusi barang dan membuka akses yang lebih efisien menuju pusat ekonomi serta destinasi wisata.

Kementerian Pekerjaan Umum juga melihat pembangunan jalan tol sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Bagi Banyuwangi, manfaat jangka panjangnya akan semakin terasa apabila jaringan tersebut nantinya benar-benar tersambung sampai Ketapang.

Tinggal Menunggu Satu Tahapan Penting

Dengan konstruksi Tahap I yang telah selesai, perhatian kini tertuju pada proses akhir sebelum jalan tol dibuka untuk masyarakat.

Dua seksi sepanjang 24,08 kilometer sudah rampung dan memiliki SLO. Namun, konektivitasnya dengan jaringan Tol Paspro melalui Simpang Susun Gending harus terlebih dahulu dinyatakan laik dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan serta operasional.

Artinya, pertanyaan “kapan Tol Prosiwangi dibuka?” kini bukan lagi berkaitan dengan penyelesaian badan jalan, melainkan menunggu seluruh persyaratan pengoperasian benar-benar terpenuhi.

Jika tahapan tersebut selesai, masyarakat akan segera memiliki akses baru menuju kawasan timur Jawa Timur—sebuah langkah yang sekaligus membawa Banyuwangi semakin dekat dengan jaringan jalan tol Trans Jawa.

Updated : Tol Probolinggo-Banyuwangi Beroperasi Awal 2027

Tol Probolinggo–Banyuwangi (Prosiwangi) ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Kepastian ini disampaikan PT Jasa Marga dalam Public Expose pada 9 September 2026. 

Untuk Tahap I sepanjang 49,68 km, ruas Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton telah mencapai 100 persen konstruksi. Sementara Paiton–Besuki sudah mencapai 92,66 persen dan kini memasuki proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO)

Dengan demikian, target awal 2027 bukan hanya menunggu penyelesaian fisik jalan, tetapi juga memastikan seluruh ruas memenuhi persyaratan kelayakan dan kesiapan operasional.

Bagi Banyuwangi, proyek ini menjadi bagian penting dari upaya memperpanjang konektivitas jalan tol menuju ujung timur Jawa. Jika seluruh jaringan Prosiwangi nantinya tersambung hingga Ketapang, akses perjalanan, distribusi logistik, dan arus wisatawan menuju Banyuwangi berpotensi semakin mudah.

Sumber: detik.com


Artikel BANYUWANGI BAGUS Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar


Scroll to top
close