WALK TRIP, TREN WISATA ANTI MAINSTREAM DI BANYUWANGI, PESERTA DIAJAK JALAN KAKI SELAMA 4 HARI KE BERBAGAI DESTINASI WISATA


Ada paket wisata yang mainstream di Banyuwangi. Peserta yang mengikutinya diajak berjalan kaki menyusuri sejumlah destinasi wisata Banyuwangi.  Tak tanggung-tanggung, selama empat hari para peserta akan menikmati keindahan alam dan mempelajari tradisi budaya lokal.

Paket wisata yang baru ini terutama menyasar wisatawan pecinta olahraga alam bebas dan komunitas penggemar jalan kaki. Sebab untuk mengikuti wisata ini peserta dituntut memiliki kebugaran dan ketahanan fisik yang baik, selain memiliki minat yang tinggi terhadap lingkungan alam.

Dari famtrip lahirlah walktrip.
Dari farmtrip lahirlah walk trip. Keceriaan peserta framtrip Disbudpar Banyuwangi saat trekking di jalur Songgo Langit desa Banjar dengan keindahan persawahannya yang luar biasa. Inilah cikal bakal lahirnya wisata jalan kaki di Banyuwangi. 

Penggagas wisata alternatif ini adalah Camino De Ijen. Menurut Agustina, selaku koordinatornya, ide membuat paket wisata alternatif ini muncul karena Banyuwangi mempunyai banyak potensi alam maupun budaya.

 ”Selama ini kalau orang datang ke Banyuwangi, menuju destinasi yang diinginkan selalu menggunakan alat transportasi. Nah, kami coba membuat sesuatu yang beda. Kami tawarkan wisata jalan kaki selama beberapa hari di Banyuwangi,” kata Agustina.

Dengan berjalan kaki, wisatawan bisa mempunyai pengalaman baru dengan lebih mengenal budaya masyarakat, keindahan alam, maupun tradisi seni di tiap daerah yang dilintasi.

Trip yang disusun Camino De Ijen mengajak peserta berjalan kaki di desa-desa, termasuk di sekitar Gunung Ijen. Selain itu peserta juga diajak menengok aktivitas warga desa serta melewati persawahan maupun perkebunan.

Selama empat hari, peserta diajak menyusuri kawasan Banyuwangi menempuh jarak total sejauh 100 kilometer.

Di lingkungan komunitas pelaku usaha wisata Banyuwangi sendiri sebetulnya sudah tidak asing dengan paket wisata model begini.

Sebelumnya Disbudpar Banyuwang sudah pernah memperkenalkan konsep Famtrip (familiarization trip), yaitu dengan mengajak peserta yang terdiri para pegiat media sosial, pengelola situs online dan para agen tour travel mengenal lebih dekat dan melakukan eksplorasi potensi desa wisata yang dikunjungi, seperti Desa Desa Banjar, Desa Tamansari dan Songgon. Tentu dengan waktu yang lebih singkat, yaitu sehari.

Keberhasilan program ini rupanya menginspirasi para pelaku usaha wisata untuk mencetuskan ide paket wisata serupa yang dimotori Camino De Ijen untuk ditawarkan pada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Mungkin tidak berlebihan kalau diistilahkan, dari famtrip lahirlah walktrip.

Rute Wisata Jalan Kaki Banyuwangi

Selama empat hari peserta diajak trekking menyusuri rute yang telah disiapkan.

Pada hari pertama, dari pusat kota di Taman Blambangan, para peserta menempuh rute menuju Desa Macan Putih yang jaraknya 15 Km, lalu diakhiri dengan menginap di desa tersebut.

Di hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke Desa wisata Banjar sejauh 25 Km.

Hari ketiga, rute dilanjutkan dari Taman Langit Desa Banjar menuju Rest Area Jambu di Desa Taman Sari dengan jarak 10 Km, yang letaknya tak jauh dari kaki Gunung Ijen.

Hari terakhir, yang merupakan puncak dari paket wisata jalan kaki ini, mereka mendaki Gunung Ijen.

Tren walk trip ala Banyuwangi. Peserta diajak berjalan kaki ratusan kilometer selama empat hari sambil menikmati sejumlah destinasi menarik di Banyuwangi. (via Tribunnews.com)
Menurut Agustina, para wisatawan yang mengikuti wisata ini sangat menikmati perjalanan. Juga belajar pengalaman baru yang seru. Seperti belajar memainkan musik tradisional, membatik, menikmati kopi uthek dan nasi lemang khas Desa Banjar saat menginap di rumah penduduk.

Meskipun baru diperkenalkan pada awal Desember 2017, paket wisata ini sudah diminati tujuh peserta, yang berasal dari Sumatera dan Jakarta. Mereka daftar lewat media sosial. Karena itu para pengelola optismis jenis wisata ini akan terus berkembang.

Sebelumnya, rombongan komunitas Sarekat Ngobong Kalori Yogyakarta juga menikmati keindahan Banyuwangi dengan berjalan kaki selama empat hari.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas menyambut gembira kehadiran kreativitas baru dalam berwisata di Banyuwangi ini.

”Kami senang kreativitas terus muncul. Setelah wisata bersepeda, olahraga air, wisata budaya dan sebagainya muncul, kini ada wisata jalan kaki,” ungkap Anas seperti dikutip dari laman Tribunnews.com.

Tren baru berwisata sekaligus menikmati keindahan alam dan belajar sesuatu yang baru di tempat yang dijelajahi di Banyuwangi ini jelas memiliki prospek yang baik.

”Wisata jalan kaki ini senang-senang sambil menyehatkan badan. Biasanya kita ini wisata terus kulineran tidak terkontrol, tapi ini ada paket wisata jalan kaki. Luar biasa. Silakan dirasakan, ini layak dicoba,” kata Anas.

Generasi millennia di jaman now dikenal anti mainstream dan suka mencoba hal-hal baru, layak menjawab tantangan ini.

Ada Walk Trip, berwisata jalan kaki ala Banyuwangi. Are you ready, Kid?



loading...

Back To Top